Skip to main content

Full text of "Tabloid Reformata Edisi 121 Desember 2009"

See other formats


r. 



RE/ORMATA 

^S menyuarakan kebenaran dan keadilan 



X 



W& Bael 



omm 



w\ 




Pedaks i 




Isu Kiamat yang Cuma Kabar Bohong 



DARI REDAKSI 2 

SURAT PEMBACA 2 

LAPORAN UTAMA 3-5 

Antikris Unjuk Gigi 

EDITORIAL 6 

Negeri Kleptokrat 

MANAJEMEN KITA 7 

Dahsyatnya Kata-kata 

GALERI CD 7 

Benyanyi Girang 

BI NCANG BI NCANG 8 

Thamrin Amagola: Serangan 

atas Umat Akan Terus 

BANG REPOT 8 

PELUANG 

Demak Manik: Percaya 9 

Diri dan Tekun 

GEREJA DAN MASYARAKAT 10 

Rumah Singgah Tempat 

Berbagi Kasih 

KREDO 1 1 

Peran Kaum Awam 

Menangkan Jiwa 

KAWULA MUDA 13 

Game Online: Sita 

Hidup Anak Muda 

KONSULTASI HUKUM 14 

Menuju Perusahaan 

Ramah Lingkungan 

HIKAYAT 14 

Gayus 

KONSULTASI TEOLOGI 15 

Yang Salah dari MLM 

dan Asuransi 

GARAM BISNIS 15 

Klinik Emergensi 

MUDA BERPRESTASI 16 

J2M: Medali Emas untuk Robot 

SENGGANG 17 

Ilham Idol: Baru Kenal Yesus 

LAPORAN KHUSUS 18 

SBY Berbohong 

PROFI L 20 

John Syauta: Menempel 

pada Tuhan 

KONSULTASI KESEHATAN 21 

Kenapa Sulit Hamil 

KEPEMIMPINAN 21 

Jaim 

U PUTAN 22 

SULUH 24 

Andre Lemmers: S enang 

Menolong Orang Lain 

RESENSI BUKU 25 

Meraih Kuasa Anugerah 

Allah 

UNGKAPAN HATI 26 

Eustokia Airin: Kelumpuhan 

yang Bernilai 

KHOTBAH POPULER 27 

Ketika Yesus Menampakkan Diri 

BACA GALI ALKITAB 27 

MATA HATI 

Merendahkan Diri, 

Meninggikan Diri 

KONSULTASI KELUARGA 29 

Adposi Anak untuk Berbagi 

Kasih Kristus 

JEJAK 29 

John Howard: Kristen 

Harus Eksklusif! 

BERITA LUAR NEGERI 30 

Presiden Pakistan Janji 

Lindungi Kristen 



SYALOM dan selamat 
bertemu kembali dalam 
edisi ke-2 di tahun 2011 
ini. Ya, waktu sepertinya begitu 
cepat melaju, sehingga tanpa 
terasa kita sudah melampaui satu 
bulan di tahun 2011 ini, dan kini 
kita menapak di bulan ke-2, 
Februari! Kiranya berkat dan 
karunia Tuhan kita Yesus Kristus 
tetap menaungi kita semua dalam 
meniti hari demi hari untuk selalu 
memuliakan DIA pencipta dan 
pemilik semesta. 

Saudara terkasih, di awal tahun 
ini kita dibuat tercengang oleh 
gebrakan para tokoh lintas agama 
yang mengungkap kebohongan 
yang dibuat oleh pemerintah. 
Para tokoh lintas agama itu 
menuding pemerintah telah 
melakukan berbagai kebohongan 
publik. Misalnya, pemerintah 
mengklaim telah sukses 
mengurangi angka kemiskinan, 
namun kenyataan di lapangan 
jumlah masyarakat yang hidup di 
bawah garis kemiskinan masih 
sangat besar. Dulu pemerintah 
juga berjanji akan menuntaskan 
korupsi, sekalipun hal itu belum 
terbukti secara memuaskan. 

Dan yang paling urgen adalah 
janji dan tekad pemerintah untuk 
memberikan perhatian dan 
perlindungan bagi warga yang 



selama ini tidak leluasa 
menjalankan ibadah agama 
karena diganggu oleh 

sekelompok anggota ormas 
radikal yang tidak segan-segan 
melakukan tindak kekerasan 
tanpa ada yang mampu 
menghalanginya, termasuk polisi 
sekalipun. Topik ini kami angkat 
di Laporan Khusus, dengan 
harapan semoga gebrakan para 
tokoh agama kali ini bisa 
melahirkan dampak yang benar- 
benar bisa mendorong 
pemerintah mengubah sikap 
yang selama ini terkesan "lemah" 
untuk berubah menjadi tegas 
dan berani. Kita juga tentu 
berharap, agar para tokoh agama 
tidak hanya suam-suam kuku, 
namun terus melontarkan suara 
kenabian demi terciptanya 
kehidupan aman dan sejahtera 
bagi semua warga negara. 

Saudara terkasih dalam nama 
Tuhan Yesus, untuk Laporan 
Utama edisi kali ini kami 
mempersembahkan sajian 
tentang isu antkris yang sempat 
mencuat pada awal tahun ini. 
Topik seputar antikris sebenarnya 
sudah pernah kami bahas 
beberapa tahun lalu, yakni 
menyangkut produk kartu 
telepon seluler yang diisukan 
sebagai produk antikris. Dan kini, 
mencuat lagi isu tentang antikris 




'Surat Pembaca 



Aparat harus tegas 

BERDASARKAN berita-berita yang 
saya baca baik lewat media cetak 
maupun elektronik, pemerintah Mesir 
telah menghukum mati pelaku 
pengeboman terhadap gereja. Terus 
saya sangat kaget membaca berita ini. 
Sebab bila saya bandingkan dengan 
kondisi di Tanah Air sendiri, banyak 
peristiwa kekerasan terhadap warga 
gereja yang tidak tersentuh hukum. 
Semuanya berlalu begitu saja, tanpa 
ada tindakan dari pihak berwenang 
agar si pelaku jera. 

Kiranya peristiwa di Mesir dan 
ketegasan aparatnya menjadi cermin 
yang membuat malu para pemimpin 
di sini, jangan cuma pandai 
mengatakan akan menindaklanjuti 
setiap ada kejadian kekerasan, namun 
akhirnya hilang begitu saja. Kiranya kita 
semua dapat menarik hikmah dari 
kasus kekerasan yang terjadi atas 
sebuah gereja di Mesir tepat pada 
pergantian tahun 2010 ke 2010, 
bahwa yang namanya kebencian dan 
dendam tidak punya tempat di dalam 
kehidupan manusia beradab. 

Juwono 
2^/lagelang 

Bentrok di Mesir 

MENARIK juga disimak aksi 
perlawanan warga Kristen Koptikyang 
belum lama ini menjadi korban 
kesadisan teroris. Sebagaimana 
diketahui, menjelang pergantian tahun 
lalu, Gereja Alexandria di Mesir 
diledakkan teroris. Puluhan orang 
tewas dan ratusan luka dalam 
kebiadaban itu. 

Sebagai warga minoritas, konon 
umat Kristen Koptik di Mesir kerap 
mendapat perlakuan yang diskriminatif 



dari pemerintah dan warga mayoritas. 
Mendirikan gereja di sana tidak mudah, 
bahkan sering dihambat. Bila ini benar, 
berarti sama dong dengan di negeri 
kita ini. 

Tetapi bedanya, seperti yang saya 
sebut di awal surat ini, umat Koptik 
berani juga melawan aksi kesewenang- 
wenangan itu. Seperti diberitakan di 
media-media online, warga Kristen 
Koptikyang sedang marah dan bentrok 
dengan petugas dan warga setempat. 

Kita boleh saja berjuang untuk 
mendapatkan tempat beribadah di 
negeri kita ini, namun janganlah sampai 
menggunakan cara-cara kekerasan 
apalagi sampai terlibat terjadi 
perkelahian fisik, sebab itu pasti akan 
merugikan kita sendiri. 

Peristiwa di Mesir sana, biarlah 
menjadi bahan pelajaran dan renungan 
bagi kita bahwa ternyata praktik 
diskriminasi itu adadi mana-mana. Mari 
berdoa kiranya aksi-aksi semacam itu 
tidak pernah terulang lagi. Dan mari 
doakan agar semua pihak menyadari 
bahwa agama itu adalah untuk 
mendamaikan, bukan malah menjadi 
alasan untuk melakukan aksi 
kesewenang-wenangan terhadap 
kaum yang secara kuantitas lemah. 

NauliBasaS. 

Kelapagading 

Alasan dan rekayasa 

SETIAP terjadi aksi penutupan 
tempat ibadah dalam hal ini gereja, 
yang menjadi alasan bagi pihak 
penutup adalah masalah ijin yang tidak 
ada. Kalaupun ijin diurus belum tentu 
dapat. Sudah itu, bahkan gereja yang 
sudah mengantongi ijin pun dituding 
telah memalsukan dan merekayasa 
tanda persetujuan warga setempat. 
Dan inilah kemudian yang menjadi 



sehubungan dengan adanya 
produk berupa chip yang katanya 
bisa disuntikkan ke dalam bagian 
tertentu tubuh manusia. Dengan 
ditanamnya chip tersebut, maka 
si orang yang bersangkutan akan 
bisa dipantau ke mana pun dia 
pergi dan di mana pun dia 
berada. Ada juga sistem Mondex 
dengan basis kode bar "666", 
yang diisukan bakal digunakan 
gerakan antikris untuk 
mengontrol dan menguasai 
sistem perekonomian serta 
keuangan dunia. 

Ah, berbagai isu dan dan prediksi 
memang selalu mengiringi 
perjalanan waktu. Entah apa 
maksud atau tujuan si penyebar 
kabar yang tidak berdasar itu, 
apalagi dikait-kaitkan dengan 
antikris dan tibanya akhir jaman. 
Sepanjang sejarah umat manusia, 
isu dan ramalan tentang tibanya hari 
akhir dunia sudah sering mengharu- 
biru perasaan banyak orang. Entah 
mendapat "wangsit" dari mana or- 
ang-orang itu sehingga berani 
mengatakan kalau akhir dunia itu 
akan datang pada tanggal sekian 
bulan sekian dan tahun sekian. 

Bagi kalangan Kristen, nama Pdt 
Mangapin Sibuea tentu tidak asing 
lagi, sebab dia inilah yang pada 
2003 lalu mengatakan bahwa dunia 
akan kiamat pada 10 November 
2003. Mangapin bukan yang 



alasan bagi kelompok-kelompok 
intoleran untuk menutup sebuah 
gereja. 

Hal seperti ini semoga menjadi 
perhatian serius pihak yang 
berwenang, sebab jika kemauan 
semacam ini dituruti, akan melahirkan 
preseden buruk bagi kehidupan 
berbangsa dan bernegara. Kiranya 
aparat tegas menindak para pelaku 
anarkis yang maunya hanya membuat 
kisruh hubungan antarumat beragama. 

Lilis Soeratmin 

Bogor 

Mempertanyakan tokoh 
agama 

SETELAH mengeluarkan 

statemen bahwa pemerintah 
selama ini banyak melakukan 
kebohongan publik, para tokoh 
agama mengadakan audiens ke 
Kepala Negara di Istana. Setelah 
itu, mestinya para tokoh jangan 
lantas berdiam diri dan menunggu 
aksi pemerintah yang lamban dan 
belum tentu menindaklanjuti 
pernyataan sikap para tokoh itu. 

Sudah teramat sering saya 
melihat tokoh agama berkumpul 
dan mengeluarkan pernyataan bila 
ada peristiwa yang dipandang 
genting dan penting. Lalu apa hasil 
dari pertemuan itu? Rasanya tidak 
ada. Mestinya para tokoh agama 
it uterus-menerus menemui para 
umat di akar rumput, mengajak 
mereka belajar memahami 
keberagaman yang menjadi takdir 
masyarakat di negeri ini. Jangan 
malah menemui pimpinan nasional, 
sebab itu hanya sia-sia. Kasus-kasus 
besar saja seolah dibiarkan begitu- 
begitu sampai akhirnya rakyat 
bosan atau lupa. 

Marthin SD 

Bogor 



pertama, sebab jauh sebelumnya, 
baik di dalam negeri maupun luar 
negeri, sudah banyak orang yang 
mencetuskan ramalan tentang hari 
kedatangan Tuhan. Tetapi tidak 
satu pun yang terbukti. Lancang 
sekali mereka itu, sebab Yesus 
sendiri tidak mengetahui kapan 
tibanya hari akhir, sebab hanya 
Bapa-lah yang mengetahuinya. 

Bahwa suat u ketika j aman ini akan 
berakhir atau kiamat, memang itu 
suatu peristiwa yang diimani oleh 
sebagian besar penduduk dunia. 
Kitab-kitab suci menulis dengan 
gamblang tentang peristiwa yang 
bagi sebagian orang sebagai 
"menakutkan dan mengerikan" ini. 
Alkitab yang adalah firman Tuhan 
yang sejati tentu saja dengan 
tegas mengingatkan hal ini, dan kita 
diminta untuk selalu berjaga-jaga. 
Itulah masa yang disebut sebagai 
kedatangan Yesus yang kedua. 

Di akhir masa itu, Yesus akan 
menjadi hakim agung bagi seluruh 
umat manusia yang hidup dan yang 
sudah mati. Tetapi jangan pernah 
takut seandainya pun akhir masa 
yang katanya diiringi peristiwa- 
peristiwa yang menggemparkan itu 
benar-benar tiba, sebab DIA telah 
menjanjikan, "Barang siapa yang 
percaya kepada-KU tidak akan 
binasa melainkan beroleh hidup 
yang kekal". ♦ 



Teroris untuk alihkan isu? 

BEBERAPA orang yang diduga 
sebagai teroris kembali ditangkap di 
daerah Jawa Tengah, akhir bulan lalu. 
Itu berita yang saya baca di televisi. 
Disebutkan juga bahwa para terduga 
itu rata-rata masih muda dan berusia 
remaja. Saya lebih prihatin ketika 
dibeberkan bahwa para anak muda 
yang diduga teroris itu berencana 
melakukan teror di beberapa lokasi 
yang ada kaitannya dengan umat 
kristiani, seperti gereja dan goa yang 
sering diziarahi umat. Lebih meyakinkan 
lagi ketika diberitakan bahwa bersama 
mereka turut diamankan benda-benda 
untuk meledakkan. 

Saya manaruh respek terhadap 
aparat kepolisian dalam hal ini Densus 
88, atas kesigapan ini. Namun saya juga 
punya pertanyaan yang sangat 
mengganggu dalam benak. Kenapa ya 
di saat kasus Gayus Tambunan sedang 
marak-marak, tiba-tiba ada insiden 
penangkapan terhadap beberapa or- 
ang yang dicurigai sebagai kawanan 
teroris? Saya pun jadi bertanya-tanya, 
apakah yang ditangkap itu benar-benar 
teroris atau memang itu dijalankan 
untuk mengalihkan isu atas kasus-kasus 
yang berpotensi menyeret orang-or- 
ang penting ke meja pengadilan? 

Syukurlah bila dugaan saya salah. 
Namun saya juga sangat 
mengharapkan kepada bapak-bapak 
polisi supaya juga tegas dan tidak 
pandang bulu dalam menegakkan 
keadilan. Jangan mendiamkan ormas- 
ormasyang melakukan aksi kekerasan 
terhadap umat yang sedang 
menjalankan ibadah agamanya. Polisi 
tugasnya mengayomi segenap warga 
masyarakat, bukan tunduk pada 
tekanan ormas-ormas radikal yang 
mengatasnamakan agama. 

Lusiana 

Jakarta 



SRE/ORMATA 

_>^ menyuarakan kebenaran dan keadilan 



1 - 28 Februari 2011 



Penerbit: YAPAMA Pemimpin Umum: Bigman Sirait Wakil Pemimpin Umum: Greta Mulyati Dewan Redaksi: Victor Silaen, Harry Puspito, Paul Makugoru Pemimpin Redaksi: Paul 
Makugoru Staf Redaksi: StevieAgas, Jenda Munthe Editor: Hans P.Tan Sekretaris Redaksi: Lidya Wattimena Litbang: SlametWiyono Desain dan Ilustrasi: Dimas Ariandri K. 
Kontributor: Harry Puspito, AnAn Sylviana, dr. Stephanie Pangau, Pdt. RobertSiahaan, Ardo Iklan: Greta Mulyati Sirkulasi: Sugihono Keuangan: Distribusi: Panji Agen & Langganan: 
Inda Alamat: Jl.Salemba Raya No.24 A - B Jakarta Pusat 1 0430 Telp. Redaksi: (021 ) 3924229 (hunting) Faks: (021 ) 3924231 E-mail: redaksi® reformata.com, usaha® reformata.com 
Website: www.reformata.com, Rekening Bank:CIMBNiagaCab. Jatinegara a.n.Reformata, Acc:296-01. 001 79. 00.2, BCACab. Sunter a.n. YAPAMA Acc: 4193025016 (KIRIMKAN 
SARAN, KOMENTAR, KRITIK ANDA MELALUI EMAIL REFORMATA) ( Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan) ( Untuk Kalangan Sendiri) (KLIK WEBSITE KAMI: www.reformata.com) 



REFORMATA 



|re/orm 



Sftl EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Laporan Utama 




dex, |su 
kur 





SU tentang akhir jaman sering 
dikaitkan dengan munculnya 
anti-Kristusatau sering disingkat: 
"antikris". Isu ini selalu menarik, 
terutama bagi umat kristiani. Tetapi 
tidak tertutup kemungkinan isu ini 
sengaja ditiup-tiupkan untuk tujuan 
tertentu yang kurang positif bagi 
perkembangan iman. Untuk itulah 
umat harus selalu waspada dan 
segera mengambil sikap bila sedang 
mencuat isu semacam ini. 

Saat ini sedang ada sebuah produk 
baru yang dinamakan Microchip 
Mondex. Barang ini, dikabarkan 
sebagai produk antikris yang sedang 
beredar mempe-ngaruhi 

perekonomian dunia. Sistem Mondex 
dengan basis kode bar "666" ini, 
diwaspadai digunakan gerakan 
antikris untuk mengontrol dan 
menguasai sistem pereko-nomian 
serta keuangan dunia. Apakah isu ini 
benar? Bagaimana menyikapinya? 

"Mondex" itu apa? 

Mondex singkatan dari monetary 
dan dexter, yang berarti 
berhubungan dengan uang dan 
menunjuk kepada lokasi tertentu di 
tangan kanan manusia, sesuai kamus 
Webster. Nama ini diadopsi sebuah 
perusahaan yang menyediakan 
sistem pembayaran tanpa uang 
tunai. Sistem yang diharapkan 
menjadi solusi yang tepat untuk 
perekonomian dunia, mendukung 



terciptanya satu mata uang dunia 
tanpa uang tunai. 

Sistem ini diciptakan pada 1993 
oleh seorang bankir London bernama 
Tim Jones, bekerja sama dengan Gra- 
ham Higgins dari Natwest Coutts, 
sebuah bank pribadi keluarga 
Kerajaan Inggris. 

Sistem Mondex didasarkan atas 
teknologi Smart Card (teknologi yang 
dipakai oleh SIM Card pada 
handphone) dan kartu kredit, yang 
memakai microchips untuk 
menyimpan informasi elektronik 
seperti pembayaran, identifikasi 
maupun bermacam-macam informasi 
penting lainnya. Semua transaksi 
dimungkinkan melalui penerapan SET 
(Secure Electronic Transaction / 
Transaksi Elektronik yang Aman). 

Robin OKelly dari Mondex Interna- 
tional mengatakan, "Dengan 
dukungan Master Card dan Natwest 
Coutts, tidak ada satu pun dapat 
menghalangi Mondex menjadi sistem 
Standard internationalterkemuWa. I ni 
adalah keadaan yang akan mengubah 
kenyataan global". 

Pemakaian kartu dalam sistem 
Mondex ini dilengkapi dengan PET 
(Personal Electronic Transfer). 
Alatnya berbentuk seperti kalkulator 
mini yang memungkinkan untuk 
melakukan transaksi atau penukaran 
uang dengan pemakai kartu yang 
lain. Sistem ini juga dapat bekerja 
melalui sarana Nortel Bell Vista 360 



phone, millenium pay phone, ATM, 
Pc internet, dan seterusnya. Elec- 
tronic Banking System diterapkan 
sepenuhnya di dalam sistem Mondex 
ini. 

Simon Davis, seorang dari peneliti 
Mondex mengatakan bahwa saat ini 
Mondex sedang memonitor semua 
transaksi sebagai proyek 
percontohan yang akan menembus 
kebiasaan hukum perdagangan 
bebas. Diperkirakan Mondex akan 
memegang pimpinan dalam 
pengembangan dan penerapan Glo- 
bal Cashless Society. 

Sistem kontrol 

Microchip Mondex yang tertanam 
dalam tubuh manusia menyimpan 
kode 666. Mereka yang memakai 
microchip ini mendapat fasilitas 
khusus. Mereka tinggal meletakkan 
tangan mereka di atas scanner 
komputer dan semua transaksi jual 
beli dapat dilakukan dengan otomatis 
tanpa menggunakan uang tunai. Hal 
ini dianggap akan dipakai antikris 
dalam mengontrol dan menguasai 
keuangan perekonomian dunia, 
berdasarkan kode 666 seperti yang 
tertulis dalam Wahyu 13:16-18. 

Lalu, bagaimana hamba Tuhan 
menyikapi isu ini? Pdt. Dr. Drs Yuda D 
Mailool, pendiri Yehuda Gospel Minis- 
try berpendapat bahwa sebenarnya 
sistem seperti Mondex, sudah ada 
sejak 1990-an. "Dulu pada tahun 



1996, ketika saya berada di Belgia, 
promosi untuk pemasangan chip 
sudah marak. Saya punya bukti foto- 
fotonya, di mana bilboard di jalan-jalan 
kota Brussel marak dengan iklan-iklan 
seperti ini. Mungkin saat ini kita yang 
ada di Indonesia baru mendengar 
secara langsung, tetapi sebenarnya 
ini bukanlah sesuatu yang baru," 
ungkap pendeta yang konsen 
membicarakan topik tentang akhir 
jaman ini. 

Mailool melanjutkan, pemasangan 
chip sebenarnya adalah sebuah 
sistem yang bertujuan 

mempermudah manusia dalam 
masalah administrasi dan bukanlah 
sesuatu yang perlu ditakutkan. 
Memang golongan antikris suatu saat 
nanti akan memanfaatkannya. 
"Nantinya, antikris akan 
menggunakan semua sistem ini 
untuk kepentingannya, tetapi bukan 
sekarang. Suatu saat nanti, antikris 
akan memanfaatkan sistem chip 
untuk memaksa manusia dan 
mengontrol manusia, supaya takluk 
di bawah kehendaknya," papar 
Mailool. 

Sementara itu, Pdt Sukanto 
Limbong, M.Th dari Huria Kristen 
Batak Protestan (HKBP) 
Kebayoran Lama, Jakarta 
Selatan mengatakan, 
"Berita pemakaian 
angka 666 dalam 



microchip Mondex, beberapa tahun 
yang lalu juga pernah muncul, namun 
ditujukan kepada salah satu provider 
berbasis GSM. Namun kenyataannya 
berita itu berlalu begitu saja. Saya pikir 
berita yang berkembang soal 
Mondex 666 ini juga tidak jauh 
berbeda dengan berita yang sudah 
berlalu," ujarnya santai. 

Namun Limbong tidak setuju jika 
Mondex 666 ini akan dipakai oleh 
kaum antikris untuk mencapai 
tujuannya. Terlampau dini bila ada 
orang yang mencurigai mondex itu 
terkait dengan gerakan 666 
antikristus. "Soal apakah nantinya iblis 
akan memakai hal itu mengontrol dan 
menguasai keuangan perekonomian 
dunia, tidak usah jauh-jauh sampai 
sejauh Mondex, dalam I Timotius 
6:10 dikatakan akar segala kejahatan 
ialah cinta uang. Di mana ada hati 
yang "cinta uang" di situ iblis akan 
mampu bekerja," tambah 
pendeta ini. 

AJdya 



<% HlphBDiega 



TELKOMSEL 



Mau jadi 1 dari 20 orang yang akan 
ke Yerusalem bersafna TELKOMSEL? 



Caranya gampang! 

Tekan °0@@A@£? lalu aktifkan 3 dari 10 NSP 
yang ada di NSP Holyland* 1 





Bila Kau Yang Membuka Pintu 
(Chella Lwno'mdong) 


HOLY1 


Tfada Harf Tanpa Firman 

(Pdt. WTP Simarmata) 


HOLY2 


Dolorosa 

(Viona Paays) 


HOLY3 


Seperti Yang Kau Ingini 
(Nikita) 


HOLY11 


Selalu Ada Untukku 

(Pdt. Hendro Suryanto) 


HOLY12 


Mencintai Tanpa Pamrih 
(R m, Yustmus Ardlanto Pr.) 


HOLY6 



Di Doa Ibuku 

(SamuelAFl) 

Hatiku Percaya 
(Edward Chen) 

Kuasa Doa 

(Fransisca HGSC) 



Tetap Cinta Yesus 
(Kevto a Karyn) 



HOLY13 



HOLY14 



HOLY15 



HOLY16 




*) Syorot dan ketentuan yang berlaku dapat dilihat di *i£?*3#, www.tetkomseLcam, 
www.TitTatTut.com atau di m.ioriiempoi.com metafui HP Anda. 



Anda juga bisa secara langsung mengaktivasi 3 NSP dengan cara mengetik 

KODE NSP lagu pilihan Anda, lalu kirim ke 1212. 

Contoh; Aktivasi NSP ke 1: ketik HOLY1 lalu kirim ke 1212, 
Aktivasi NSP ke 2: ketik HOLY6 lalu kirim ke 1212, 
Aktivasi NSP ke 3: ketik HOLY15 lalu kirim ke 1212. 



€^V|g. 



% Jari 



wwwJItTatTut^com m., 



MARANAlhA 



H(§SANAi 



ndffl 



REFORMATA 




Laporan Utama 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



jre/ormata| 



ANTIKRIS BERTOPENG 

"Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada 
dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu, atau bilangan 
namanya. Yang penting di sini adalah hikmat, barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan 

seorang manusia, dan bilangannya ialah 666 " (Wahyu 13: 16-18). 



BEREDARNYA microchip 
Mondex dengan tanda 
"666" dianggap oleh 
sebagian umat sebagai teknologi 
dari kelompok antikris, yang 
tujuannya untuk menguasai 
manusia agar tunduk dalam 
kekuasaan kelompok ini. Microchip 
mondex yang ditanamkan di 
dalam tubuh manusia menjadi alat 
untuk mengontrol terhadap para 
pemakainya, ini memberi 
keyakinan bahwa telah terjadi 
penggenapan terhadap Wahyu 
13:16-18, seperti dikutip di awal 
tulisan ini. Benarkah? 

Pdt Sukanto Limbong 
mengartikan angka 666 dalam 
Wahyu 13:16-18, sebagai salah 
satu bahasa simbol yang dipakai 
untuk kuasa gelap, penguasa 
yang bengis. Simbol ini sengaja 
dipakai untuk mempermudah 
komunikasi dan pemahaman or- 
ang percaya pada waktu itu, yang 
sedang mengalami tekanan yang 
sangat luar biasa dari musuh- 
musuh. Untuk itu, "Jangan 
jadikan Wahyu 13:18 menen- 
tukan nasib dari setiap angka 666 
yang lain," cetus pendeta lulusan 
Sekolah Tinggi Teologi (STT) 
HKBP Nommensen, Pematang 
Siantar, Sumatera Utara, bidang 
Perjanjian Lama ini. 
Berbeda dengan Pdt. Yuda D 



Mailool yang berpendapat bahwa 
angka 666 itu memiliki fungsi 
sebagai alat transaksi, untuk 
menjual dan membeli. Artinya 
Angka 666 itu fungsinya seperti 
uang, dalam konteks saat ini. 
Dalam masa pemerintahan antikris, 
atau masa kesusahan, tidak akan 
ada lagi uang. Uang telah diganti 
dengan alat transaksi lain, yaitu 
angka chip 666. "Angka 666 
disebut sebagai angka binatang, 
ini nanti setelah rapture 
(pengangkatan)," tambah 

pendeta lulusan STT Inalta, 
Jakarta ini meyakinkan. 

Sementara itu, dengan santai 
dan penuh tawa, Ev. Yuzo 
Adhinarta, dosen Theologi 
Sistematika Sekolah Tinggi 
Theologi Reformed Injili Indone- 
sia (STT RI I), Jakarta, menanggapi, 
bahwa jika antikris menggunakan 
angka 666 yang sudah diketahui 
orang banyak terlebih dahulu, 
maka antikris yang sedemikian 
pastilah kurang cerdik. Alasan 
Yuzo, "Penghasut yang lihai tidak 
akan menghasut terang- 
terangan, bukan? Maling berteriak 
maling itu banyak kali terjadi, tapi 
maling yang memberitahukan 
kapan dia akan beraksi dan tanda- 
tanda yang dia kenakan ketika 
beraksi itu adalah maling yang 
bodoh". 



Bilangan "666" merupakan 
"tanda" yang diberikan oleh 
"binatang" (Wahyu 13:15) 
kepada mereka yang menyembah 
dan mengikutinya. Binatang ini 
dikatakan keluar dari dalam bumi 
dan bertanduk dua sama seperti 
anak domba. Artinya dia adalah 
roh antikris yang memalsukan 
Kristus, tampil seperti Kristus tapi 
tidak membawa orang kepada 
Kristus, melainkan untuk 
menyembah dirinya sendiri. 

Lambang kegagalan 

"Binatang" tersebut adalah roh 
antikris yang melawan Allah, 
menolak Kristus, dan menganiaya 
Kristus serta para pengikut-Nya, 
di mana pun dan kapan pun dia 
beraksi. Dan setiap orang yang 
terhasut dan menyembahnya 
akan diberi tanda bilangan 
tersebut. Dan tanda bilangan 
tersebut diberikan di "dahi" 
sebenarnya menunjukkan bahwa 
orang yang memiliki tanda 
tersebut mengikut dan 
menyembah sang antikris dengan 
pikiran, filsafat, dan alam rasionya, 
sedangkan di "tangan kanan" bisa 
diartikan sebagai tingkah laku, 
perbuatan, praktek bisnis, dan apa 
pun buah tangan orang yang 
hidupnya menyembah dan 
mengikut antikris. 



Sedangkan angka "6" itu adalah 
bilangan yang tidak pernah 
mencapai "7". Jika "7" adalah 
bilangan yang melambangkan 
kesempurnaan di dalam Alkitab, 
maka "6" adalah bilangan yang 
melambangkan kegagalan, "miss 
the mark" (hamartia). Simbol 
"666" artinya "kegagalan demi 
kegagalan." Ini adalah tanda 
bahwa karya si jahat tidak akan 
pernah mencapai kesempurnaan 
dan akan selalu gagal di dalam 
sejarah. 

Yuzo mengatakan bah- 
wa ada banyak tafsiran 
yang atraktif dan 
heboh berkaitan 
dengan bilangan 
"666" ini, yang ke- 
banyakan berusaha 
mengidentikkan 
bilangan tersebut 
dengan gerakan, 
kuasa, atau individu 



banyak, dan bahwa setiap antikris 
memiliki cara yang beragam, dan 
tidak bisa diidentikkan dengan 
satu tanda saja. Jadi yang penting 
di sini adalah makna dari tanda 
tersebut, dan bukan identifikasi 
tanda tersebut," ungkap direktur 
program master teologi STTRII 
ini. 

j&Lldya 



tertentu 



yang 



pernah hadir dalam 
sejarah. "Mungkin mi- 
crochip Mondex adalah 
model terbaru dari 
penafsiran semacam ini. Tap 
penafsiran semacam ini 
gagal melihat bahwa 
realitas antikris 
itu bukan hanya 
satu, melainkan 





Kiamat atau 
Akhir Jaman? 



Pdt. Sukanto Limbong 



SEJAK dulu, umat manusia 
tiada henti berbicara 
tentang akhir jaman atau 
kiamat. Banyak yang melontar- 
kan teori seputar tanda-tanda 
akhir jaman, seperti menghu- 
bungkan berbagai fenomena 
dengan ramalan bahwa itulah 
tanda-tanda dunia akan berakhir. 
Isu tentang munculnya antikris, 
menjadi salah satu contoh 
tentang tibanya hari akhir. Simbol 
"666" yang kerap disematkan 
dalam aneka produk, selama ini 
diisukan sebagai simbol antikris. 
Gejala alam dan perubahan dunia 
yang membingungkan pun kerap 
dikaitkan dengan semakin 
dekatnya hari penghabisan. Saat 
fenomena ini muncul, maka 
sekelompok orang meramalkan 
bahwa waktu Tuhan semakin 



dekat. 

YABINA, dalam berbagai 
tulisan mengatakan bahwa 
sejak abad XIX berbagai 
ramalan tentang hari kiamat 
sudah marak dengan 
bermunculan sekte-sekte 
yang dipimpin tokoh-tokoh 
yang dikultuskan yang 
menganggap diri mereka 
sebagai corong Tuhan. Salah 
satu ciri gerakan kultus/ 
sekte abad XIX ini, adalah 
kebiasaan para 'tokoh yang 
di'nabi'kan' itu 'menubuatkan' 
hal-hal yang dianggap dari Tuhan 
terutama dalam hubungan 
dengan akhir jaman dengan 
'perang dahsyatnya di akhir 
jaman' (Armageddon). 

Banyak ramalan tentang akhir 
jaman yang digembar-gembor- 
kan. Dikatakan bahwa kiamat 
akan berlangsung pada 1883, 
1914, 1925, 1998, namun semua 
itu tidak pernah terbukti. Yang 
terbaru adalah tentang isu 
kiamat tahun 2012 berdasarkan 
kalender suku Maya. Tetapi se- 
mua ramalan ini adalah kebo- 
hongan yang terus-menerus dita- 
namkan ke pikiran para pengikut 
melalui indoktrinasi yang 
sistematis. 
Apakah kedua kata ini (kiamat 



dan akhir jaman) memiliki arti kata 
yang sama atau berbeda? 
Bagaimana menyingkapi hal ini 
dengan pasti, dalam perspektif 
kristiani yang benar? Padahal 
sudah jelas-jelas di Alkitab tertulis 
bahwa: "Tetapi tentang hari dan 
saat itu tidak seorang pun yang 
tahu, malaikat-malaikat di sorga 
tidak, dan Anak pun tidak, hanya 
Bapasendiri."(Matius24: 36). Hal 
senada diungkapkan Yesus dalam 
Kis 1: 7: "Engkau tidak perlu 
mengetahui masa dan waktu, 
yang ditetapkan Bapa sendiri 
menurut kuasa-Nya." 

Menyingkapi hal ini Pdt. Yuda 
D Mailool berpendapat, "Akhir 
jaman adalah sebuah periode 
atau waktu yang dimulai dari 
terangkatnya Yesus ke sorga, 
sampai dengan datangnya Yesus 
kembali menginjakkan kaki di 
Bumi (Epifania). 

Sedangkan kiamat adalah 
berakhirnya dunia ini atau dalam 
istilah teologi dikenal dengan 
Epifania, yaitu kedatangan Yesus 
kedua kalinya menginjakkan kaki 
di bumi, menghancurkan antikris 
di akhir perang Armageddon, dan 
akan mendirikan kerajaan 1.000 
tahun bersama dengan orang-or- 
ang kudus yang diangkat dalam 
peristiwa Parousia". 



Dalam kehidupan sehari-hari 
kedua istilah ini sering diartikan 
sama, ungkap Pdt Sukanto 
Limbong. Menurut pria kelahiran 5 
Juli 1979 ini, perbedaan keduanya 
adalah pertama istilah akhir jaman 
lebih alkitabiah, kedua akhir jaman 
dimaksud lebih merupakan peristiwa 
kedatangan Kristus kembali di mana 
beberapa tanda-tanda dan 
kedatangannya jelas dan dijabarkan 
dalam Alkitab. "Sedangkan kiamat 
menurut saya bisa terjadi ketika 
manusia serakah, perusakan alam 
terus terjadi, hingga alam semesta 
ini mencapai titik kehancurannya," 
cetus Limbong. 

Sia-sia 

Sementara Ev. Yuzo Adhinarta 
mengatakan, "Nubuat atau 
tafsiran tentang kapan jaman ini 
akan berakhir, dan kiamat itu akan 
datang, seperti misalnya yang 
akhir-akhir ini didengungkan 
dalam film "2012," adalah hal yang 
sia-sia. Tidak seorang pun tahu 
kapan jaman ini akan berakhir, itu 
sebabnya tidak seorangpun bisa 
menentukan dengan pasti kapan 
rentang waktu akhir jaman 
tersebut". 

Pria kelahiran Surabaya, 15 No- 
vember 1972 ini, menanggapi 
bahwa akhir jaman secara umum 
sebagai periode waktu (jaman) 
dalam sejarah manusia, sebelum 
Tuhan Yesus datang kedua kalinya 
sebagai hakim, dan langit dan 
bumi yang lama ini akan berlalu. 

Sedangkan, kiamat itu berarti 
"hari kebangkitan," yaitu hari di 
mana orang-orang yang sudah 
mati dibangkitkan untuk dihakimi 
(KBBI). Di Alkitab, kata "kiamat" 



tidak pernah dipakai. Yang dipakai 
"hari penghakiman" di mana or- 
ang-orang mati akan dihakimi, 
ungkap lulusan Calvin Theologi- 
cal Seminary. 

Lalu bagaimana komentar Pdt. 
Bigman Sirait tentang isu ini? 
Gembala Gereja Reformasi I ndone- 
sia (GRI) Antiokhia ini menandaskan, 
"Ingat jaman akhir dimulai dari 
kenaikan Tuhan Yesus ke surga 
hingga turunnya nanti, yang disebut 
sebagai kedatangan kedua. 
Semangat itu jelas dalam peristiwa 
kenaikan yang dicatat Lukas dalam 
Kisah Rasul 1: 11)," katanya. 

Dalam tulisannya "201 1 , Kiamat 
Semakin Dekat", pendiri 
Antiokhia Bible College ini 
menandaskan, "Tak ada yang 
tahu kapan Tuhan Yesus akan 
datang kembali, bagaimana 
mungkin kita bisa menghitung 
tahunnya. Jika diteliti dalam 
Matius 24 dan dibandingkan 
dengan Markus 13, jelas sekali 
gambaran tentang kedatangan- 
Nya yang kedua, diawali dengan 
berbagai hal-hal berat". 

Ternyata dua kata yang sangat 
tipis perbedaannya, namun 
memberi gambaran yang jelas 
untuk selalu berjaga-jaga dengn 
bertanggung jawab atas hidup 
yang dipercayakan Tuhan. Tidak 
penting kapan waktu itu datang, 
namun bagaimana mempersiapkan 
diri dengan benar jika waktu itu 
tiba. Tidak ada yang tahu kapan 
waktu itu datang, namun sudah 
pasti DIA berkenan kepada mereka 
yang melakukan kehendak-NYA, 
DIA akan menghakimi orang yang 
hidup dan yang mati. 

j&Lldya 



REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Laporan Utama 




Hari Tuhan 
Semakin Dekat 



Jl KA kita mengamati setiap isu 
akhir jaman/kiamat yang selalu 
didengungkan dengan berbagai 
simbol-simbol yang muncul, apa 
yang seharusnya menjadi 
pandangan dan sikap seorang 
Kristen yang benar? 

Menurut Ev. Yuzo Adhinarta, 
pada akhir jaman akan muncul 
lebih banyak lagi penganiayaan 
terhadap gereja Tuhan, 
pemalsuan Injil dan Kristus, serta 
penderitaan umat manusia 
secara umumnya. Dari sejak 
Alkitab ditulis sampai sekarang, 
sudah ada banyak kasus 
penganiayaan, pemalsuan, dan 
penderitaan manusia. Itu berarti 
bahwa memang kita sekarang 
hidup di jaman akhir. 

Alkitab tidak pernah 
mengidentikkan akhir jaman 
hanya dengan satu tanda, dan 
ini konsisten dengan kenyataan 
bahwa Iblis bekerja dengan 
banyak macam cara. Sang 
antikris juga memanifestasikan 
dirinya dengan berbagai macam 
tipu muslihat. Tentang hari 
bilamana Kristus datang kedua 
kalinya, Alkitab mengatakan 
dengan jelas bahwa "...hari 
Tuhan akan tiba seperti pencuri. 
Pada hari itu langit akan lenyap 
dengan gemuruh yang dahsyat 



dan unsur-unsur dunia akan 
hangus dalam nyala api, dan 
bumi dan segala yang ada di 
atasnya akan hilang lenyap"(ll 
Petrus 3:10) 

"Berjaga-jaga dan siap sedia," 
tandas Pdt. Yuda, adalah sikap 
yang harus dimiliki orang Kristen. 
"Jangan menjadi orang yang 
antipati/masa bodoh dengan 
berita akhir jaman dan gampang 
terombang ambing oleh 
informasi-informasi yang tidak 
sesuai dengan Firman Tuhan. 
Berjaga-jaga dan siap sedia 
adalah hal paling penting, sebab 
banyak orang yang berjaga-jaga 
tetapi tidak siap sedia, 
sebaliknya ada yang siap sedia 
namun tidak berjaga-jaga," 
jelasnya lengkap. 

Pdt Sukanto Limbong pun 
mengingatkan untuk jangan 
terbuai dengan simbol-simbol, 
melainkan mempersiapkan diri, 
bertobat, dan melakukan yang 
baik, serta selalu berjaga-jaga, 
sebab menurutnya "akhir jaman 
itu pasti, tetapi tidak pasti". 
Artinya pasti terjadi, tetapi kita 
tidak tahu secara pasti kapan, 
hari apa, dan jam berapa hal itu 
terjadi. 

Dalam keanekaan sikap dan 
pandangan yang berarti, Ev. 



Yuzo Adhinarta bersikap, 
Pertama, kita harus 

membedakan antara kebenaran 
dan kepalsuan. Banyak dari isu 
itu adalah hoax dan tidak bisa 
dipertanggungjawabkan. Salah 
satu ciri hoax adalah tidak ada 
pihak yang mau bertanggung 
jawab atas berita yang 
diedarkan, tidak ada sumber 
yang cukup bisa dipercaya. 

Kedua, kalaupun isu itu benar, 
orang Kristen juga harus peka 
untuk membedakan antara 
sensasi dan substansi. Ada 
banyak isu yang menghebohkan, 
tetapi tidak semuanya memiliki 
substansi/bobot yang perlu 
untuk ditanggapi. Lebih banyak 
orang suka sensasi, itu sebabnya 
isu-isu tersebut banyak 
diciptakan, digunakan, dan 
dimanipulasi untuk 

mengombang-ambingkan orang 
percaya. Umat Tuhan harus lebih 
cerdik dan belajar Firman Tuhan 
lebih serius dan teliti, agar tidak 
termakan oleh isu-isu akhir 
jaman. 

Kalau isu itu tidak memberikan 
kita inspirasi untuk lebih 
mengenal anugerah, dan 
kebaikan Tuhan yang 

menumbuhkan cinta kepada 
Tuhan, serta kerinduan untuk 



hidup suci, maka isu itu tidak 
perlu ditanggapi, apalagi 
disebarkan, tegas Ev. Yuzo. 

Tentang akhir jaman, Firman 
Tuhan sudah memberi prinsip- 
prinsip hidup yang cukup bagi or- 
ang Kristen untuk bisa 
mengantisipasinya dengan benar 
sesuai kehendak Tuhan, tidak 
perlu ditambahi lagi dengan 
nubuat ini dan itu yang tidak ada 
gunanya. Yang jelas hari Tuhan 
itu sudah semakin dekat. Itu saja 
yang perlu kita ketahui. Tidak 
kurang, tidak lebih. Jadi 
janganlah mencoba untuk 
menghitung-hitung dan 

berspekulasi. 

Kalau memang Tuhan mau kita 
tahu, maka Tuhan tentu sudah 
memberitahukannya dari dulu. 
Sikap kita seharusnya adalah 
terus berjaga-jaga. Setia 
melayani, lebih sungguh 
sungguh menjauhi 
dosa, dan 

mempersembahkan 
hidup sepenuhnya 
kepada Allah, 
karena hari Tuhan 
akan datang 
segera, di mana 
kita tidak bisa lagi 
bekerja dan 
berkarya 



bagi Tuhan. 

Hal senada ditekankan Pdt. 
Bigman Sirait, agar orang Kristen 
tidak terbawa arus palsu dan 
menjadi bodoh, sehingga bisa 
diperdaya oleh setan berbulu 
domba. Sikap orang Kristen 
harus semakin bijak dan terus 
belajar mengenal diri dan Sang 
Pencipta, memulai dengan 
menginvestasi kan waktu untuk 
hal-hal berguna dan bernilai 
abadi. "Kita harus selalu siap 
siaga," pesannya. 

Menyikapi setiap isu yang ada, 
tidak perlu membuat kita takut 
dan mudah percaya. Sebaliknya 
mengajak kita untuk semakin 
giat belajar mengerti Firman 
Tuhan, agar tidak tertipu. 
Semangat untuk berbuah lebih 
baik, menjadi spirit yang 
menggairahkan hari-hari kita. 
Melakukan mau-NYA 
dan terus 

menyenangkan 
hati-NYA. 

&Lidya 




Pdt. Yuda D Mailool 



Menariknya Hoax 



SETELAH mengamati 
perkembangan isu akhir 
jaman/kiamat, ternyata 
isu ini mampu menarik respon 
sangat tinggi dari umat. Ada apa 
di balik ketertarikan ini? Padahal 
setiap isu ini datang dan 
kemudian berlalu begitu saja. 

Masih ingat beberapa ramalan 
yang tidak pernah terjadi, 
seperti: William Miller pernah 
bilang kiamat tahun 1843. 
Charles Taze Russell (Saksi 
Yehova) pernah bilang kiamat 
terjadi tahun 1874, terus diralat 
jadi tahun 1914, terus diralat 
lagi jadi tahun 1918. 

Rutherford (Saksi Yehova) 
pernah bilang kiamat akan 
terjadi tahun 1925 
Nostradamus bilang 
kiamat bakal terjadi Juli 
1999. Ps. Benny Hin 
pernah bilang Tuhan 
bakal datang 

tahun 1999, dan 
Pdt. Mangapin 
Sibuea bilang 
kiamat bakal 
terjadi tanggal 



<} 




10 November 2003. Ternyata 
semua isu itu, hanyalah ramalan 
kosong atau berita picik yang 
membodohi umat, karena tidak 
pernah menjadi kenyataan. 

Apa yang membuat para 
peramal atau penyebar isu ini 
terus menggembar-gemborkan 
isu di atas, sebagai berita terlaris 
untuk terus mengecoh per- 
hatian publik? Jika mereka 
mengatasnamakan diri sebagai 
hamba Tuhan, yang menyuara- 
kan suara Allah, namun se- 
baliknya menyuarakan kepalsuan 
untuk menakut-nakuti umat dan 
membodohi 
umat? 

Sisi yang 
tak jauh ber- 
beda adalah 
su gerakan 
antikris, yang 
disingkapi dari 
berbagai pe- 
n g e r t i a n 
angka. Jika angka 
666 dianggap 
sebagai simbol 
antikris, maka 
apa pun yang 
hadir menggu- 
nakan angka ini 
akan mendapat- 
kan klaim sebagai 
bagian dari gerak- 
an antikris. 

Contohnya Mon- 
dex, yang diisukan 
sebagai agen 



i 



t> 



antikris yang menerbitkan chip 
666. Atau ketika melihat 
sekumpulan angka "63 yang 
menjadi jargon produk AXIS ( Rp 
6/SMS; Rp 60/menit; Rp 600/ 
SMS), jika dijumlah 666, maka 
dianggap sebagai agen antikris. 

Tahun 1999, ketika Intel 
memperkenalkan Pentium III 
666 Mhz, mereka pun dituduh 
sebagai kaki tangan setan dalam 
dunia usaha. Bukan hanya Intel, 
dalam dunia industri komputer, 
nama Bill Gates pun terkena 
imbasnya. Nama Bill Gates III, jika 
dikonversi ke dalam kode ASCII 
(American Standars Code for In- 
formation Interchange) akan 
berjumlah 666. Demikian juga 
dengan MS-DOS 6.21 dan Win- 
dows 95. 

Lebih jauh, sebuah situs 
internet mengampanyekan 
untuk berhenti mengakses 
internet, sebab WWW 
sebetulnya adalah V/ V/ V/ atau 
VI VI VI yang dalam angka 
Romawi menunjukkan 666. 
Semakin banyak tafsiran 
terhadap angka 666 dan semakin 
beragam respon orang 
terhadapnya. Ada yang 
cenderung menghindar agar 
tidak dicap 'setan', ada juga yang 
justru menggunakannya untuk 
kepentingan politik, bisnis, 
ideologi, dan sebagainya. 

Pdt Yuda memberi perhatian 
khusus untuk menulis, 
mengadakan ceramah, dan 



berkhotbah membicarakan topik 
ini. Menurutnya, "saat ini kita 
sedang berada dalam periode 
akhir jaman." Dia pun 
menekankan ini adalah masalah 
yang sangat penting untuk 
dibicarakan sebagai wujud 
tanggung jawab kepada jemaat 
dan perintah Tuhan, sesuai 
dengan keberadaannya sebagai 
hamba Tuhan dan gembala 
jemaat. 

"Kita sedang berjalan maju, 
bukan sedang berjalan mundur. 
Karena kita terus berjalan maju, 
maka sudah pasti di depan kita 
akan terjadi dua hal. Kematian 
atau mengalami peristiwa 
pengangkatan (Yesus datang 
menjemput kita). Kalau mati, 
pasti yang percaya Yesus akan 
diselamatkan, tetapi kalau tidak, 
ini yang berat." tandas Pdt Yuda 
mengingatkan. 

Pdt Yuda juga meyakini Tuhan 
yang telah menuntunnya, 
dengan memberikan hikmat 
serta pengalaman-pengalaman 
yang tidak terduga. Beliau 
meyakini dituntun untuk 
bertemu dengan orang-orang 
yang terlibat dalam beberapa 
proyek, persiapan pem- 
bangunan sistem yang nantinya 
akan digunakan antikris. Hal ini 
membuat setiap kali seminar, dia 
selalu menyaksikan pengalaman 
tersebut. 

Dengan bijak Pdt Bigman Sirait 
menanggapi hal ini dengan 
memberi pemaknaan pada 
waktu. Menurutnya waktu selalu 
memberi makna dua sisi yaitu 
sementara dan kekal. "Bilakah 
waktu sementara akan lenyap 



dan menjadi waktu yang kekal?" 
ungkapnya memberi perenung- 
an akan akhir jaman. Diakui 
banyak penafsiran, bahkan 
banyak pengkotbah yang 
tergoda memberi analisis dan 
membuat perhitungan dengan 
berbagai asumsi. "Mereka 
mengabaikan yang Tuhan Yesus 
katakan: "Tentang waktu itu, 
tidak Anak Manusia, tidak juga 
malaikat, hanya Bapa yang 
mengetahuinya (Matius 24:36)," 
urai Gembala GRI Antiokhia ini 
mengkritisi. "Mereka seakan 
memiliki pengetahuan yang 
melampaui Tuhan Yesus," 
cetusnya sambil tersenyum. 

Memang manusia selalu senang 
dengan adanya isu, bukan 
kebenaran. Inilah menariknya 
HOAX. "Sesuatu yang belum pasti 
kebenarannya, atau singkatnya 
masih diteliti/diragukan benar 
tidaknya. Atau penyampaian yang 
kurang tepat, meskipun 
maksudnya (kadang) benar. Atau 
sebuah pemberitaan palsu, juga 
usaha untuk menipu atau mengakali 
pembaca/pendengarnya untuk 
mempercayai sesuatu, padahal 
sang pencipta berita palsu tersebut 
tahu bahwa berita tersebut 
adalah palsu." 

Bijaklah dan jangan mudah 
dibohongi, walau berita yang 
didengar sangat menarik sekalipun. 
Perbaharui hari kita dengan belajar 
kebenaran Tuhan yang sejati, dan 
melakukan kehendak-NYA. Ini 
yang akan membuat kita siap 
menghadapi apapun, dan siap 
dijemput oleh Pemilik hidup ini. 

&Lidya 

REFORMATA 




Editorial 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



jre/ormata| 



n 



Negara Kleptokrat 



Victor Silaen 

(www.victorsilaen.com) 



NDONESIA mungkin cocok 
dijuluki sebagai negara 
kleptokrat: negara yang 
pemerintahannya dikelola oleh para 
pemimpin yang sebagian besar di 
antaranya gemar mencuri. Menurut 
Stanislav Andreski (1966), 
kleptokrasi berasal dari kata klepto- 
mania, penyakit kejiwaan di mana 
seseorang suka mencuri atau 
mengambil hak orang lain tanpa 
merasa bersalah seakan itu 
merupakan haknya. Boleh jadi 
mereka melakukannya juga karena 
merasa diri sebagai orang-orang 
terhormat. 

Lihatlah Jefferson Soleiman 
Montesqiue Rumajar, yang ditahan 
di Lembaga Pemasyarakatan 
Cipinang, Jakarta. Meski berstatus 
terdakwa korupsi, toh masih dilantik 
juga sebagai Wali Kota Tomohon, 
Sulawesi Utara, di Kantor Menteri 
Dalam Negeri, 7 Januari lalu. Dari ho- 
tel prodeo itu, ia kemudian melantik 
sejumlah staf di instansi pemerintah 
daerah yang dipimpinnya. Sungguh 
kacau dan paradoks, melantik abdi 
negara di tempat di mana negara 
justru menjebloskan orang-orang 
yang bersalah ke dalamnya. 

Saat ini juga Kementerian Dalam 
Negeri mencatat, terdapat 17 dari 
33 gubernur yang berstatus 
tersangka korupsi. Menteri Dalam 
Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, 
sejumlah kasus yang melibatkan 
kepala daerah masih terus bergulir 
hingga kini. Kasus terakhir yang baru 
saja diselesaikan adalah rencana 
penonaktifan Gubernur Bengkulu 
Agusrin M Najamuddin, yang diduga 
terlibat korupsi dana bagi hasil Pajak 
Bumi dan Bangunan (PBB) senilai 
Rp23 miliar. "Dua malam lalu saya 
sudah tandatangani surat 
(penonaktifan). Mudah-mudahan 
dua tiga hari ke depan dari Presiden 
bisa segera keluar surat untuk 
dinonaktifkan," katanya dalam rapat 
kerja dengan DPD RI (17/1/2011). 
"Sekarang 155 kepala daerah 
merupakan tersangka," ujar 
Gamawan lebih lanjut. "Tapi saya kira 
masih ada lagi. Saya setiap minggu 
menerima tersangka baru. Baru tiga 
bulan menjabat jadi kepala daerah, 
jadi tersangka." 

Hampir setiap minggu ada pejabat 
yang menjadi tersangka korupsi? Ck- 
ck-ck... Tahun silam Gamawan juga 
baru menonaktifkan sementara 



waktu Wakil Wali Kota Manado Abdi 
Buchori dan Wakil Gubernur 
Sulawesi Utara Freddy Sualang, 
karena terkait kasus penggelem- 
bungan dana penjualan Manado 
Beach Hotel. Sebelum itu ada Bupati 
Sleman Ibnu Subiyanto yang dipen- 
jarakan gara-gara kasus buku. Ironi 
lainnya terjadi di Cilacap: Bupati 
Probo Yulastoro dan Sekda 
Soeprihono serta sejumlah pejabat 
tinggi lainnya dijebloskan 
ke tahanan karena ko- 
rupsi. 

Apa jadinya bangsa ini 
ke depan jika roda peme- 
rintahan digerakkan oleh 
mereka yang tak dapat 
dipercaya? Mungkinkah 
semua ini terjadi karena 
sikap kita yang tak tepat 
terhadap koruptor? 
Bayangkan, misalnya, di 
Medan pernah terjadi 
kepulangan mantan Wali 
Kota Medan Abdillah di 
Bandara Polonia, 2 Juni 
2010, disambut meriah 
oleh ratusan orang yang 
menjemputnya. Selain 
rakyat biasa, pejabat dan 
wakil rakyat setempat pun terlihat 
dalam arak-arakan penyambutan 
(mantan) koruptor yang baru saja 
keluar dari LPSukamiskin, Bandung, 
sehari sebelumnya itu. Orang-orang 
terhormat itu, antara lain, sejumlah 
camat dan lurah di lingkungan 
Pemkot Medan, serta anggota 
DPRD setempat. 

Negara ini juga terlalu bermurah 
hati kepada koruptor. Setiap 
menyambut hari raya keagamaan 
dan ulang tahun kemerdekaan, 
negara selalu memberikan remisi 
kepada mereka. Kalau "hadiah" 
potong masa tahanan itu begitu 
mudahnya diberikan, lantas apa 
artinya korupsi digolongkan sebagai 
kejahatan luar biasa (extra ordinary 
crime)? 

Tak cuma "hadiah", bahkan 
"anugerah" pun pernah diberikan 
kepada seorang koruptor. Adalah 
Syaukani Hasan Rais, mantan Bupati 
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 
yang sudah menikmatinya tahun 
2010. la diberi grasi walau masa 
tahanan yang harus dijalaninya masih 
tiga tahun lagi. Alasannya, karena 
gurubesar ilmu ekonomi Universitas 
Kutai Kartanegara (Unikarta) itu 



menderita sakit parah. Setelah 
bebas, Syaukani langsung 
diterbangkan ke vila pribadinya di 
sebuah perbukitan di Kalimantan 
Timur, untuk beristirahat di rumah 
asri seluas 30 hektar yang dilengkapi 
dengan istal kuda, area berkuda, 
landasan helikopter, dan kebun 
kelapa sawit. 

Ternyata Syaukani masih kaya- 
raya, meski pengadilan sudah dua 




Terdakwa korupsi. Terhormat. 



jangan pernah berkompromi 
menghadapinya (Kompas, 29/10/ 
2005). Tak heran jika Swiss selalu 
dikategorikan Transparency Inter- 
national sebagai negara yang "bersih 
dari korupsi". 

Bagaimana dengan Indonesia? 
Harus dipahami bahwa para 
kleptokrat di sini beraksi bukan 
karena desakan kebutuhan. Bukan 
kekurangan yang mendorong or- 
ang-orang terhormat itu 
melakukan kejahatan luar 
biasa, melainkan kera- 
kusan-keserakahan plus 
aji-mumpung. Selagi ke- 
kuasaan di tangan dan 
kehormatan di pundak, 
bukankah setiap peluang 
harus dimanfaatkan? 
Boleh jadi itulah motto 
hidup mereka. 

Itulah masalahnya 
sehingga korupsi bagai- 
kan penyakit akut di ne- 
gara ini, yang tak hanya 
terjadi di saat-saat nor- 
mal, tapi juga di saat-saat 
darurat. Bayangkan, di 

balik dana-dana bantuan 
(bentamanado.com) 



kali menuntutnya membayar ganti 
rugi. Dari mana harta sebesar itu 
diperolehnya? Hasil kerja- kerasnya 
selama bertahun-tahun sebagai 
dosen hingga menjadi gurubesar? 
Tak mungkin. Dari kelihaiannya 
mendayagunakan jabatannya 
selama menjadi bupati (2005- 
2008)? Kalau ini mungkin saja. 

Inilah yang membuat kita 
bertanya miris: mampukah korupsi 
diperangi sampai ke akar-akarnya? 
Ketua Eksekutif Economic and Fi- 
nancial Crimes Commission (EFCC) 
Nigeria, Mallam Nuhu Ribadu, pernah 
berkata: "Kita punya masalah sama: 
kita cenderung memberi hormat 
pada kepada orang yang justru tidak 
layak dihormati. Kamu melecehkan 
dirimu, kamu melecehkan kebijakan- 
mu. Kamu punya kesempatan yang 
baik, tapi kamu membuat para 
pencuri itu tetap jadi pencuri karena 
kecenderungan itu. Ini masalah 
tentang manusia, jadi jangan ada 
toleransi bagi para koruptor itu. Bawa 
mereka ke depan hukum. Di 
Sementara Pascal Couchepin, 
Konsuler Federal sekaligus Menteri 
Dalam Negeri Swiss, memberi resep: 
jadikan korupsi musuh bersama dan 



kemanusiaan masih ada 
juga orang-orang terhormat yang 
tega menyunatnya. Di institusi- 
institusi negara yang mengelola 
bidang sosial maupun keagamaan 
(seperti naik haji), banyak orang 
yang mencari keuntungan pribadi 
melalui proyek-proyek fiktif sekaligus 
manipulatif. 

Pertanyaannya, mengapa korupsi 
sepertinya telah membudaya di sini? 
Pertama, karena jumlah pelakunya 
kian lama kian banyak. Bukankah 
suat u kejahatan niscaya menjadi 
biasa jika yang melakukannya makin 
lama makin banyak? Kebiasaan itu 
pun akhirnya seakan melahirkan hak. 
Kalau dia melakukan, mengapa saya 
tidak? Kalau saya dituntut bertang- 
gung jawab karena korupsi, 
mengapa yang lain tidak? Tapi kalau 
semua bertanggung jawab, 
bukankah sama saja dengan tak ada 
yang bertanggung jawab (Haryat- 
moko, 2003)? Karena, jika semua 
melakukan, bukankah itu seakan 
telah menjadi kepentingan umum? 
Persis seperti dalam aksi penjarahan 
oleh sekelompok massa. Mana 
mungkin orang ramai dituntut 
bertanggung jawab? Begitulah, 
banalisasi (proses yang menjadikan 



biasa) korupsi telah dan sedang 
berlangsung di sini. Bukankah "setor 
dulu baru dilayani" atau "kasih uang 
semua lancar" seakan telah menjadi 
cara berpikir umum di sini? 

Kedua, kejahatan yang telah 
terbiasa akhirnya berubah menjadi 
"seakan-akan kebaikan". Nurani para 
pelakunya pun terbungkam. Maka 
benarlah kata Aristoteles, bahwa 
keutamaan diperoleh bukan 
pertama-tama melalui pengetahuan, 
tetapi melalui kebiasaan. Ketika 
suatu kejahatan telah menjadi 
kebiasaan, maka makin mudahlah 
melakukannya. Apalagi jika kejahatan 
itu berbuah kenikmatan besar. Si 
koruptor, misalnya, dapat membuka 
lapangan pekerjaan bagi orang-or- 
ang lain, membantu orang-orang 
lain, dan melakukan kebaikan- 
kebaikan lainnya. Bukankah karena 
itu korupsi niscaya menemukan 
pembenarannya? I nilah yang disebut 
mekanisme silih, yang meringankan 
perasaan bersalah atas suatu 
kejahatan. 

Ketiga, sanksi hukum yang lemah 
dan tak efektifnya pengawasan 
membuat korupsi begitu memesona. 
Sebab, seandainya tertangkap pun, 
proses hukum sulit berjalan lancar 
karena si tersangka berpotensi 
menyeret banyak orang lain, termasuk 
para pejabat di institusi-institusi 
penegakan hukum. Keempat, karena 
korupsi digolongkan sebagai white 
collar crime (kejahatan kerah putih) 
maupun extra ordinary crime 
(kejahatan luar biasa), maka citra elitis 
melekat pada pelakunya - sebuah 
euphemisme yang melegakan karena 
berarti tidak dilakukan oleh orang-or- 
ang kebanyakan yang kasar dan tak 
berpendidikan. 

Kelima, siapa yang dirugikan oleh 
korupsi? Kalau negara, siapa itu 
negara? Negara tak bisa sedih dan 
tak pula bisa menangis. Sementara 
jika yang dirugikan rakyat, siapa itu 
rakyat? Orang banyak itu tak punya 
wajah, dan karena itu sama dengan 
anonim. 

Inilah semua alasan yang 
membuat korupsi menjadi biasa (dan 
akhirnya menjadi budaya) di sini. 
Hanya saja, paradoksnya, umumnya 
orang Indonesia masih malu-malu 
untuk mengakui dirinya cinta uang. 
Dan itulah yang paling berbahaya, 
karena cinta uang adalah akar 
kejahatan. ♦ 




87.8 FM 



RADIO SUARA KIDUNG KEBENARAN 

Jl. Gereja No. 45, Pematang Siantar - Sumatera Utara 21 1 24 
Telp. : (0622) 743.6152 Fax. : (0622) 707.4545 



VISI : 

Menjadikan hidup lebih baik 
(Make your live better) 

MISI: 

Menjangkau, Memulihkan, 

Mennuridkan. Mengubahkan 






RADIO SWARA BERKAT 
103,2 FM 

Jl, Pahlawan No. 70 Sid t kalang - Dairi {SUMUT) 

Telp/Fax. 0627 - 23073. Marketing 
HR 081 3.6156 .2429 

Dengarkan Siaran Unggulan kami: 



I FIVI 

THeBeSTRADfOlNDAIRI 

RSB I0.V FM 
Juga berafiliasi dengan Radio 
CVC AuiiraJia Internasional 



Sg gar Jiwa 

Renungan firman Tuhan &. bingkisan lagu- 
lagu rohani. Fkl. 05.00 - 07.00 WIB 



Rubrik Keluarga 

Membahas seputar kesehatan, pendidikan- 
pengetahuan dunia keluarga lainnya. 

?U. 09.00 - 1 1. 00 WIB 



Renungan Malam 

Renungan Firman Tuhan & Eagu-lagu rohani 
Pkl. 19.00 -20.00 WIB 



Solusi 

Konseling firman Tuhan Jewat interaktif 
(hari Kamis). Pkl. 1 9.00 -11 .00 W [B 



Lagu Daerah 

Rcqucst lewat kupon dari berbagai suku. 
Hiburan untuk masyarakar yang mayoritas 
Petani 




RADIO DIAN MANDIRI 100,5 FIW # 

DJAN MANDIRI NETWORK - BIKINI HrDUP LEBIH BAIK 



Dipulihkan untuk memulihkan 

Diberkati untuk memberkati 

Kami hadir untuk anda dengan program-program yang 

"Bikin Hidup Lebih Baik" 
Nias Bermazmur 

Request sortg, most favorite program 
Hadir setiap hari pukul 19.00-21.00 

F.ather Connection 

Program Pengajaran, bagaimana menjadi seorang ayah 
yang lebih baik bersama Pdt. Paulus Wiratno M.Div 
Hadir setiap kamis pukul 21.00 



Garam & Terang 

Program dialog interaktif lewat line sms yang dapat 
memberikan kita pengetahuan secara Alkitabiah. 
Hadir setiap minggu pukul 21,00 wib. 

And many more program to makin g yon r H f e better 

OFFfCE S STUDIO 

JL Goikar Puncak, Dasa Fadoro Lasara 

Gunung sitoii 22815, Nras, Sumatera Utara 

Phona : (62) 081 534 660 697 



REFORMATA 



ire/ormata! 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Manajemen Kita 




W fz ^ 



~ 



Harry Puspito 

(harry.puspito@yahoo.com)* 

SUATU studi yang cukup 
baru mengungkapkan 
bahwa seorang menge- 
luarkan kata-kata sebanyak 
sekitar 16,000 per hari. Mitos 
bahwa wanita lebih banyak 
berbicara daripada pria ternyata 
tidak terbukti. Memang kaum 
Hawa menggunakan lebih 
banyak kata-kata dalam sehari 
tapi jumlahnya tidak terlalu jauh 
berbeda dengan yang dipakai 
kaum Adam per harinya. 

Setiap hari kita terus-menerus 
terekspos kepada kata-kata or- 
ang lain, baik yang kita dengar 
atau kita baca. Sebaliknya kita 
juga terus-menerus menge- 
luarkan kata-kata ke lingkungan 
kita. Kata- kata kita pakai dalam 
berpikir dan dalam berko- 
munikasi, baik secara lisan mau 
pun secara tertulis. 

Pada tulisan sebelumnya kita 
sudah membahas satu aspek dari 
perkataan kita, yaitu aspek 
kejujurannya. Sebagai orang 
yang mau bertumbuh maka kita 
harus bertumbuh dengan me- 
ningkatkan integritas kata-kata 
yang kita pakai. Namun ada sisi 
lain dari perkataan-perkataan kita 
di luar masalah kebenarannya, 
yaitu apakah kata-kata kita 
bersifat positif atau negatif, 
menyemangati orang atau 
melemahkan, menyembuhkan 
yang terluka atau melukai, 



Dahsyatnya Kata-kata 

The real art of conversation is not only to say the right thing at the right time, but to leave unsaid 
the wrong thing at the tempting moment. Dorothy Nevill 



membangun kepercayaan diri or- 
ang atau menghancurkan. 
Kadang sang pembicara tidak 
bermaksud serius - "Saya 
hanya bergurau" na- 
mun tetap saja 
kata- katanya 
menancapkan 
bekas yang tidak 
bisa dihapus, 
apakah positif 
atau negatif. 
Bagaimana Anda 
sendiri selama ini 
telah berkata- 
kata kepada or- 
ang lain? 

Alkitab 
menggambarkan 
Allah kita bekerja 
melalui kata- 
kata dan kata-kata- 
Nya itu berkuasa. Dia 
berbicara dengan manusia 
dengan kata-kata. Ketika Allah 
menciptakan bumi dan segala 
isinya, Dia berkata-kata maka 
jadilah apa yang Dia katakan: 
terang, cakrawala, langit, darat, 
laut, tanaman, benda-benda di 
langit, binatang, dan manusia. 
Bahkan Alkitab itu disebut kata- 
kata atau firman Allah. Dan Allah 
itu sendiri disebut sebagai Firman 
atau Kata (Lihat Yohanes 1). 

Manusia diciptakan sesuai 
dengan gambar dan rupa Allah 
sehingga manusia sedikit banyak 




memiliki karakteristik Allah. Oleh 
itu kata-kata manusia juga 
memiliki kuasa dalam batas-batas 
yang Allah ijinkan. Tidak heran 
kata-kata manusia juga memiliki 
dampak yang luar biasa apakah 
itu positif atau negatif. Oleh 
karena itu jelas kata-kata kita 
penting. Seperti kata-kata Allah, 
seharusnya kata-kata manusia 
seharusnya berpengaruh positif 
atau baik bagi lingkungan. 
Namun sayang, manusia 



termasuk kata-katanya, 
sudah dirusak oleh dosa. 
Tidak heran kata-kata 
manusia bisa mem- 
bangun tapi juga 
banyak meng- 
hancurkan orang 
lain. Jika demi- 
kian kita perlu 
memilih kata- 
kata dengan 
hati-hati. Ba- 
nyak orang 
tua yang me- 
ngatakan 
anak-anaknya 
bodoh, 
brengsek, ti- 
dak tahu diri, 
dsb dan itu 
tertanam 
dalam diri sang 
anak, menim- 
bulkan luka sam- 
pai dia dewasa. 
Banyak suami-istri saling menje- 
lekkan, saling menyakiti dengan 
kata-kata sehingga pasangan 
menjadi musuh. Banyak atasan 
dengan kata-kata membo- 
dohkan bawahannya sehingga 
anak buahnya kehilangan 
kepercayaan diri. Banyak orang 
terus-menerus berkeluh-kesah 
tentang apa saja sehingga orang 
lain merasa capek mendengar- 
kan. Belum lagi banyak orang 
yang terus-terusan marah dan 



menggunakan kata-kata yang tajam 
sehingga melukai hati orang lain. 

Yakobus menggambarkan mulut 
- sumber kata-kata kita - sebagai 
mulut kuda yang perlu dipasangi 
kekang sehingga dapat dikendali- 
kan sesuai dengan kehendak sang 
pemilik. Lidah yang mengucapkan 
kata-kata digambarkan sebagai 
kemudi kapal yang mengarahkan 
kapal yang besar, perlu dikemu- 
dikan agar menuruti kehendak 
sang jurumudi. Lidah juga digam- 
barkan sebagai api yang dapat 
membakar hutan yang besar. Lidah 
sangat berbahaya dan digambar- 
kan sebagai binatang buas yang 
belum ada seorang pun yang 
berkuasa menjinakkan. Dari lidah 
orang memuji Allah (seperti ketika 
orang beribadah atau berdoa) tapi 
dengan lidah dia mengutuk 
manusia yang adalah ciptaan Allah. 

Kita memerlukan penguasaan 
diri kalau mau mengendalikan lidah 
kita. Penguasaan diri yang kuat 
adalah buah Roh (Galatia 5: 23). 
Mau berubah dan bertumbuh 
dalam kata-kata kita Anda, ijinkan 
Roh Allah membentuk dan 
menguasai Anda. Perhatikan dan 
hematlah kata-kata Anda maka 
Anda akan menjadi orang yang 
'berakal budi' (Amsal 10:19). 
Tuhan memberkati.* 



* Penulis adalah Partner di 
Trlsewu Leadershlp Instltute 



GALERI CD 



BERNYANYI GIRANG 




BLESSING Music, memulai terebosan baru 
dengan menghadirkan album anak-anak. 
Doremi Kids tampil membawakan 15 lagu pada 
album ini. Lagu-lagu yang dinyanyikan adalah 
lagu anak-anak yang sudah sangat dikenal. 
Dinyanyikan non stop, dengan arransemen 
musik yang asyik untuk anak-anak dapat 
bernyanyi girang. 
Album ini memberi kegembiraan baru, 



karena dapat memperlengkapi 
kebutuhan album anak-anak, 
yang semakin jarang di 
pasaran. Jika diamati, 
sepertinya perkembangan 
musik untuk anak-anak 
mengalami stagnasi, padahal 
dari sisi market kebutuhan ini 
pasti tetap ada. Blessing, 
mampu melihat peluang ini 
untuk memberi perhatian 
kepada anak-anak, sekaligus 
mengembangkan pasar musik 
untuk anak. 

Suara doremi Kids yang 
polos menambah warna khas 
anak-anak yang ekspresif dan 
ceria. Syair lagu yang pendek, 
menolong anak mudah 
menghapalnya. Polesan musik 
yang mendukung, membuat 
album ini sudah selayaknya menjadi koleksi setiap 
keluarga, agar dapat dinyanyikan anak dengan 
girang. 

Selamat menikmati dan memiliki album ini, 
Blessing menghadirkannya untuk anda. Semoga 
setiap keluarga dapat mengingat, lagu-lagu 
pada album ini membuat anak-anak dapat 
bernyanyi girang untuk memuliakan Tuhan! 

&Lidya 



Produser 


: Blessing Music 


Judul 


: Aku anak Raja 


Vokal 


: doremi Kids 


Distributor 


: Blessing Music 



PERSEMBAHAN terbaru 
dari Getsemani Record. 
Karya pujian dari Awie 
dalam album,"Better than 
Life". Dengan suara 
khasnya, Awie melan- 
tunkan 10 lagu pujian dan 
penyembahan melalui al- 
bum ini. Di antaranya: Lebih 
dari seorang pemenang, 
Karya-Mu, Let Your Glory 
Fail, Penebus yang Me- 
ngasih i m u, merupakan 
kesaksian pribadi Awie 
bersama Tuhan. 

Awie melantunkan selu- 
ruh pujian pada album ini 
dengan sentuhan warna 




Jawaban Atas Permasalahan 



musik pop, yang tetap terdengar indah 
dan menghidupkan. Beberapa lagu 
lainnya seperti: Bersama-Mu, Your Light, 
B'riku Hati Baru, Jangan Takut Hai Sion, 
Dia Berkuasa (HE), Kau Berharga, tetap 
mampu membuat anda ikut bernyanyi. 

Temukan CD maupun kasetnya. 
Pastikan Anda dapat merasakan dan 



menikmati lawatan kasih Tuhan, melalui 
pujian penyembahan ini. Pujian 
penyembahan dalam album ini, 
memberi kekuatan untuk selalu 
berserah pada Yesus, karena Dialah 
gunung batu keselamatan dan sumber 
pengharapan, disaat mencari jawaban 
atas permasalahan kita. j&Lidya 



Judul 


: Better than Life 


Vokal 


: Awie 


Produser 


: Mulyadi Lie 


Distributor 


: Getsemani Record 



REFORMATA 




Bincang-bincang 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



ire/ormata| 



Dr. Thamrin Amal Tomagola, Sosiolog UI 

Serangan Atas Umat Akan 
Terus Berlangsung 




DI tahun 201 1 ini, setiap orang 
berharapa akan sebuah 
perubahan yang lebih baik bagi 
negeri ini. Perubahan yang terjadi 
secara menyeluruh dalam tatanan 
sosial maupun politik bangsa ini. 
Sayangnya harapan itu tampaknya 
belum dapat terkabulkan. Bencana 
masih terus berlangsung walaupun 
intensitasnya tidak begitu besar. Situasi 
sosial politik pun belum banyak berubah. 
Kasus-kasus pelanggaran hukum 
berlarut-larut dan malah menghadirkan 
kasus baru yang seolah meneng- 
gelamkan kasus sebelumnya. 

Situasi tidak menentu ini membuat 
pesimis masyarakat. Entah pemerintah 
lamban atau bahkan mungkin dianggap 
tidak perduli dengan persoalan yang 
menimpa rakyatnya tiada yang tahu. 
Ketidakpercayaan tersebut pun 
terwujud dalam berbagai kritik maupun 
aksi di berbagai tempat. Kritikan terus 
boleh saja berlanjut, namun pemerintah 
pun seolah bergeming dengan berbagai 
fenomena sosial politik yang ada. 
Banyak kasus yang lewat begitu saja. 
Panas di awal dan tidak tahu bagaimana 
akhirnya. Sebut saja kasus Bank Cen- 
tury yang nyaris tidak ada 
pembahasannya sama sekali. Kasus 
Gayusyang seperti karet melar, maju 



mundur tidak jelas apa hasil 
akhirnya nanti. Banyak kasus 
penutupan gereja, penyerangan 
gereja yang bahkan berlangsung 
sudah lama namun belum ada 
tindakan hukum untuk 
mengehentikan tindakan anarkis 
itu. Fenomena politik tidak 
menentu, hal ini tentunya akan 
mempengaruhi ruang lingkup 
sosial masyarakat kita. 

Lantas bagaimana dengan 
nasib umat beragama yang selama 
ini terus terjadi. Penutupan 
gereja yang dilakukan oleh 
pemerintah daerah ataupun oleh 
ormas tertentu sering terjadi 
sepanjang tahun 2010. Namun 
sepertinya berbagai peristiwa 
tersebut seolah dibiarkan begitu 
saja. Pada tahun 2010 saja sudah 
banyak pengaduan yang 
disampaikan kepada pemerintah 
terkait gangguan keamanan dan 
kenyamanan beribadah. Namun 
pengaduan tersebut hanya 
diterima, tidak jelas bagaimana tindak 
lanjutnya. 

Tahun 2011 ini, apakah umat 
beragama di Indonesia bisa 
mendapatkan jaminan dari pemerintah 
terkait kemanan dan kenyamanan 
beribadah? Apakah akan ada 
perubahan sosial politik yang dapat 
mempengaruhi situasi keberagamaan 
yang lebih kondusif? Dr. Thamrin Amal 
Tomagola, sosiolog dari Universitas In- 
donesia, memberikan berbagai 
pendapat. Dr Thamrin juga dikenal 
sebagai sosok yang giat 
mengupayakan terjalinnya toleransi 
antarumat beragama. 

Akankah ada perubahan 
mengenai tindak kekerasan 
terhadap umat beragama yang 
beberapa kali terjadi pada tahun 
2010 lalu? 

Saya kira tidak ada perubahan, saya 
takut malah akan meningkat. Karena 
yang menggerakkan ini bukan elit politik, 
gerakan ini lebih banyak digerakkan oleh 
kelompok minoritas dari ormas-ormas 
tertentu yang basisnya di satu daerah 
terutama di Jawa Barat. Ini kan 
gerakan di bawah, bukan dari atas. 
Kegiatan dari ormas ini akan berlanjut 
terus karena selama ini tidak ada 



tindakan dari polisi, baik itu tindakan 
pengamanan kepada bangunan gereja 
maupun kepada jemaatnya. Jadi bisa 
saja tindakan dari ormas-ormas tersebut 
bukannya menurun malah justru 
sebaliknya. 

Lantas kenapa sepertinya polisi 
sepertinya tidak dapat 
menyentuh ruang gerak dari 
ormas-ormas tersebut? 

Karena sebagian besar dari ormas- 
ormas yang ada ini, pada jaman Orde 
Baru dipakai oleh polisi untuk penekanan 
atau penagihan kepada tempat hiburan. 
Jadi bisa dibilang dulu ormas-ormas ini 
dipelihara oleh polisi, dan sekarang 
setelah sebagian dari ormas ini besar, 
sudah tidak lagi bisa dikendalikan. 

Kalau begitu, apa langkah 
antisipatif yang memungkinkan 
untuk dilakukan dalam 
menangani ormas-ormas 

tersebut? 

Saya kira ada baiknya jika kelompok- 
kelompok damai baik itu dari kelompok 
muslim maupun Kristen harus bersatu. 
Keduanya juga harus saling berkordinasi 
untuk melakukan perlindungan. Bahkan 
yang saya tahu, tindakan semacam itu 
sudah ada, hanya saja hal tersebut 
tidak dilakukan oleh negara, melainkan 
oleh masyarakat. Kita bisa melihat 
bagaimana kiai menggerakkan banser 
untuk melakukan tindakan antisipatif di 
beberapa daerah. 

Banyak pendapat yang 
mengganggap bahwa terkait 
peristiwa penyerangan terhadap 
umat beragam tertentu yang 
terjadi, Presiden seolah 
melakukan pembiaran. 

Sebenarnya apakah memang 
Presiden tidak mempunyai 
kapasitas untuk sampai ke sana, 
ataukah ada motif politik 
tertentu? 

Saya kira motif politik tidak ada, ini 
semata-mata kelemahan operasional 
dan organisasional dari kepolisian. 
Sayangnya kelemahan-kelemahan ini 
tidak diinstropeksi oleh Presiden. 
Seharusnya Presiden melakukan 
instruksi terkait beberapa peritiwa yang 
ada. Seharusnya pengawalan terhadap 
rumah ibadah tidak hanya dilakukan 



pada hari raya saja, namun perlu 
dilakukan dari minggu ke minggu juga. 

Apakah berarti bahwa situasi 
seperti ini akan berlangsung 
sampai 2014, di mana terjadi 
pergantian kepemimpinan 
nasional? 

Saya kira akan berlanjut. Akan 
berlanjut dan kemudian Presiden hanya 
akan berpangku tangan, berdiam diri 
dan tidak melakukan apa pun. I ni kan 
menyedihkan kalau pemimpin tertinggi 
tidak berbuat apa-apa. Jika tidak ada 
penanganan yang mendasar dalam 
menyikapi peristiwa ini, situasi ini juga 
bisa saja berlanjut ketika pemerintahan 
dengan sistem yang baru terpilih pada 
2014. 

Apa untung-ruginya bagi 
presiden saat ini jika ia campur 
tangan terhadap persoalan umat 
beragama saat ini? 

Ruginya adalah kalau presiden saat 
ini campur tangan terhadap persoalan 
semacam ini, ia akan membuat marah 
kelompok-kelompok partai Islam keras, 
la pun bisa kehilangan dukungan dari 



parlemen untuk mengegolkan suatu 
undang-undang tertentu. Itu artinya, 
ini bisa saja berlanjut pada situasi 
koalisi politik pada tahun 201 4 nanti. 
Tentu apa yang terjadi saat ini bisa 
mempengaruhi hubungannya dengan 
kelompok-kelompok Islam yang saat ini 
menjadi kawan koalisinya. Mengingat 
bahwa kelompok-kelompok dari partai 
Islam keras ini cukup dekat dengan 
kelompok-kelompok yang suka merusak 



Lalu apa langkah yang paling 
mungkin dilakukan oleh umat 
dalam situasi semacam ini? 

Paling penting adalah kelompok 
damai dari berbagai agama harus 
bersatu dan terus saling berkordinasi 
antara satu dengan lainnya. Perlu 
digunakan juga penyuluhan- 
penyuluhan mengenai pluralisme guna 
memberikan penyadaran bagi setiap 
masyarakat, serta penguatan basis- 
basis komunitas antar umat beragama. 

Bila penyerangan terhadap 
umat beragama dibiarkan, 
mungkinkah terjadi disintegrasi? 

Terjadinya disintegrasi sepertinya 
masih jauh. Tapi proses penumpukan 
kekecewaan dan kemarahan itu yang 
perlu diwaspadai. Efeknya bisa saja 
menciptakan terjadinya disintegrasi. 
Kalau hal ini dibiarkan, penumpukan 
tersebut bisa memuncak pada tahun 
2030. Terutama provinsi-provinsi di 
wilayah timur bisa saja lebih dahulu 
merasakan efeknya. 

&Jenda Munthe 




92.2 FM 

Simak Terus Program Acara Kami: 

Kado Buat Kamu, Salam Keluarga, 

Salam Bakodapa, Curhat, 

Bedah Lagu, Nafiri Top Teri 

J^ftilio JttiArfl ^yVnfiri 



itunc 



Office: SPBU Madidir Jin, Babe Palar 

Kota Bitung Telp (0438) 5507210 

Fax: (0438) 38444 

Studio: Puncak Nafiri Pakadoodan 

Kota Bitung. Telp(0438) 32772 

SMS 081340000792 

Email; suaranafiri_fm@yahoo.Gom 




Presiden SBY menyampaikan 10 
keberhasilan pemerintah pada tahun 
2010 pada pembukaan acara Rapat 
Kerja tahun 2011 di Jakarta Con- 
vention Center, Senayan, Jakarta 
(10/1). Antara lain ekonomi terus 
tumbuh dan berkembang dengan 
fundamental yang makin kuat, 
sejumlah indikator kesejahteraan 
rakyat mengalami kemajuan 
penting, stabilitas politik terjaga dan 
kehidupan demokrasi makin 
berkembang. Selama tahun 2010 
lalu j uga nyaris tidak terjadi beberapa 
kasus besar dan kelemahan 
penegakan hukum, tetapi 
pemberantasan korupsi, terorisme 
dan penanggulangan narkoba 
mencatat sejumlah prestasi. Juga 
tidak terjadinya konflik komunal 
berskala kecil, yang artinya 
keamanan dalam negeri terjaga baik. 

Bang Repot: Pantesan para 
tokoh agama bilang "presiden 
bohong". Lha wong yang 
miskin masih banyak, kasus- 
kasus penutupan rumah ibadah 
terjadi berulang-ulang, dan 
para koruptor berjemaah makin 
merajalela praktiknya. Yang 
kayak begitu kok dibilang 
berhasil. 



Saat para rohaniawan lintas agama 
dan pemerintah sibuk berpolemik 
soal "Daftar Kebohongan Rezim 
SBY," seorang kakek mengakhiri 
hidupnya dengan gantung diri karena 
tak punya biaya untuk berobat dan 
tak kuat menahan rasa sakitnya. 
Mbah Sugiman (66), warga Karang 
Anyar, Tugu, Semarang, Jawa 
Tengah, ini adalah salah seorang dari 
puluhan juta orang yang masih hidup 
dalam kemiskinan di negeri kaya ini. 

Bang Repot: Lanjutkan 
mengklaim keberhasilan! 

Para rohaniawan lintas agama, 
antara lain Din Syamsuddin, Ahmad 
Syafii Ma'arif, Pendeta Andreas 
Yewangoe, Romo Mgr Situmorang, 
Romo Frans Magnis Suseno, Bikkhu 
Pannyavaro, dan I Nyoman Udayana 
Sangging, menandatangani seruan 
terbuka kepada pemerintah agar 
menghentikan kebohongan public, 
terutama soal angka kemiskinan. 
Pemerintah dituding berbohong 
karena berkali-kali menyatakan telah 
berhasil mengurangi kemiskinan. 

Bang Repot: Selain belum 
berhasil mengurangi kemiskinan 
secara signifikan, pemerintah 
juga tak menjamin kebebasan 
berkeyakinan, beribadah dan 
menggunakan tempat untuk 
beribadah. Parahnya, 

pemerintah kerap hanya bisa 



menonton ketika aksi brutal dari 
para preman yang mengancam 
hak asasi manusia itu terjadi. 
Inikah negara penonton? 

Gayus Tambunan akhirnya resmi 
dijadikan terpidana setelah divonis 7 
tahun penjara dan denda Rp300 juta 
terkait kasus mafia pajak. 
Menanggapi putusan tersebut, Jaksa 
Agung segera menyatakan akan 
melakukan banding. Diketahui bahwa 
sebelumnya pihak kejaksaan 
mengajukan tuntutan 20 tahun 
untuk Gayus. 

Bang Repot: Soalnya bukan 
berapa lamanya Gayus akan 
dihukum, tetapi rasa keadilan 
masyarakat yang harus 
dipertimbangkan. Apalagi 
kejahatan Gayus bukan hanya 
korupsi, tetapi juga menyuap polisi 
agar bebas keluar masuk rutan 
lebih dari 60 kali, juga memalsukan 
paspor agar bisa jalan-jalan ke 
mancanegara. Enaknya jadi 
koruptor di negara ini. 

Usai menerima vonis hakim, Gayus 
langsung mengeluarkan pernyataan 
yang diperkirakan akan menimbulkan 
polemik baru. Sebab, pernyataan 
Gayus menyerang Satuan Tugas 
Pemberantasan Mafia Hukum, 
terutama sekretarisnya, Denny 
Indrayana. 



Bang Repot: Terlepas dari 
nyanyian Gayus itu merdu atau 
sumbang, Denny harus diperiksa 
dan selanjutnya mungkin lebih 
baik jika satgas ini dibubarkan 
saja. Urusan korupsi, serahkan 
saja kepada KPK. 

Mantan Dirjen Pajak Darmin 
Nasution belakangan ini disebut- 
sebut terlibat soal kasus Gayus 
Tambunan. Karena itu, Masyarakat 
Anti Korupsi (MAKI) meminta agar 
Mantan Dirjen Pajak itu diperiksa 
terkait kasus perkara pajak PT Surya 
Alam Tunggal (SAT) yang dengan 
jelas-jelas melibatkan Gayus. 

Bang Repot: Pokoknya siapa 
pun yang terlibat atau terkait 
kasus korupsi, baik pejabat, 
mantan pejabat, pengusaha 
besar, pemimpin partai, bahkan 
aparat penegak hukum, periksa 
semuanya. Negara ini rusak 
karena perbuatan mereka yang 
tidak bertanggung jawab. 

Sebelumnya, dalam replik 
pribadinya yang dibacakannya di 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 
Gayus mengungkapkan niatnya 
untuk menjadi staf ahli di lembaga 
penegak hukum. Bahkan mantan 
pegawai golongan III Adi Direktorat 
Jenderal Pajak itu mengatakan kalau 
ia menjadi staf ahli di salah satu instansi 



tersebut, dalam dua tahun Indone- 
sia akan terbebas dari korupsi. 

Bang Repot: Bodohlah orang 
yang mau percaya omongan 
mafia pajak, pemalsu paspor, 
dan penyuap polisi itu. 

Komisi untuk Orang Hilang dan 
Korban Tindak Kekerasan (Kontras) 
mempertanyakan keseriusan Polda 
Metro Jaya, khususnya dalam hal 
penegakan hukum. Setidaknya 
kasus pelemparan bom molotov 
terhadap kantor sebuah media dan 
kekerasan yang menimpa aktivis 
ICW, Tama S Langkun. Menurut 
Wakil Koordinator Kontras, Indria 
Fernida di Polda Metro Jaya (11/1), 
sejak dilakukannya pergantian 
Kapolda dari Komjen Pol Wahyono 
kepada Irjen Pol Sutarman beberapa 
bulan lalu, pihaknya belum pernah 
mendengar ada informasi 
perkembangan kasus-kasus 
tersebut. Disebutkan pula beberapa 
jenis kekerasan yang dirasa perlu 
mendapat perhatian dari Kapolda 
Metro Jaya, di antaranya kekerasan 
terhadap pekerja HAM, kekerasan 
oleh kelompok vigilante (kelompok 
yang melakukan kekerasan dengan 
mengambil alih fungsi penegak 
hukum). 

Bang Repot: Kita menunggu 
gebrakan dan realisasi janji-janji 
Kapolda Metro Jaya Sutarman. 



REFORMATA 



|re/ormata| 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Peluang 




Demak br. Manik, Pedagang Bahan Tekstil 

Percaya Diri dan Tekun 



PEREMPUAN ini bisa dikatakan 
sudah sangat mengenal asam 
garam bisnis penjualan pakaian 
atau tekstil, la sudah mulai mengenal 
bisnis penjualan pakaian sejak usianya 
masih sangat muda. Tepatnya sejak 
tahun 70-an ia sudah mengikuti 
aktivitas ibunya berdagang pakaian di 
Pasar Senen, Jakarta Pusat. Saat itu 
memang ia belum secara penuh 
menggeluti bisnis ini. Perempuan 
bernama lengkap Demak Sirait br 
Manik ini saat itu berprofesi sebagai 
karyawan swasta di salah satu 
perusahaan asing yang cukup 
mempunyai nama. Namun ia merasa 
perlu menambah penghasilannya dari 
bisnis lain. Karena itu ia mencari cara 
bagaimana dapat memenuhi 



keinginannya tersebut. 

Awalnya perempuan kelahiran 
Kotacane, Aceh Tenggara ini memang 
tidak begitu saja dengan serta- 
mertanya meninggalkan profesinya 
sebagai karyawan swasta, la mulai 
memperhatikan orang-orang di 
sekitarnya yang menjalani bisnis 
dagang. Tidak jauh-jauh ia melihat 
bahwa ibunya memiliki usaha 
berdagang pakaian, la pun 
memutuskan untuk mengikuti ibunya 
saat sedang menjalankan usahanya 
tersebut. Demi mendapat 
pengetahuan seputar bisnis 
berdagang pakaian tersebut, ia rela 
membantu ibunya mengangkat 
barang dari gudang ke toko. la 
menyebutnya sebagai profesi "kuli". 



Menurutnya demi mendapat 
pengetahuan seputar bisnis itu 
memang harus memulai dan 
mengetahui seluk bisnis tersebut mulai 
dari bawah. Jadi ia tidak 
mempersoalkan bahwa apa yang ia 
lakukan tersebut cukup terpandang 
atau tidak. 

la melihat bahwa ibunya memiliki 
keuntungan tersendiri dalam 
menjalankan bisnisnya tersebut. Tidak 
seperti dirinya yang berprofesi sebagai 
karyawan swasta yang hanya memiliki 
uang saat awal-awal gajian saja, ibunya 
dapat menerima hasil dari 
keuntungannya berjualan setiap hari. 
Terlebih ia merasa bahwa bekerja di 
perusahaan sangat monoton dan 
tidak memberikan tantangan. Hal ini 




membuatnya semakin bersemangat 
memperdalam pengalaman berbisnis, 
dan menggelutinya. 

Setelah merasa mantap berbisnis, 
pada tahun delapan puluhan ia pun 
memutuskan untuk menjalankan 
bisnis ini dengan modalnya sendiri, la 
mulai dengan jumlah kecil menjual 
pakaian dengan cara kredit ke 




beberapa relasinya. Menurut 
pengakuannya ia pun sempat sempat 
menjalin relasi dari beberapa langganan 
ibunya, dan hubungan ini terus 
dipertahankan sampai ia memiliki bisnis 
yang cukup besar. Dari 
pengalamannya bekerja untuk ibunya 
ia juga belajar dari mana mendapatkan 
bahan dagangannya yang dapat dibeli 
dengan harga grosir. Dari situ, dengan 
modal sendiri ia memulai usahanya 
dengan berbelanja kepada importir 
dengan memanfaatkan perkenalan 
semasa ia membantu ibunya, la pun 
memiliki importirnya sendiri. Namun ia 
belum memiliki kios untuk 
memasarkannya barang 

dagangannya, la pun menjalankan 
bisnis tersebut dengan menawarkan 
barang dagangannya kepada orang- 
orang yang ia kenal. 

Pada tahun 90-an, ia membuka 
sebuah kios di Pasar Senen. Walaupun 
masih sederhana, ia yakin bahwa bisnisnya 
tersebut nantinya akan memberikan hasil 
yang cukup memuaskan. Kios tersebut 
awalnya hanya menyediakan pakaian 
khusus wanita saja. Itu pun ia serahkan 
kepada rekannya untuk mengelola kios 
tersebut sementara ia masih terus sibuk 
mencari jenis barang lain yang 
menurutnya bisa dipasarkan. 

Perlahan usahanya semakin 
berkembang pesat dan semakin 
banyak yang mengenalnya. Berkat 
kerajinannya untuk terus bergerak 
mencari pelanggan dari satu tempat 
ke tempat yang lainnya, ia pun memiliki 
banyak pelanggan. Langganannya 
bahkan tidak sedikit yang berasal dari 
luar kota. Sebut saja Palembang, 
Tasikmalaya, Garut, bahkan Medan 
adalah kota-kota yang sering ia kirimi 
barang dagangannya. 

Kiosnya pun bertambah, bahkan ia 
berhasil mengembangkan usahanya 
dengan mengisi kios yang telah 
berubah menjadi toko tersebut 
dengan berbagai produk tekstil lain 
seperti sarung, kebaya, songket dan 
ulos. la pun mengembangkan 
usahanya sampai ke luar kota. Rasa 
percaya dirinya terhadap bisnis yang ia 
telah geluti puluhan tahun ini pun terus 
meningkat, la membuka toko yang 
menawarkan berbagai produk tekstil 
di kota Medan. Peningkatan usaha ini 
pun bukan tanpa tantangan, la pernah 
tertipu oleh karyawannya sendiri yang 
menyebabkan ia rugi besar, la sempat 
depresi, mengingat harus mengganti 
barang-barang yang telah ia ambil dari 
importir. Hal tersebut memang sempat 
menghentikan langkahnya, namun tak 
ia biarkan hal tersebut berlangsung 
lama. la berserah penuh pada Tuhan 
dan percaya pasti ada jalan keluar dari 
setiap masalah. 

Beruntung, para importir yang 
mengenalnya cukup lama, memberi 
kepercayaan kepadanya untuk 
mengganti kerugian secara bertahap. 
Kini karena kepercayaan drinya tersebut 
ia berhasil bangkit dan membuka 
beberapa toko di Senen. Bahkan ia 
sempat menjadi produsen untuk 
beberapa jenis pakaian yang iaciptakan 
sendiri dengan bantuan beberapa 
karyawannya. Kini ia berencana 

mengembangkan usahanya pada 
bidang konveksi tas. Menurutnya yang 
terpenting dalam menjalankan usaha 
adalah bagaimana memberikan harga 
semurah mungkin namun tidak 
melewati batas minimal modal. 
Memperbanyak variasi dagangan juga 
merupakan nilai lebih bagi setiap 
pedagang, dan untuk itu setiap 
pedagang perlu memiliki keberanian lebih 
ketika memutuskan untuk memulai 
usaha seperti ini. ^rJenda Munthe 



REFORMATA 




n Gereja dan Masyarakat 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



sre/ormata| 



Rumah Singgah Socious 

Tempat Berbagi Kasih 



DELAPAN orang perwakilan 
Wanita Katolik (WK) rant- 
ing Santa Bernadeth, Wilayah 
Lippo Karawaci, Gereja Paroki 
Santa Helena, Tangerang, 
melakukan kegiatan bakti sosial 
(baksos) di Cilincing, Jakarta 
Utara, Sabtu, 11 Desember 
2010. Sebelum menuju lokasi 
baksos, kedelapan anggota 
perutusan ini melihat stand anak- 
anak Socius. Setelah itu, mereka 
mengikuti misa kudus di Kapela. 
Suasana damai sungguh dirasakan 
oleh mereka di kapela ini. 

Dalam mengikuti misa, mereka 
memadahkan syukur pada 



sekitar Cilincing. Saat ini, 
jumlah anak-anak ter- 
sebut sekitar 120 orang 
anak usia Taman Kanak- 
kanak (TK) dan 40 orang 
yang sudah lanjut usia 
(Lansia). Para WK ini 
masuk ke ruang kelas, 
menjumpai anak-anak 
sedang belajar. Ruang 
kelas begitu sederhana, 
namun anak-anak tampak 
ceria. Para WK membagi 
bingkisan berupa sem- 
bako untuk para lansia, 
juga alat-alat tulis, buku, 
tas, susu, dan biskuit 

r 




belakang penjara: Nusa- 
kambangan, Tangerang, 
Salemba, Cipinang, dan 
Cirebon. 

Satu dalam suka 

Rumah Singgah Socius, 
yang bersemangatkan 
nothing to loose ini 
terbentuk ketika pada 
awalnya (tahun 2007), 
Pastor Jost mengunjungi 
pelbagai penjara di daerah 
Tangerang, dan kadang ia 
ditemani oleh seorang 
awam bernama Wagiman. 
Wagiman ini kerap mudah 



belajar satu dalam suka. 

Dalam Rumah Singgah Socius, 
yang terdiri dari 12 mantan 
napi, sebuah kisah nyata terjadi 
pada seorang anggotanya, 
mantan napi dari LP Tangerang 
yang anak bayinya sakit keras 
dan bingung mencari bantuan. 
Ternyata setiap anggota Socius 
rela memberikan hasil penjualan 
benda-benda rohani untuk 
membeli obat untuk si bayi. 
"Jadi, ternyata di balik 
keterbatasan mereka, malahan 
ada seorang mantan napi yang 
rela menjadi ayah angkat dari 
seorang anak tak berayah. Di 




Tuhan karena di penghujung 
tahun 2010 ini, WK ranting 
Santa Bernadeth berke- 
sempatan untuk berbagi kasih 
kepada sesamanya yang sangat 
membutuhkan bantuan. Usai 
misa, anggota WK ini kemudian 
berangkat ke Rumah Singgah 
Lumba-lumba yang letaknya 
hanya beberapa meter dari 
pinggir laut lepas, Jakarta Utara. 

Di sana, mereka disambut Ibu 
Muaral (singkatan dari 
Budayakan Muatan Moral). Beliau 
adalah Ketua Yayasan Rumah 
Singgah Lumba-lumba, la 
sempat terkejut dengan 
kehadiran para WK ini karena 
sebelumnya tak diinformasikan 
mengenai kehadiran mereka. 

Rumah Singgah Lumba-lumba 
adalah sebuah yayasan yang 
menaungi anak-anak nelayan di 



untuk anak sekolah. 

Lili Hanafi, seorang anggota 
WK mengatakan, dari dana 
yang terkumpul WK ranting 
Santa Bernadeth, sebagiannya 
diperuntukkan sebagai modal 
kerja bagi Rumah Singgah So- 
cius dibawa asuhan Pastor Jost 
Kokoh Prihatanto, Pr., yang 
saat itu diwakili Pak Bambang 
(Bersama Allah makin ber- 
kembang). Bambang adalah 
ketua eks nara pidana (napi) 
Rumah Singgah Socius. Rumah 
ini juga adalah rumah untuk 
mantan para napi. Di tempat 
ini, mantan napi dibina dan 
diajarkan untuk berkreativitas 
sebagai modal hidup. Mereka 
diajarkan membuat benda- 
benda rohani, seperti patung, 
salib, tempat lilin, dan lain- 
lain. 



Sahabat bagi sesama 

Moderator Rumah Singgah So- 
cius, Pastor Jost Kokoh 
Prihatanto, Pr., mengatakan 
munculnya Rumah Singgah So- 
cius adalah wujud dari ke- 
pedulian terhadap sesama yang 
mengalami keprihatinan dalam 
hidupnya. Mengutip Injil Yohanes 
15:14-15, dia mengatakan 
bahwa sesungguhnya manusia 
adalah sahabat bagi sesamanya. 
Lebih lanjut, Pastor Jost 
menjelaskan bahwa, kasih dan 
persahabatan adalah dua hal 
yang tak terpisahkan. 

Dalam kaitan itulah, 

pertengahan tahun 2008, Pastor 
Jost bersama beberapa mantan 
napi berinisiatif membentuk 
sebuah rumah singgah bernama 
SOCIUS. Socius dalam bahasa 
Latin berarti "sahabat" (mungkin 
dari sini juga berasal pemahaman 
dasar bahwa manusia adalah 
makluk sosial (bersifat 
"bersahabat"). 

Mengutip perkataan populer 
Alvin Toffler, yaitu perubahan 
tidak hanya berguna bagi hidup, 
tapi perubahan adalah hidup itu 
sendiri, Pator Jost melihat para 
anggota Socius ini juga ingin 
berubah, berbenah, berbuah; 
berdaya guna, berdaya makna, 
dan sekaligus berdaya tahan 
sebagai manusia baru. Mereka 
sendiri berasal dari pelbagai latar 




tersenyum dan tidak putus 
memberi harapan bagi para 
narapidana, entah di penjara 
remaja, dewasa, anak-anak, juga 
penjara wanita. Oleh sebab 
itulah, Pastor Jost memaknai 
Wagiman bisa berarti "Wajah 
Giat Beriman." 

Selama dua tahun terakhir ini, 
para anggota Rumah Singgah 
Socius dengan pelbagai latar 
belakang agama, berusaha giat 
beriman tanpa melupakan 
"gereja" dan "musholla"nya. 
Mereka mencukupi kebutuhan 
hariannya dengan membuat 
pelbagai benda rohani tadi. 
Mereka menjual hasil karyanya 
demi membeli nasi, indomie, 
alat-alat mandi, dan keperluan 
harian lainnya. Dari sinilah, 
mereka belajar bersama teman- 
temannya untuk mencoba 



balik pengalaman "malam gelap", 
mereka berjuang untuk hadir 
dalam duka serta berbagi dari 
apa yang mereka punya," kata 
Pastor Jost. 

Berjabat dalam doa 

Dengan menambil refleksi dari 
Santo Thomas Aquinas, Pastor 
Jost mengatakan persahabatan 
berarti menghayati hidup 
bersama (living together), tapi 
tidak melulu berarti satu atap, 
cor unum et anima una, tetap 
sehati sejiwa, walaupun 
berbeda tempat. Disinilah, 
lanjut dia, kita perlu mengingat 
bahwa Yesus saja berdoa 
kepada BapaNya di taman 
Getsemani juga di Gunung 
Kalvari. "Bagaimana dengan 
kita?" 

£?Stevie Agas 



SUARA SION PERDANA 

RA5SIH3A Lhraiai Haria Feufc jt Kad- M ffll.ii 



Dada 



Embun Pagi 

Renungan Alkitab Memberi Kesegaran Jiwa Kepada 

Anda 

Hadir setiap hari pk. 05.30 WIB 



Pesona Pagi 

Setiap Senin - Minggu 
pk. 06.00 - 07.00 WIB 
Sabtu pk. 10.00 - Pdt. Bigman Sirait 



Gema Nafiri 

Lagu-lagu Rohani yang menghibur Anda setiap hari 

menjelang senja 

Setiap Senin - Kamis pk. 18.00 WIB 

Alamat Studio: 

D Tegal Arum Karanganyar 57712 

Tip. (0271) 495090/641492 





s 



TUNE IN ! 




Mpre Than Friend 

News 

Good People 




-II. i.' r. sijinmaNft. 12 

Trl|i. ;Fhx: i(I4A1iM62M^ 
H|>, Smdin : SS.^Oii i 
.% ulioG.rtmt 










-■' y 






rp 


9jfifiE&LLii£ei£)©^ 


J * 1 

tim 




ji 

Telp. 


Alamat: 
. Woodward No. \1 
Palu 94112 
0451-422694/453 


l 
533 



REFORMATA 



ire/ormata! 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Kredo 





Pdt. Yusuf Dharmawan 

KATA "awam" dalam 
bahasa Indonesia berarti 
"biasa". Sedangkan or- 
ang awam berarti orang biasa, 
bukan rohaniwan (Kamus Umum 
Bahasa Indonesia). Pada 
persidangan Dewan Gereja- 
gereja se-Dunia (DGD) yang 
pertama di Amsterdam, Belanda 
pada 1948 silam, sudah mulai 
ditegaskan tentang pentingnya 
peranan kaum awam yang 
mempunyai latar belakang 
pendidikan yang bermacam- 
macam. Menurut pernyataan 
dalam sidang tersebut, jumlah 
kaum awam mencapai lebih dari 
99% dari seluruh anggota 
gereja, ternyata mempunyai 
potensi yang sangat besar 
dalam pertumbuhan gereja. 
Hanya gereja-gereja belum 
menyadari hal ini (Andar Ismail). 
Ada dua tempat utama 
pelayanan kaum awam, yaitu di 
dalam gereja dan di luar gereja. 
Secara umum kaum awam 
menghabiskan sebagian besar 
waktunya di luar gereja. Enam 
dari tujuh hari dalam seminggu 
mereka berhubungan dengan 
dunia sekuler yang juga 
merupakan dunia orang tidak 
percaya. Itulah sebabnya kaum 
awam mempunyai kesempatan 
yang luas untuk bersaksi 
tentang Kristus. Tuhan telah 
memberikan tugas khusus/ 
spesifik bagi setiap bagian 
tubuh. Satu bagian tidak 
mungkin dipisahkan dengan 
bagian lainnya. 

Banyak penelitian yang telah 
dilakukan mengenai pelayanan 
kaum awam ini. Hendrik 
Kraemer menyatakan bahwa 
kaum awam harus memainkan 
peran yang sangat signifikan di 
tengah kehidupan bermas- 
yarakat, sebagai saksi yang 
bersemangat, dan pelayanan- 



Peran Kaum Awam 
Menangkan Jiwa 



nya merupakan 
bagian integral dari 
kehidupan gereja. 
Tampak bahwa, 
kaum awam ini 
adalah orang-orang 
profesional di bi- 
dangnya masing 
masing, seperti 
dokter, ahli hukum 
atau pendidik. Ba- 
nyak orang tidak 
percaya datang 
untuk berkonsul- 
tasi dengan para 
profesional itu. Inilah kesem- 
patan emas untuk melakukan 
penginjilan pribadi. Kesempatan 
emas ini harus diwujudkan 
dengan mempersiapkan kaum 
awam. 

Ada dua prinsip untuk 
memperlengkapi kaum awam. 
Pertama, kepemimpinan gereja 
dipanggil untuk memperleng- 
kapi pelayanan jemaatnya. 
Kedua, memperlengkapi jemaat 
bukan berarti membantu 
pelayanan hamba Tuhannya, 
melainkan memperlengkapi 
jemaat untuk pelayanan 
mereka sendiri. 

Howard Grimes meneliti peran 
kaum awam sebagai gereja di 
tengah dunia, melalui kesaksian 
iman mereka. Mereka meru- 
pakan gereja diaspora/tersebar. 
Tentu saja mereka perlu dilatih 
dan diperlengkapi sebagai saksi. 
Ada kemungkinan bahwa 
mayoritas dari mereka adalah 
jemaat baru, sehingga perlu 
diteguhkan sebelum terjun ke 
masyarakat. Teologi misi untuk 
para kaum awam ini harus 
secara serius dipikirkan. Dan 
Tuhan dalam kedaulatan-Nya 
telah menempatkan posisi 
mereka di dunia ini secara unik. 
Harus diakui bahwa titik 
terlemah pelayanan tipe ini 
adalah persiapan untuk masuk 
ke masyarakat. 

Paul Stevens menyatakan 
bahwa kaum awam, yang 




berlatar belakang pengusaha/ 
bisnisman dipanggil untuk 
melakukan pelayanan khusus 
bagi gereja dan dunia. 
Penghasilan yang mereka 
peroleh dari usaha bisnisnya, 
dapat dipakai untuk mendukung 
pelayanan. Mereka dapat 
melakukan pelayanan mimbar 
yaitu sebagai pengkhotbah 
awam, dari satu tempat ke 
tempat lain. Biaya perjalanan 
tidak dibebankan kepada gereja, 
tetapi dibiayai oleh mereka 
sendiri. Seperti Paulus yang 
membuat tenda, dan uang hasil 
penjualan tenda dipergunakan 
untuk biaya perjalanannya. 

Ada tiga kategori peran utama 
kaum awam: pertama, melayani 
orang tidak percaya. Tanggung 
jawab pengikut Kristus untuk 
mencari orang terhilang itu dan 
menjadikan murid. Kedua, 
melayani di masyarakat. Tugas 
orang Kristen adalah menjadi ragi 
dunia. Mereka sebagai saksi 
Kristus dalam cara khusus di 
dunia sekuler. Ketiga, mela- 
kukan pelayanan khusus. 
Mereka terpanggil untuk meng- 
hidupi diri sendiri dan melayani 
yang lain sebagai respons dari 
pemanggilan Yesus untuk 
pemuridan dan pelayanan. 

Melayani orang tidak 
percaya 

Alkitab jelas mengajarkan 
bahwa orang di luar Kristus 



adalah mereka yang 
terhilang selama 
lamanya. Amanat 
Agung meyakinkan 
bahwa perintah 
untuk "pergi dan 
menjadikan semua 
bangsa menjadi mu- 
rid Yesus" termasuk 
konsep meme- 

nangkan jiwa. Prob- 
lem dalam me- 
ngomunikasikan Injil 
ke orang tidak per- 
caya berakar dari 
sikap jemaat gereja itu sendiri. 
Sikap ini terjadi karena 
pengaruh ajaran gereja. Gereja 
ingin orang-orang di luar gereja 
menjadi seperti mereka, misal 
dalam berpakaian atau 
potongan rambut dsb. Untuk 
gereja tipe ini tanda-tanda 
perubahan atau keotentikan 
beragama adalah bila orang or- 
ang baru sudah mengikuti/ 
mengadaptasi gaya yang 
berlaku di gereja tsb. 

Untuk mengatasi kesulitan 
mengomunikasikan Injil itu, 
gereja harus mempersiapkan 
kaum awamnya dengan ber- 
bagai cara misalnya, pembinaan 
konseling, sel grup, dan 
pelayanan kaum awam. Di dunia 
ini banyak jiwa yang terhilang 
dan buta dalam dosa. Satu- 
satunya harapan para pekerja 
datang ke dunia membawa Injil 
keselamatan dan membawa 
mereka ke Kristus, Juruselamat. 
Jangan tinggalkan mereka 
tetapi bekerja bersama dengan 
penuh iman dan kesabaran 
sampai mereka menjadi Kristen 
yang berbuah bagi dunia. 

Melayani di masyarakat 

Kaum awam menghabiskan 
hampir seluruh waktunya di 
dunia sekuler. Di masyarakat 
mereka harus hidup seperti 
yang diajarkan iman Kristen. 
Oleh karena itu mereka harus 
dapat mempertahankan iman 



mereka, bahkan menjadi 
teladan dan berbagi dengan 
yang lain. Tindakan mereka 
adalah bersaksi tentang Kristus 
dan apa yang telah la lakukan 
untuk manusia. Pelayanan yang 
berhubungan dengan manusia 
harus di bawah perintah Kristus 
yaitu 'kasihilah sesamamu 
manusia'. Dengan melakukan hal 
ini, perubahan besar dalam 
masyarakat non-Kristen akan 
terjadi. Kaum awam harus 
dianggap sebagai partner dalam 
pelayanan dan dikenal sebagai 
saksi Tuhan di masyarakat bisnis. 

Melakukan pelayanan 
khusus 

Pada umumnya, pelayanan 
khusus ini mengacu pada 
pelayanan yang tidak dibayar 
sama sekali. Sebagai seorang 
profesional atau pengusaha, 
mereka hidup dari pekerjaan 
mereka. Mereka harus terus 
dilatih agar semakin profesional 
dalam berkhotbah dan 
diyakinkan bahwa mereka dapat 
mengikuti pendidikan teologi 
dengan baik. 

Seringkah gereja kurang 
memperhatikan potensi jemaat 
atau kaum awamnya. Pusat 
perhatian gereja hanya kepada 
hamba Tuhan saja, sedangkan 
kaum awam seolah-olah hanya 
ada kalau diperlukan dana dan 
tenaganya dalam kegiatan 
gereja, padahal sebenarnya 
yang dapat dilakukan kaum 
awam/jemaat lebih dari itu. 
Melalui kesaksian kaum awam 
yang aktif, gereja dapat 
memasuki dunia sekuler dengan 
segala realitanya. Melalui 
mereka, terang Kristus dapat 
menyinari keadaan dan tempat 
di mana mereka berada dan 
bekerja. ♦ 



Pendeta Gereja Reformasi 
Indonesia (GRl) Antiokhia, Jakarta 




RADIO "BAHTERA HOT 1 

Kuala Kapuas 91 ,4 FM 




Sebuah Stasiun Radio Rohani, Orientasi khusus untuk 
Pelayanan Pekabaran Injil menjangkau Umat-Umat Tuhan di 
daerah yang belum terjangkau. 

Bapak/I bu/Sdr (i) dapat menjadi Mitra/ partner kami 
dengan cara : 

- Mendukung kami dalam do'a 

- Mendukung kami lewat dana untuk operasional. 

- Mengirimkan kepada kami pakaian layak pakai/baru untuk 
pendengar radio yang di daerah yang sangat membutuhkan. 

- Mengirimkan kepada kami kaset/CD lagu rohani khotbah. 



Radio Bahtera Hayat FM 

Jl. Parkit II No.168 

Perumnas Pulau Telo Kuala Kapuas 

Kal-Teng 73551 

HP.081351377168 



Bank Mandiri 
Cab. Kuala Kapuas 
No.Rek : 0310096528347 
U/ Radio Bahtera Hayat 



t 



*a5?SKFM" 



RADIO SWARAGITA 
CITRA SUMBER KASIH FM 



Head Office : Jl. 14 Pebruari Lingk. II Teling Atas Manado 95119 

Telp. (0431)862431 

Rekening Bank : BCA Manado a n Hao Phoe Khoen A.C. 0261363886 

E-mail : rskfm@yahoo.com 



Office & Studio, 

YiMa Pu ncak; Tiidary Blok; i/9 A 

Malang 65,1,5,1! ^Jawa Timur 

Telp / Fa*:; 03^1 :r55§777 

SMSj:-0,8A6i557000 

Studio : 0341 -557000 

ernajii : : radio_solagracia@yahoo.com 

website : www.solagraciafm.com 



REFORMATA 




Jadwal Gereja 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



jre/ormata| 



HHH YEHUDA GOSPEL MINISTRY 

jP \ sg |Jg PIMPINAN : Pdt Drs. Vuda D. Mailool, M Tri 

Sekretariat : Kelapa Gading Hy permai (KTC) Lt. 2 Blok AJI. Boulevard Barat Raya 
Kelapa Gading 14240 Telp. (021) 95100077 / 0317617595 Fax. (021) 45 85 13 11 


KTC LT. 2 


JADWAL KEBAKTIAN MINGGU 


FEBRUARI 2011 


TANGGAL 


WAKTU 


PEMBICARA 


KETERANGAN 


06 FEBRUAR111 


PKL 07.30 


POT. Di. Dr5.YUDA D. MAILOOL 


PERJAMUAN' KUDUS 


PKL 10.00 


PDT. Dr. DfSYUDA D. MAILOOL 


PKL 18.00 


PDT, Dr, DiS, YUDA D, MAILOOL 


13 FEBRUARl'11 


PKL 07.30 


PDT. Dr. Di£ YUDA D. MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10,00 


PDT, Dr, DrSYUDA D. MAILOOL 


PKL 18.00 


PDT. Dr. DfS. YUDA D. MAILOOL 


20 FEBRUARm 


PKL 07.30 


PDT. Dr. DiS. YUDA D, MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10.00 


PDT. Dr. DrS, YUDA D. MAILOOL 


PKL 18.00 


PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 


27 FEBRUARl'il 


PKL 07.30 


PDT. Dr. Dr5. YUDA D, MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10.00 


PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 


PKL 18.00 


PDT, Di. D 6. YUDA D. MA] LOOi 


IBADAH WBK SETIAP HARI RABU 

JAM: 16.00 WIB 

• IBADAH DOA MALAM IBADAH TENGAH MINGGU * 

HARI / TGL ; KAMIS, 10 FEBRUARI 201 1 HARI / TGL I KAMIS, 1 7 FEBRUARI 201 1 

JAM : 19.00 WIB JAM : 19.00 WIB 

IBADAH DOA MALAM 
HARI / TGL : KAMIS, 24 FEBRUARI 201 1 
JAM: 19.00 WIB 


NB: SBLUftVH JABWAl DIATAS DI ADAKAN DI KTC HYPERMALL LT.2 BLOK A 




JADWAL KEBAKTIAN TENGAH MINGGU 

GEREJA REFORMASI INDONESIA 

JANUARI 2011 



Persekutuan Oikumene 
Rabu, Pkl 12.00 WIB 



5 Januari 2011 
Pembicara: -LIBUR- 
12 Januari 2011 
Pembicara: -LIBUR- 



19 Januari 2011 

Pembicara: Bpk Handojo 

26 Januari 2011 

Pembicara: Pdt. Yusuf Dharmawan 



Antiokhia Ladies Fellowship 

Kamis, Pkl 11.00 WIB 

6 Januari 2011 20 Januari 2011 

Pembicara: -Ll BUR- Pembicara: 

13 Januari 2011 27 Januari 2011 

Pembicara: Pembicara: 



Antiokhia Youth Fellowship 



Sabtu,™ 16.30 WIB 



8 Januari 2011 
Pembicara: -LIBUR- 
15 Januari 2011 
Pembicara: 



22 



Januari 2011 

Pembicara: 

29 Januari 2011 

Pembicara: 



ATF 
Sabtu, Pkl 15.30 WIB 



8 Januari 2011 
Pembicara: -LIBUR- 
15 Januari 2011 

Pembicara: 



22 Januari2011 

Pembicara: 

29 Januari 2011 

Pembicara: 



WISMA BERSAMA Lt.2, 
Jin. Salemba Raya 24 A- B Jakarta Pusat 



JADWAL KEBAKTIAN UMUM 

Gereja Kristus Rahman! Indonesia Jemaat Petra 



Jadwal Khotbah 



Pkl, 0730 WIB 



FEBRUARI 
2011 



06 Ibadah Perj. Kudus 

Pdt Saleh AH 
13 Pdt Nus Relmas 
20 Ev. Mona N aba ban 
27 Ev. Jimmy Lukas 



Pkl. 10.00 WIB 



Ibadah Perj. Kudus 
Pdt. Saleh AH 
Pdt Nus Relmas 
Pdt MangapUl Saga la 
Ev. Jimmy Lukas 



06 Ibadah Perj. Kudus 

MARET Pdt Saleh AH 

2011 13 Pdt. Chrtetono Santoso 

20 Ev. Stella Uow 

27 Pdt. Klm Jong Kuk 



Ibadah Perj. Kudus 
Pdt. Saleh Ali 
Pdt. Chrlstono Santoso 
Ev. Ronald Oroh 
Pdt. Klm Jong Kuk 



Tempat Kebaktian : 

Gedung Panin Lt. 6, Jl. Pecenongan No. 84 Jakarta Pusat 

Sekretariat GKRI Petra : 

Ruko Permata Senayan Blok F/22, Jl. Tentara Relajar I (Patal Senayan) 
Jakarta Selatan. Telp. (021) 5794 1004/5, Fax. (021) 5794 1005 



Bagi Anda yang 

ingin memasang 

jadwal ibadah 

gereja Anda, 

silakan 

menghubungi 

bagian iklan 

REFORMATA 

Jl. Salemba Raya 

No: 24 A- B, 

Jakarta Pusat 

Telp: 021-3924229, 

HP: 0811991086 

Fax:(021) 3148543 




Misioner dan Kritis, Menjawab dan 
Memenuhi Kebutuhan Umat di Milenium 3 

Doakan dan Hadirilah 



Untuk Informasi Hubungi : 

Sekretariat: Wisma Bersama Jl. Salemba Raya 24A-B, Jakarta Pusat 10430 
Telp.(021) 3924229, 056 92 333 222 



Gereja Retasi Indorwts 



Kebaktian Minggu - 02 Januari 201 1 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
JL Letjen, S, Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Yusuf Dharmawan 
Pk. 1 0.00 Pdt. Yusuf Dharmawan 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 17.00 Pdt.ErwinN.T 


Kebaktian Minggu - 16 Januari 2011 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 
Pk. 07.30 Pdt. Sastra Sembiring 
Pk. 1 0.00 Pdt. Sastra Sembiring 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 1 7.00 Pdt. Sastra Sembiring 


Kebaktian Minggu - 9 Januari 201 1 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl, Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Bigman Sirait 
Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 17.00 Pdt. Bigman Sirait 


Kebaktian Minggu - 23 Januari 201 1 

1, TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl, Letjen, S, Parman Kav, 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Bigman Sirait 
Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 17.00 Pdt. Bigman Sirait 



Kebaktian Remaja Setiap Hari Minggu Pukul : 10.00 WIB 
TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

-02 Januari 2011 : Bpk. Karly T 

•09 Januari 2011 : Bpk. HeryS 
-16 Januari 2011 : Julius 
-23 Januari 2011 : Bp. Sony 



ritwrau 

■'l ,MM 
Jib!-, i i I ■ i 



IIUKA.Y M KJ MAINI. A II. 
flJUAtiJUAH. YAAHUWl/. AHUJ 



I ludlr Mtllnp hmri duri jim QC.DO-24.DD, 
mumi itnrtc «n lugu-lugu : 

fftatfiifijM 

Katii 

Hran-iOfrikrin Album lorbaruAnda 

Phnllfi ■ ..I PihiL-iimi hrinjilNi ,V Hn lfl, lliieiil Tlliilani Fnrrruil 

Jnhuiiii UiiliiUhil. I iLi I u- , L'i1 ■ ,' JlrUUUM 

/uji mi un i F ' n iii 1 1> UH IH HliIHMI Wi M 17 I 1,1,-1 M IKH 1 




Mfll 





Berdiri 22-5- 1 £>7J» 

K : l ■ i : ■■:- Kuini' rt. i J 1 S <~i" | > l~ n j;;klrk j n 11 il 
Mviufli IVjideugui Ttibuiiyuk 

di KiA.iimndyn J 3 . SLihlIul- 
Ku h. S i ii] ii 1 11 ii f J 11 ii. 

Jl. BeiL. K.iki Mrt. 31 

P. Glantar 2112 - Sumut 

T*L fOA22l 20134 - 21767 

FdX : 2B30O 



m 



R&diu 

Pelita Batak 



90.7 FM 



JUJUR & KONSISTEN 

/tsaA JU& .ttuli 

Suhll Gaigita No. I Dotok Margu 
Kab. Huni bang Hasund atan 324S7 SUMUT lt Ofl 13 7D0 202J.'3J 



REFORMATA 



ire/ orma ta| 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Kawula Muda 





Game Online 



Menyita Hidup 
Anak Muda 



BAGI kita, Facebook bukan 
lagi barang asing. 
Peminatnya terus mening- 
kat. Facebook umumnya diguna- 
kan sebagai sarana menjalin 
interaksi sosial. Namun kini 
sebagian besar anak muda banyak 
menggunakan jejaring sosial ini 
untuk bermain game online. 
Memang beberapa game online 
yang banyak diminati bisa diakses 
tidak hanya lewat facebook saja, 
akan tetapi facebook sepertinya 
berusaha memberikan banyak 
jawaban bagi para penggila game 
di berbagai penjuru dunia. 
"Permainan game ini tidak seperti 
dalam arti tradisional. Ini lebih 
seperti hiburan. Game ini 
mendatangkan pemain game baru 
dari demografi yang tidak diduga. 
Game menjadi mesin uang yang 
potensial," ujar Net Jacobsson, 
mantan eksekutif Facebook yang 
akan meluncurkan perusahaan 
game Play-Hopper. 

Game online tampaknya 
memberikan daya tarik tersendiri 
bagi para penikmatnya. Jadi tidak 
heran jika banyak anak muda yang 
rela berlama-lama di warnet untuk 
menikmati berbagai jenis 



permainan game yang ada. Dari 
hasil pantauan kami di beberapa 
warnet yang ada di Jakarta, 
seorang penikmat game yang 
biasa disebut gamers dapat duduk 
di depan layar computer selama 
lima samapai tujuh jam ketika 
sedang bermain game online. 
Tidak perduli berapa banyak 
waktu, uang dan tenaga yang 
terkuras demi melakukan hobi 
yang memang tampak menghibur 
ini. Beberapa diantaranya bahkan 
seolah candu untuk terus 
bermain game online setiap 
harinya. Beberapa pelajar 
ditemukan bolos sekolah dan 
sedang asik bermain game online. 
Awalnya para penikmatnya 
memang melakukan kegiatan ini 
hanya sebagai pengisi waktu 
luang saja. Sayangnya sebagian 
besar di antaranya terseret dalam 
sebuah rutinitas yang tentu bisa 
memberikan dampak kurang 
positif ini. Di satu sisi memang 
penikmatnya akan terhibur, 
namun di sisi lain penikmatnya bisa 
saja kehilangan banyak waktu 
yang semestinya menjadi prioritas 
utamanya seperti sekolah, kuliah 
bahkan bekerja. Hal ini mengingat 



beberapa orang yang asyik 
menikmati game online akan terbius 
dalam permainan hingga lupa 
waktu. 

Beberapa jenis game online yang 
banyak diminati antara lain, 
FarmVille, Zynga Poker, Point Blank, 
Dota, RF online, Rohan Online, Luna 
online, SEAL online, serta beberapa 
game lain yang cukup popouler 
dikalangan penikmat game online. 
Beberapa orang gamers mengakui 
bahwa mereka memang menge- 
tahui dampak buruk dari kebiasaan 
mereka tersebut, namun tidak 
mengetahui bagaimana lepas dari 
kecanduan permainan yang mem- 
bius tersebut. 

Sebagian lagi justru membantah 
bahwa bermain game online 
memberikan dampak buruk bagi 
mereka. Salah satunya adalah 
pemuda yang biasa disapa "Brink" 
oleh teman-temannya. Menurut- 
nya, selain menghilangkan penat, 



game online bisa memberikan 
keuntungan tersendiri baginya, 
la adalah seorang penikmat 
game online poker di facebook. 
Menurutnya, jika ia bermain sabar 
dan telaten, ia bisa menghasilkan 
banyak chips dari poker. Chips \ri\ 
nantinya bisa dijual kepada 
pecandu game poker lainnya 
yang ingin main namun tidak 
memiliki chips. 

Sebuah pernyataan yang 
menarik memang, terlebih ketika 
pria bertubuh kurus ini mengaku 
pernah menjual chips sampai 
puluhan juta rupiah. 

Brink mungkin adalah salah satu 
contoh gamers yang berhasil 
menjadikan hobinya sebagai 
pemasukan yang menguntung- 
kan. Sayangnya tidak banyak 
yang semujur dia. Beberapa di 
antaranya justru menjadi pembeli 
chips. Jika seorang penikmat 
game juga harus merogoh kocek 



untuk membeli chips tentu akan 
semakin banyak pengeluaran. Hal 
ini juga berlaku untuk beberapa 
game yang memang sering 
dijadikan ajang jual beli bagi 
sesama gamers. 

Yang jelas, dampak bagi 
kesehatan juga kurang 
menguntungkan. Terkena paparan 
cahaya radiasi komputer dapat 
merusak saraf mata dan otak. 
Kesehatan jantung menurun 
akibat bergadang 24 jam bermain 
game online. Ginjal dan lambung 
juga terpengaruh akibat banyak 
duduk, kurang minum, lupa makan 
karena keasyikan main. Berat badan 
menurun karena lupa makan, atau 
bisa juga bertambah karena banyak 
ngemil dan kurang olahraga. 
Mudah lelah ketika melakukan 
aktivitas fisik, kesehatan tubuh 
menurun akibat kurang olahraga. 

Lantas bagaimana caranya 
untuk berhenti jika sudah 
terlanjur manjadi penikmat game 
online tentu perlu diperhatikan. 
Cara yang paling penting 
dilakukan adalah seorang 
pecandu game harus benar-benar 
niat untuk menghentikan hobinya 
tersebut. Selain itu perlu 
memperbanyak kegiatan yang 
tidak berhubungan dengan com- 
puter, seperti olah raga, bekerja, 
dan membiasakan pola tidur yang 
sesuai. 

jgrJenda Munthe 





REFORMATA 




Konsultasi Hukum 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



jre/ormata| 






Menuju Perusahaan 
Peduli Lingkungan 



AnAnSylviana,SH, MBL* 



Bapak Pengasuh yang baik, saya sering membaca dari berbagai me- 
dia, banyaknya hubungan yang disharmoni antara perusahaan dengan 
masyarakat setempat, baik dalam bentuk demo maupun kasus-kasus 
lainnya, yang intinya menunjukkan ketidakpuasan komunitas tertentu 
terhadap kegiatan perusahaan tersebut. Dan tidak jarang berakhir 
dengan bentrokan, yang kadangkala menimbulkan korban jiwa. 
Bagaimana pandangan Bapak mengenai hal tersebut? Terima kasih. 

Ruben 

Jakarta 



SAUDARA Ruben yang 
terkasih, kejadian-kejadian 
serupa itu memang sering 
terjadi, dan hal itu jelas 
menunjukkan kurangnya 

kesadaran pihak-pihak terkait, baik 
pihak perusahaan maupun 
komunitas dalam masyarakat itu 
sendiri. 

Untuk perusahaan khususnya, 
UU No. 40 Th 2007 tentang 
Perusahaan Terbatas, telah 
mengatur mengenai kewajiban 
perusahaan untuk melaksanakan 
Tanggung Jawab Sosial Dan 
Lingkungan, sebagaimana diatur 
dalam Pasal 74 UU tersebut. 
Kewajiban tersebut dikenal 
dengan istilah "Corporate Sosial 
Responsibility" (CSR) atau "Busi- 
ness Social Responsibility" atau 



Hikavat 




Ha n s P.Tan 

TAK terbantahkan lagi bila 
Gayus Tambunan saat ini 
menjadi sosok paling terkenal 
di Indonesia. Popularitas mantan 
pegawai Direktorat Jenderal Pajak 
golongan lll-A ini bahkan boleh 
dikatakan lebih tinggi dibanding 
SBY Lihat saja, dalam beberapa 
bulan belakangan ini hampir setiap 
hari wajah dan berita tentang 
Gayus berseliweran di media-me- 
dia, terutama media elektronik. 
Duitnya yang berjumlah puluhan 
miliar dibahas ibu-ibu tukang 
ngerumpi dengan perasaan sirik. 
Rumah dan mobil mewahnya 
dibicarakan para cewek matre 
dengan nada iri. Kasusnya diulas 
kaum bapak yang sok tahu dengan 
penuh minat. Saking populernya si 
Gayus yang satu ini, seorang pria 
bernama Bona Paputungan 
mendadak ikut terkenal gara-gara 
menulis dan menyanyikan lagu 
"Andai Aku Gayus Tambunan", dan 
beredar di YouTube. 

SBY boleh jadi presiden, tetapi 
belum ada komposer yang sudi 
menciptakan lagu untuknya. Justru 
SBY yang menciptakan banyak 
lagu, hanya saja tidak ada lagu 
ciptaan SBY tentang Gayus 
Tambunan. Ini fakta yang 

REFORMATA 



disebut juga "Corporate Citizen- 
ship". 

Ketentuan tersebut bertujuan 
untuk tetap menciptakan 
hubungan perseroan yang serasi, 
seimbang, dan sesuai dengan 
lingkungan, nilai norma, dan 
budaya masyarakat setempat. 
Kewajiban tersebut dikenakan 
terhadap perusahaan yang 
menjalankan kegiatan usahanya di 
bidang dan/atau berkaiatan 
dengan sumber daya alam, yaitu 
perusahaan yang kegitan usahanya 
mengelola dan memanfaatkan 
sumber daya alam maupun 
perusahaan tidak mengelola dan 
tidak memanfaatkan sumber daya 
alam, tetapi kegiatan usahanya 
berdampak pada fungsi sumber 
daya alam. 



terbantahkan betapa Gayus 
Tambunan jauh lebih populer 
ketimbang penguasa. 

Gayus Tambunan telah 
memberikan inspirasi kepada 
banyak orang untuk kreatif. Salah 
satunya, ya, si pencipta lagu 
tentang Gayus tadi, yang berkat 
lagunya itu pasti ikut mendulang 
popularitas dan duit melimpah. 
Saking ngetop-nya Gayus juga 
menjadi obyek plesetan banyak 
orang iseng. Dewasa ini banyak foto 
Gayus yang direkayasa dan 
disebarkan di dunia maya. 
Tujuannya, apalagi kalau bukan 
sekadar iseng dan menghibur 
rakyat yang selama ini kerap 
dibohongi. Bayangkan betapa 
nelangsa dan mangkelnya perasaan 
rakyat menyaksikan pesan-pesan 
melalui iklan dan baliho raksasa 
menyuruh orang untuk jujur dan 
taat dalam membayar pajak 
sementara pengelolanya banyak 
yang tidak jujur. Maka sangat tepat 
ketika ada sanggahan: Orang bijak 
taat pajak, orang pajak pembajak. 

Di dunia maya, ada foto SBY yang 
sedang berpidato, dan di 
belakangnya tampak Gayus 
Tambunan berdiri dalam posisi siaga. 
Orang yang tidak paham latar 
belakang foto itu, pasti menduga 
kalau Gayus itu sebagai salah satu 
tim sukses SBY atau masuk dalam 
lingkaran "ring satu" SBY Ada juga 
foto Presiden AS Barack Obama yang 
sedang dikelilingi oleh para 
pengawalnya, dan Gayus 



Pada mulanya CSR bukan suatu 
bentuk kewajiban yang dapat 
melahirkan pertanggungjawaban 
dalam hukum. CSR lebih 
merupakan "moral obligation" 
perusaan terhadap keadaan 
ekonomi, keadaan sosial, dan 
keadaan lingkungan perusahaan. 
Namun demikian perkembangan 
dunia menunjukkan bahwa saat ini 
CSR tidak lagi hanya merupakan 
kewajiban moral belaka, tetapi 
sudah menjelma kewajiban yang 
dapat dipertanggungjawabkan 
dalam hukum. Dan oleh karenanya 
CSR tidak hanya sekadar 
sumbangan perusahaan, yang 
tanggung jawabnya berakhir 
dengan berakhirnya kegiatan amal 
yang dilakukan oleh perusahaan 
tersebut. 

Lebih dari itu CSR adalah suatu 
komitmen bersama dari seluruh 
stakeholder perusahaan, yaitu 
pemegang saham, kreditur, direksi 
dan dewa komisaris, karyawan, 
rekanan usaha, supplier, distribu- 
tor, pemerintah, konsumen dan 
lingkungan untuk bersama-sama 
bertanggung jawab terhadap 
masalah-masalah sosial. Dalam 
melakukan CSR tidak ada stake- 
holders yang lebih dirugikan. 



Setiap stakeholders berko- 
mitmen dan bertanggung jawab 
atas pelaksanaan CSR tersebut. 
Jadi jika dalam melakukan suatu 
kegiatan amal, setelah sejumlah 
uang disumbangkan atau suatu 
kegiatan sosial selesai dilakukan, 
perusahaan tidak memiliki 
tanggung jawab lagi, maka dalam 
melakukan CSR komitmen dan 
tanggung jawab perusahaan in 
dibuktikan dengan adanya 
keterlibatan langsung dan 
kontinuitas perusahaan dalam 
kegiatan CSR yang dilakukannya. 

Jadi, keterlibatan langsung dan 
kontinuitas itulah yang menjadi ciri 
dari CSR. Kegiatan CSR tersebut 
dapat dilakukan dalam bidan 
bidang antara lain: hak asas 
manusia, lingkungan kerja dan 
masalah perburuhan, per- 
saingan usaha tidak sehat, 
ke patuh an -transparan si- 
akuntabilitas dalam penye- 
lenggaraan perusahaan, 
lingkungan, pasar dan 
perlindungan konsumen, 
keterlibatan komunitas, 
perkembangan sosial kemas- 
yarakatan. 

Dengan demikian terlihat bahwa 
pelaksanaan CSR tidak diatur 



Gayus 




Gayus jadi anggota Satpol PP 



Tambunan adalah salah satu dari 
anggota secret service itu. Berkat 
rekayasa teknologi, Gayus itu 
bagaikan manusia seribu wajah. Dia 
bisa tampil sebagai anggota satpol 
PP yang sedang memberi hormat. 
Gayus juga ada yang digambarkan 
sebagai petinju di atas ring, bahkan 
menjadi salah satu pemain Manches- 
ter United (MU). Dan masih banyak 
sebenarnya foto-foto Gayus dalam 
berbagai gaya dan situasi. Semuanya 
itu hanyalah hasil rekayasa, namun 
kreasi itu paling tidak bisa membuat 
rakyat tersenyum sekalipun selama 
ini sadar teramat sering dibohongi. 
Gayus Tambunan menjadi 
fenomena. Gayus dijadikan 
primadona. Entah beberapa kali saya 
menerima SMS bernada guyon yang 
membawa-bawa nama Gayus. 



Misalnya menanyakan apakah trans- 
fer duit senilai Rp 1 miliar dari Gayus 
Tambunan sudah masuk di rekening 
saya, dll. Sewaktu kasus Gayus mulai 
mencuat beberapa bulan silam, duit 
sebesar Rp 25 miliar di rekeningnya, 
dan rumah mewahnya di 
Kelapagading membuat banyak or- 
ang tergiur. Banyak orang bingung 
kelimpungan kok seorang pegawai 
muda usia yang sekalipun bergaji 
belasan juta per bulan, kok bisa 
punya harta kekayaan sebesar itu. 
Di kalangan PNS pun ada guyonan: 
" Berada di suatu tempat bertahun- 
tahun tetapi tidak banyak teman, 
namanya tidak gaul. Bekerja 
bertahun-tahun sebagai PNS tetapi 
tidak kaya, namanya tidak gayus". 

Terlepas dari itu, kasus Gayus 
mestinya dapat dijadikan sebagai 



sepenuhnya dalam UU PT, melainkan 
tersebar dalam berbagai macam 
peraturan perundang-undangan dan 
tiap-tiap peraturan perundang- 
undangan akan memberikan atau 
menjatuhkan sanki bagi mereka 
yang melanggarnya. Demikian 
penjelasan yang dapat diberikan, 
semoga bermanfaat. ♦ 




*Managing Partner pada kantor 

Advokat & Pengacara 

An An Sylviana & Rekan 



momentum tepat untuk mem- 
bersihkan praktik-praktik penye- 
lewengan uang negara, terlebih lagi 
sangat banyak oknum yang terseret 
dalam skandal ini. Wacana untuk 
menghukum Gayus Tambunan 
dengan cara memiskinkannya, tentu 
sangat layak untuk ditindaklanjuti. 
Dan nantinya bukan cuma Gayus 
Tambunan yang dibikin melarat 
setelah terbukti menumpuk harta 
dengan cara yang tidak jujur. Dan 
"memiskinkan" koruptor kelas kakap 
jelas lebih tepat dan manusiawi 
dibandingkan vonis hukuman mati 
yang selama ini sering diusulkan 
banyak orang. 

Kasus Gayus telah bergulir hampir 
satu tahun tanpa ada penuntasan 
berarti. Tak heran bila banyak or- 
ang yang pesimis dengan masa 
depan pelaksanaan hukum di negeri 
ini, sebab rakyat sudah yakin bahwa 
kasus ini sengaja dihidup-hidupkan 
untuk menenggelamkan skandal 
Bank Century yang nilainya triliunan 
rupiah. Praktek-praktek semacam ini 
sudah jamak terjadi, di mana kasus 
baru dimanfaatkan untuk menutupi 
kasus yang lain yang lebih besar. 
Entah sampai kebohongan ini akan 
berlangsung. Sekalipun belum lama 
ini para tokoh agama sudah 
mengungkapkan kebohongan- 
kebohongan pemerintah, kelihatan- 
nya pihak penguasa bergeming. Lalu 
bagaimana masa depan negeri ini apabila 
kasus-kasus kriminalisasi terhadap gereja 
seolah ditutupi oleh kasus Gayus? 
Tanyakan saja pada Gayus. ♦ 



ire/ormataI 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Konsultasi Teologi 





Apa yang Salah 
dari Asuransi dan MLM? 



Pdt. Bigman Sirait 

Bapak Pengasuh, betapa senangnya jika dapat memiliki kesempatan 
menyampaikan kebingungan saya selama ini sebagai seorang Kristen. 
Saya ingin bertanya: 1 ) Apakah yang harus saya lakukan sebagai seorang 
Kristen, ketika menerima penawaran mengikuti MLM yang selalu 
menggiurkan mendapat banyak peluang untuk mendapat penghasilan. 
Di sisi lain, bukankah hidup ini tidak semudah itu, walau kadang 
kebutuhan untuk segera dipenuhi sangat tinggi? 2) Mengikuti asuransi, 
memberi jaminan yang baik sebagai orang yang bijak untuk mengantisipasi 
setiap waktu yang tidak terduga, dan tidak menyulitkan orang lain, dari 
sisi keuangan, saat sakit atau pun meninggal. Tapi di sisi yang lain kadang 
itu membuat kita menjadi nyaman dan tidak terlalu menaruh penyerahan 
pada Tuhan yang memelihara. 3) Ada orang di sekeliling kita, yang 
selalu kesulitan. Ketika dia meminjam uang dia berjanji akan 
mengembalikan, namun ternyata itu tidak dilakukan. Waktu berikutnya 
dia pun melakukan hal yang sama, dan kita merasa harus menolongnya 
dan dia berjanji menggantikan. Apakah ini sikap yang benar? Di sisi yang 
lain orang itu benar susah tapi tidak dapat menepati janjinya. Bagaimana 
pula menegurnya? Atau setiap pinjaman kita tidak perlu mengharapkan 
gantinya? T 

Porni Latumenten 
Bekasi 



SDR. Porni yang terkasih di 
dalam Tuhan Yesus, 
pertanyaan-pertanyaan 
yang Saudara sampaikan mari kita 
uraikan dengan baik untuk 
memperkaya logika pikir kita sesuai 
dengan keimanan kita. 

Yang pertama soal MLM dengan 
tawaran yang menggiurkan. Saya 
pikir ini bukan soal MLM atau bukan 
MLM, melainkan soal sebuah 
penawaran kerja yang 
menjanjikan hasil yang besar. 
Adalah bijak untuk berhati-hati 
terhadap berbagai tawaran yang 
ekstra mengiurkan. Karena 
memang betul, mendapatkan 
keuntungan yang besar dalam 
waktu yang singkat bukanlah hal 
yang sederhana. Untuk itu 
saudara perlu menalar logika 
penawaran yang disampaikan. 
Produk apa yang ditawarkan, 
sistem apa yang diberlakukan, 



bagaimana dengan marketnya, 
dan kemungkinan untuk 
menciptakan transaksi. Perhatikan 
juga bonaviditas perusahaan yang 
menawarkan. Dan, yang tak kalah 
penting adalah ketentuan untuk 
bergabungnya. Karena bisa saja, 
apa yang saudara sebut sebagai 
MLM ternyata sebuah money 
game. Jadi harus jeli. Sudah banyak 
orang tertipu. 

Jadi hati-hati jika diminta untuk 
menginvestasikan sejumlah uang. 
Bagimanapun juga, jika ada sebuah 
usaha yang bisa dengan mudah 
mendapatkan keuntungan besar, 
maka sulit membayangkan itu 
ditawarkan kepada umum. Jika 
memang betul mudah dan sangat 
menguntungkan pasti digarap 
sendiri. Sementara realita akan 
kebutuhan kita memang fakta 
yang tak terbantah, tapi juga 
bukan berarti cukup untuk menjadi 



alasan untuk segera mengiyakan. 
Karena jika itu suatu tawaran yang 
menjebak maka Saudara akan 
mengalami persoalan yang lebih 
parah. Ada sebuah slogan yang 
mengatakan "teliti sebelum 
membeli", maka saudara juga harus 
menganalisis dengan seksama 
sebelum membuat keputusan. 
Alkitab juga mengajarkan pada kita 
azaskehati-hatian, seperti hati-hati 
terhadap perangkap ajaran sesat, 
dan yang lainnya. 

Lalu soal asuransi. Seperti yang 
Saudara katakan, ada banyak 
keuntungan yang bisa didapatkan, 
karena itu asuransi adalah sesuatu 
yang perlu. Tetapi Saudara juga 
menjadi takut karena hal itu bisa 
jadi seperti sebuah jaminan yang 
membuat kita tidak lagi terlalu 
menaruh harapan kepada Tuhan. 

Porni yang dikasihi Tuhan, jika 
memang kita memang tak beriman 
teguh kepada Tuhan, maka 
pendapat saya, hal apa pun akan 
menjadi bumerang. Jadi ini bukan 
soal asuransi. Bagaimana dengan 
tabungan atau deposito? Atau lebih 
ekstrim lagi, gaji tetap yang 
diterima setiap bulan, apalagi 
jumlahnya besar, pasti bisa 
menciptakan comfort zone bukan? 
Apakah karena bisa membuat kita 
terjebak kenyamanan lalu kita tak 
usah menerima gaji? Atau jangan 
mau gaji besar, cukup kecil saja 
agar bergantung kepada Tuhan? 
Tidak ada korelasi langsung dalam 
soal ini. Tetapi ini soal bagaimana 
sikap Saudara terhadap materi. 
Uang bukan persoalan, tetapi 
mencintai uang itu yang persoalan. 
Artinya, jika uang Saudara pakai 
sebagai alat, maka itu akan menjadi 
berkat bagi sesama. Namun jika 
uang menjadi penjamin hidup, itu 



sama saja dengan menuhankan 
uang, dan kita menjadi budak 
uang. Sikap terhadap uang itulah 
pointnya. Ada banyak 

tokoh di Alkitab Perjanjian Lama 
(PL) seperti Abraham, Yusuf atau 
Daud yang menjadi raja. Atau di 
dalam Perjanjian Baru (PB), seperti 
Yusuf Arimatea yang memilki 
banyak properti, Kornelius yang 
kepala pasukan, atau Zakeus. 
Begitu pula banyak yang miskin, 
seperti janda miskin baik di PL 
maupun PB. Tak ada masalah 
dengan kekayaan atau kemiskinan, 
yang masalah adalah sikap mereka. 
Ayub berkata, "Tuhan yang 
memberi, Tuhan yang mengambil", 
dan Alkitab mencatat bahwa Ayub 
tidak bersalah atas ucapan itu. 
Yang kita sorot di sini adalah 
kemerdekaan Ayub atas harta 
bendanya yang banyak. Ada 
dinikmati, tidak ada tidak disesali. 

Jadi sekali lagi Porni yang dikasihi 
Tuhan, bukan soal asuransi atau 
tabungan, melainkan sikap kita 
terhadap semuanya. Asuransi itu 
penting sebagai back up pada 
realita hidup yang tak menentu, 
tetapi bukan jaminan atas hidup 
masa depan kita. Asuransi atau 
deposito bukan dosa. Yang dosa 
adalah jika menjadikan semua itu 
jaminan hidup, atau masa depan. 
Penjamin hidup kita adalah Tuhan. 
Tetapi kita harus tertib dalam 
menjalani kehidupan ini. Simpan 
mana yang perlu, namun jangan 
segan membagikan pada yang 
memerlukan. Ini adalah seni 
kehidupan tertib. 

Yang terakhir, soal pinjaman yang 
tak dikembalikan. Membaca apa yang 
Saudara sampaikan saya kira harus 
ada pelurusan fakta dulu. Saudara 
katakan orang yang meminjam 



berniat mengembalikan tetapi 
kemudian hari tidak dilakukan. Lalu 
bahkan berikutnya meminjam lagi, 
alias menumpuk hutang lama. Maka 
dari kasus yang ada dengan mudah 
kita melihat tidak ada niatan untuk 
mengembalikan, sekalipun tekad 
mengembalikan diucapkan. Dan 
ucapan janji mengembalikanpun 
pada akhirnya tak lebih dari basa-basi 
agar pinjaman berikutnya diberikan. 
Jika dia orang bertanggungjawab dan 
benar, maka ketika hutang pertama 
belum terlunasi, maka dapat 
dipastikan dia tak akan melakukan 
pinjaman lagi. Karena itu kita perlu 
jelas terhadap kasusnya, dan perlu 
tegas menyikapinya. 

Jadi harus diingat, kita memang 
punya kewajiban untuk menolong 
orang yang kesusahan tetapi bukan 
untuk membuat kesusahan (hutang 
tertunggak dan menumpuk). Tapi di 
saat yang bersamaan kita juga harus 
menegakkan kebenaran dengan 
tidak membiarkan kesalahan. Maka 
teguran atas ketidaksungguhan 
untuk mengembalikan hutang 
sangatlah perlu, dan sudah 
seharusnnya. Ini adalah bagian dari 
sebuah proses pendidikan agar umat 
hidup benar. Jadi kebenaran itu 
mengasihi, namun juga menegur. Jadi 
tak salah menegur dalam hal ini. 
Bahwa dia tak bisa mengembalikan 
karena ada kesulitan lagi, maka 
seharusnya dia juga tidak meminjam 
lagi, karena itu pasti akan makin 
mempersulit dirinya sendiri. 

Baiklah Porni yang dikasih Tuhan, 
semoga jawaban-jawaban yang telah 
disampaikan bisa menolong saudara 
untk mengambil sikap yang benar. 
Dan kiranya dapat juga menjadi 
berkat bagi saudara-saudara kita 
pecinta Reformata yang lainnya. 
Tuhan memberkati. ♦ 

Garam Bisnis 




Klinik Emergensi untuk 
Perusahaan yang "Sakit" 



Hendrik Lim, MBA* 

getex@cbn.net.id 

ORANG lebih senang 
membicarakan kesuksesan. 
Tidak banyak orang yang 
tertarik mendengar kisah tentang 
kegagalan. Kisah gagal dianggap 
sama dengan tragedi seorang pria 
yang berjalan di lorong sunyi dan 
kesepian saat usaha atau karirnya 
di simpang jalan. Ketika situasi 
faktual menekan orang hingga di 
pokok dinding dan tidak melihat jalan 
keluar. Keadaan yang amat 
menyesakkan dada yang membawa 
konskuensi pelik pada rumah 
tangga, pendidikan anak-anak dan 
harga diri yang terinjak. Selain itu 
ia merasa berjuang dalam 
kesendirian. Bingung dan terlilit 
tanpa tahu harus ke mana untuk 
mencari pertolongan. Fase ini bisa 
berlaku baik pada tataran pribadi, 
organisasi maupun korporasi 



Namun yang sering terjadi dan 
tidak disadari khalayak, hampir tidak 
ada orang besar, yang sekarang 
mencapai puncak prestasi dalam 
hidupnya, dalam bidang apa pun itu, 
yang tidak mengalami kegagalan dan 
titik nadir dalam perjalanan hidup 
mereka. Mengharapkan seseorang 
bisa terus melaju dan menanjak, 
tanpa pernah benjol dan bonyok 
sepanjang jalan, adalah sebuah 
kenaifan "teori motivator sukses" 

Mutiara di balik badai 

Fase-fase ini begitu penting, saat 
orang atau organisasi terhuyung, 
tunduk, terjerembab, dan berlutut, 
mereka menjadi receptive. 
Keadaan seperti itu memungkinkan 
orang sering mendapatkan begitu 
banyak hal, baik pencerahan ide 
yang selama ini tidak terpikirkan, 
terobosan strategi yang tidak 
pernah dibayangkan, maupun 
penyingkapan jurus-jurus akan hal- 
hal yang selama ini tidak terlihat. 

Meskipun demikian, tidak semua 
orang yang saat down menemui 



turning point seperti ini. Mereka 
yang gagal mengalaminya, akan 
mengalami down kemudian out. 
Sebagian lain tidak mengalami 
terobosan dan hanya berkutat 
dalam fase up lalu down, dan 
kemudian up and down terus- 
menerus, dan akhirnya ambruk 
kecapaian. Merasa kosong, lelah 
dan apatis, melewatkan waktu 
bergulir. 

Mereka yang menemui turning 
point, akan bergerak dari down, 
kemudian raise up menuju kejayaan. 
Fenomena ini seperti hendak 
mengatakan: untuk memperoleh 
kebangkitan atau kebangunan dan 
kejayaan, orang atau organisasi 
harus "mati" lebih dahulu. Seperti 
sebuah benih yang harus gugur dari 
buah, dan kemudian jatuh ke tanah 
tumbuh menjadi pohon. 

Fase genting saat di 
persimpangan jalan, baik dalam 
usaha, karir maupun organisasi 
lainnya, adalah sebuah titik kritis. 
Namun di balik itu, ia juga 
merupakan sebuah benih yang 



dapat berkembang dan beranak- 
pinak menjadi produktif dan 
spektakuler. Hal ini bisa terjadi bila 
pada masa genting tersebut 
mereka mendapatkan bantuan 
"emergency clinic", sebuah medium 
recovery baik bagi perseroan yang 
sakit, organisasi yang kehilangan 
gairah, atau pribadi di simpang jalan 
yang sedang dililit begitu banyak 
masalah. 

Anda tidak sendiri 

Bila Anda, organisasi Anda 
maupun usaha Anda sedang 
berada dalam fase seperti itu dan 
ingin mendapatkan kesempatan re- 
covery services seperti itu, Anda 
dapat menulis kepada kami. 
Pelayanan ini bersifat non-profit, 
dan tidak dikenakan tarif. Pembaca 
dapat meng-ema/7 kami, di 
Pelampung911 @g m ail.com. 
Sementara servis ini tersedia melalui 
email, namun nanti akan segera 
dibentuk service point di berbagai 
kota di Tanah Air, yang terdiri atas 
volunteer-volunteer yang 



kompeten, berintegritas dan ingin 
melihat Indonesia punya saluran 
exit kuldesak bagi usahawan, 
pekerja karir dan profesional. 

Pendekatannya adalah dengan 
meningkatkan daya competitive- 
ness agar bisa menang dalam 
perubahan yang amat cepat ini, 
melalui upgrade kompetensi, 
pengembangan mentalitas, 
penciptaan values creation, dan 
perubahan persepsi melalui 
paradagim shift, agar seseorang 
atau organisasi atau sebuah 
perseroan bisa mendapatkan 
terobosan, melakukan turn around 
dan makin kokoh setelah 
pergeseran berlalu. Jasa emer- 
gency clinic for "sick companf dan 
pribadi dalam persimpangan ini tidak 
mengenal batas primordial. 
Tujuannya hanya satu: Agar Anda 
menang. Organisasi Anda menang. 
Dan orang bisa tetap bekerja.* 



Hendrik Lim, MBA: Dosen 
Pascasarjana STTINTI Surabaya 



REFORMATA 




Muda Berprestasi 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



liRE/ORMATA 



Joshua-Jeremi-Michael 



Medali Emas untuk Robot Rakitan 



UNTUK menyukseskan 
suatu pekerjaan, selain 
komitmen, ketekunan, 
dan kecerdasan pribadi, juga 
dibutuhkan kerja sama yang 
saling mendukung. Hanya 
dengan itu, niscaya sebuah 
kesuksesan atau prestasi dapat 
direngkuh. 

Itulah yang terjadi pada ketiga 
bocah imut, Joshua Christo 
Randiny (11 tahun), Jeremy 
Tobias, (10 tahun), dan Michael 
(11 tahun). Ketiganya sama- 
sama memiliki kecerdasan dalam 
merakit robot. Meski demikian, 
terkait dengan potensi yang 
mereka miliki itu, ketiganya tidak 
menonjolkan diri sendiri. Tapi, 
mereka bahkan sama-sama 
menunjukkan kearifan bersama, 
yakni mengedepankan suatu 
kerja sama yang baik dan saling 
mendukung. Sehingga, dalam 
aksi meraih prestasi, ketiganya 
bergerak di atas prinsip "Team- 
work and Do the Best". 
Bagaimana hasilnya? 

Sangat tak diragukan. Ketiga 
siswa kelas 6 SDK 2 Penabur ini 
begitu populer di dunia 
kompetisi perakitan robot 
tingkat dunia. J2M, demikian 
nama kelompok mereka, dalam 
ajang International Robot Olym- 
piad, yang diselenggarakan di 
Tallebudgera Brisbane, Austra- 
lia, pada 13-17 Desember 2010. 
Ketiganya meraih Gold Medal. 
Nama robot yang mereka buat 
adalah CLEWAMORSEE ROBOT 
(Cleaning Water Using Moringa 
Oliefera Seed) 

Tentu sebuah kesuksesan amat 
gemilang. Selain sebagai 
eksplisitasi dari sebuah 
kecerdasan berpikir dari mereka 
bertiga, tapi juga mengharumkan 
nama bangsa di mata dunia. 
Bahwa ternyata anak negeri ini, 
yang masih usia bocah pun, 
menyimpan kecerdasan luar biasa. 
Sebelum berlaga ke tingkat 
dunia, J2M sudah pernah 
mengikuti kompetisi dalam 
negeri. Pada 5-6 November 
2010, bertempat di Mal Central 
Park Jakarta, J2M mengikuti 
kompetisi Indo Robotic Master 
Cup 2011. Saat itu, mereka 
meraih Juara Favorit. 

Dukungan 

Tim J2M mengaku, prestasi 
yang mereka raih, selain didukung 
oleh kekompakan ketiganya, juga 
tidak terlepas dari adanya 
dukungan dari pihak sekolah dan 
orang tua. Dukungan dari pihak 
sekolah misalnya, sekolah 
senantiasa melengkapi keperluan 
sarana pembuatan robot yang 
diinginkan. Selain itu, sekolah juga 
selalu memberikan pelatihan dan 
pembimbingan dalam merakit ro- 
bot. 

Sementara dukungan dari or- 
ang tua tampak pada support 
mereka membiarkan buah hati 
mereka mengikuti latihan 
pembuatan robot dan melaku- 
kan kreativitas lainnya yang 
terkait dengan pengembangan 
prestasi. Tak hanya itu, orang 
tua mereka juga bahkan ikut 
mengadakan bahan-bahan yang 
diperlukan untuk pembuatan 

REFORMATA 



robot. "Kami senang karena orang 
tua kami mendukung kami 
mengembangkan kreativitas ini," 
ujar mereka serempak kepada 
REFORMATA, Selasa, 25 Januari 
2011. 

Kecekatan 

Dalam mengembangkan prestasi 
merakit robot ini tampaknya 
memang membutuhkan 

kecerdasan dan kecekatan. 
Setelah mereka merancang 
konsep, kemudian mereka 
mencari bahan-bahan yang 
sesuai. Setelah itu, mereka mulai 
merancang robot. Pengerjaan 
perakitan robot tak sekali jadi. 
Mereka mesti melakukan 
perbaikan robot yang mereka 
selesai kerjakan. Setelahnya, 
mereka lakukan uji coba baik 
secara manual maupun 
menggunakan robot. Latihan dan 
uji coba ini mereka lakukan 
berulang-ulang. 

Tak ada strategi dan metode 



spesial yang mereka lakukan 
dalam pembuatan robot ini. Pal- 
ing yang mereka laukan hanya 
terus berlatih. Pelatihan, selain 
dilakukan di sekolah yang berarti 
terjadi di bawah bimbingan 
sekolah, juga dilakukan di rumah. 
Kerapkali mereka bertiga bertemu 
untuk melakukan latihan robotic 
ini. 

Usia mereka masih belia. 
Namun, mereka sudah melukiskan 
nama mereka di dunia 
internasional dengan meraih 
prestasi pembuatan robotic. 
Dengan demikian, perjalanan 
untuk terus meraup banyak 
prestasi tentu masih banyak, 
tentunya masih dalam bidang 
pembuatan robotic. Apalagi, 
ketiganya didukung oleh cita-cita 
ingin mengembangkan bidang 
tersebut hingga bisa dimanfaatkan 
oleh seluruh masyarakat dunia 
dalam hidup sehari-hari. 

&Stevie Agas 




GE'HEAdNI 



New Release Album 





PT. GEMA SARANA MEDIA 



Ministry Contact: Ricky - 08999871231 
Dicari DISTRIBUTOR untuk luar Jawa 

Hubungi 021 59494223, SMS 08999871231 
Email gsm@getsemanimedia.com 



* ^mmmA disctarraJS) (Hi^s£) ilP E9 



Dapatkan juga di toko-toko kaset kesayangan Anda 



|;re/ormata| 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Senggang 17 






TENTU belum lekang dari benak kita, seorang pria 
murah senyum setiap tampil di panggung, la selalu 
memberikan keceriaan lewat hentakan nada yang ia 
sesuaikan dengan gerakan dan tarian yang enerjik. 
Namanya Ilham, yang belakangan lebih dikenal dengan 
Ilham Idol, karena kiprahnya di ajang nyanyi bergengsi 
"Indonesian Idol". Pria kelahiran Makassar ini memang 
dikenal ramah oleh siapa saja yang bahkan mungkin baru 
pertama kali bertemu dengannya. Ini tidak berlebihan, 
terbukti ia sempat beberapa kali menyambut sapaan dari 
siapa saja yang menyapanya saat ia sedang bermain futsal. 
Sekilas pria bernama lengkap Iham I rawan Basso ini tidak 
beda dengan beberapa orang temannya yang saat itu 
bermain futsal bersamanya. Bahkan mungkin tidak banyak 
yang mengenalnya dengan tubuh kecil berkaus salah satu 
klub sepak bola. 

I a sempat beberapa kali melontarkan senyuman kepada 
beberapa orang yang menyapanya dari luar lapangan. Usai 
bermain futsal ia duduk santai di pinggir lapangan sambil 
bercengkrama dengan teman-temannya. Ternyata ia 
bersama teman-teman gerejanya. Memang Ilham dikenal 
sangat aktif di gereja sejak dulu. Bahkan kesibukannya di 
panggung hiburan tidak mengurangi aktivitas pelayanan 
gereja. 

Ilham mulai dikenal ketika tampil sebagai kontestan In- 
donesian Idol pada 2006. Pada ajang musik ini Ilham 
berhasil bertahan sampai posisi enam besar. Walaupun 
demikian, beberapa orang banyak mengenal I Iham dalam 
pelayanan pujian pada beberapa kegiatan pelayanan. 

Suara Ilham yang berciri khas seperti salah satu 
Openyanyi Jazz kenamaan I ndonesia ini pun menjadi daya 
tarik tersendiri, la pun dianggap mempunyai originalitas 
yang sangat kuat dalam bernyanyi, la memang memberikan 
warna yang menonjol pada setiap penampilannya. I a seolah 
mengerti apa yang diinginkan penonton saat menyaksikan 
penampilannya di panggung. 

Bagi beberapa orang yang mengenal I Iham cukup lama 
dan dekat, talentanya dalam bernyanyi bukanlah sebuah 
hal yang mengherankan, karena ternyata sebagian besar 
keluarga Ilham memang memiliki bakat tersebut. Bahkan 
I Iham telah mengembangkan bakatnya tersebut sejak ia 
kecil, la sempat mengamen di jalanan. Saat ia beranjak 
dewasa, ia mulai aktif bernyanyi dari kafe ke kafe. Dari 
sinilah ia sempat terjatuh dalam dosa pergaulan bebas. 
Beruntungnya ia tidak sampai tenggelam dalam dosa 
duniawi tersebut. Lewat talentanya itu juga ia mendapat 
banyak kesempatan untuk aktif dalam berbagai kegiatan 
pelayanan seperti saat ini. 

Hingga saat ini aktivitas yang paling sering ia jalani 
adalah mencipta lagu untuk beberapa rekannya sesama 
penyanyi. Selain itu ia juga menjalani banyak kegiatan 
pelayanan di berbagai gereja di banyak kota di I ndonesia. 



Menurut pengakuannya ia baru mengenal Tuhan tiga 
tahun lalu, di saat Natal. Sebelumnya dia menganut 
agama lain. 

la merasa bahwa saat ia mengenal Tuhan Yesus 
adalah sebuah anugerah yang diberikan keapadanya 
untuk bisa meneruskan langkah maju dalam berbagai 
hal, khususnya melayani siapa saja yang merindukan 
kasih Kristus. Bagi Ilham ini adalah angerah yang 
sangat disyukuri. I Iham bersaksi bahwa ia bertobat 
karena kesaksian hidup dari temannya yang saat itu 
ia kenal sebagai seseorang yang hidup begitu rusak 
dipulihkan saat mengenal Kristus. Sejak itu pula ia 
ingin menjadi teladan bagi teman-temannya yang lain 
yang belum mengenal Kristus, la berharap 
pelayanan yang dilakukannya tidak hanya 
dalam bentuk partisipasi dalam kegiatan 
gerejawi melainkan juga bisa menjadi saksi 
bagi banyak orang lewat hidupnya. 

Ilham pun menekankan bahwa yang 
menjadi bagian penting dalam hidup adalah 
bagaimana menjaga pergaulan erat 
dengan Tuhan. Pergaulan erat dengan 
Tuhan itu bisa dipertahankan dengan pola 
hidup yang membiasakan diri untuk 
mendekatkan diri dengan Tuhan. Pola 
ini bisa dilakukan dengan cara yang 
sebenarnya begitu sederhana, walau 
memang mungkin tidak banyak anak 
muda yang mudah melakukannya. 
Salah satunya adalah membiasakan 
diri untuk saat teduh setiap hari. 



B2EDD 



Menurutnya, seberapa sibuk pun kita, 
seharusnya mempunyai waktu khusus 
dengan Tuhan. Sayangnya banyak anak 
muda yang enggan melakukannya 
karena berbagai alasan. Jadi 
bagi Ilham, yang terpenting 
adalah pola hidup yang 
bergaul dengan Tuhan, serta 
bersaksi bagi sesama dalam 
pergaulan sehari-hari. 

AfJenda Munthe 




MIOKHi» 
IBU! 

OLLHoh 



Akses Mobile untuk 
Berita Terkiri i 



re/orjvvata 





Mengikut Yesus : 
Oleh N. T. Wright CTom Wrighll 

"Semakin Anda melihat ke 

Yesus, Semakin Anda ingin 

melayani Dia dalam dunia-Nya," 

demikian tulis pakar P.B.,N. T 

Wright. 

Dalam 12 pasal yang 

menelusuri berbagai Injil dan 

kitab dalam perjanjian Baru, 

Tom memperkenalkan kita ke 

sosok Yesus yang mempesona 

itu secara sangat akrab dan 

I relevan dengan kita dalam 

zaman posmo kini, sampai kita 

jatuh cinta kepada-Nya selain itu ia menggali 

beberapa perikop PB yang menolong kita menangkap apa 

dampak konkrit hidup dan karya Yesus ke hidup serta karya 

kita kini sampai ke destini kekal kita kelak. 

Sebuah buku yang amat berguna untuk perorangan dan 
kelompok, membuat kita kenal Yesus Kristus akrab , dan 
menjadi murid -Nya dalam dunia kini. 

Hanya Rp. 27,500,- -164 h I m; 12.5 x 19 cm ; kertas impor 




hadir unluk 1 ?b tantangan 

tb dan memen -..n pemimpin dan aktivis Kristen 

tgain teolog la 

LOKASI 



si lebih lanjut hub. : *? 

Wisma Bersama. J L Salemba Raya 24 A -B Jak.Pus. 
(021) 3924m 3100023, SMS Q8Sf> 92 333 222 
PK 14.00 stf Pk. 19,00 WIB 



Managed by : 
GRI Jemaat Antiokhla 



Ayo berbagi kebaikan untuk sesama.. 



Satu hari Satu kebaikan 




#1 haril kebaikan di fe @WaferTango 

*ingopedul igizi.com f Tango Wafer Renyah 



Memang 



Enak 



REFORMATA 




Laporan Khu: 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 Wi 



f, 



E/ORMAJA 



Menggugat "Kejujuran" Presiden 

Banyak janji dan pernyataan SBY tak direalisasi. Para tokoh agama pun menyuarakan inkonsistensi antara pernyataan dan realitas itu. 



SUDAH beberapa kali para tokoh 
agama menyampaikan 
pernyataan bersama, seman 
melawan terorisme misalnya. Tapi 
pernyataan bersama yang dirilis di 
Kantor Dakwah PP. Muhammad- 
iyah, Jakarta, Senin (10/1) silam 
sungguh menggegerkan jagad poli- 
tik nasional. Saat itu, para tokoh lintas 
agama berjanji akan mengajak umat 
untuk memerangi kebohongan yang 
dilakukan pemerintahan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Janji untuk memerangi kebohon- 
gan itu dikumandangkan dalam 
acara bertajuk "Pencanangan Tahun 
Perlawanan Terhadap Kebohongan". 
Hadir dalam acara tersebut beberapa 
tokoh terkemuka lintas agama yaitu 
mantan ketua umum PP Muhammad- 
iyah Prof. Dr. Syafii Maarif, Ketua 
Umum PGI Pdt. Andreas A. Yewang- 
oe, Ketua Umum PP. Muhammadiyah 
Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua KWI 
Mgr. Martinus D. Situmorang OFM. 
Cap, pengaruh Pondok Pesantren 
Tebuireng Ir. KH. Shalahuddin Wa- 
hid, pemimpin agama Budha Bikkhu 
Pannyavaro, pemimpin agama Hindu 
I Nyoman Udayana Sangging, Guru 
Besar Filsafat Prof. Dr. Franz Magnis 
Suseno SJ dan romo Benny Susetyo. 
Syafii Maarif mengungkapkan 
dirinya merasa miris dengan kondisi 
negeri ini. Pemerintah tidak dapat 
mengaplikasikan konstitusi negara 
untuk berpihak kepada masyarakat 
miskin. "Dalam pembangunan 
pemerintah tidak memanfaatkan 
konstitusi untuk membantu mas- 
yarakat miskin. Politik ekonomi 
tidak berpihak kepada rakyat miskin. 
Akibatnya negeri ini rapuh secara 
politik, ekonomi, mau-pun hukum/' 
tegas-nya. 



Dia menambahkan, s 
pemerintah hanya 
melakukan penge- 
lolaan kebijakan 
yang berpihak pada 
kepentingannya. Pen- 
gelolaan kebijakan 
inilah yang dimak- 
sud sebagai kebo- 
hongan oleh Syafii 
Maarif. Pernyataan ini 
diamini oleh delapan 
pemuka agama lain- 
nya. Mgr. Martinus 
D. Situmo-rang men- 
gungkapkan ia akan 
mengajak umatnya 
untuk memerangi ke- 
bohongan ini. Ajakan ini merupakan 
peran yang sesuai selaku pemuka 
agama. "Kami setuju dengan misi 
ini. Makanya kami akan berikan 
kontribusi sesuai dengan peran 
kami. Kami adalah pemuka umat, 
makanya kami ajak umat/' jelasnya. 

18 kebohongan 

Untuk mengungkap inkonsistensi 
pemerintahan SBY itu, para tokoh 
agama didukung oleh para ahli 
yang bergabung dalam "Badan 
Pekerja Tokoh Lintas Agama", 
antara lain Romo Benny Susetyo, 
Direktur Eksekutif Maarif Institute 
Fajar Ziaul Hag, pakar komunikasi 
politik Dr. Effendy Ghazali, Direktur 
Eksekutif Lingkat Madani Ray Rang- 
kuti, Ekonom Ecosoc Sri Palupi, 
Direktur Eksekutif Migran Care Anis 
Hidayat, Direktur Eksekutif Reform 
Institute Yudi Latief, ekonom Hendri 
Saparnini dan lain-lainnya. 

Pada kesempatan pencanan- 
gan "Tahun Perlawanan Terhadap 
Kebohongan" itu, badan pekerja 



mpnuamnaikan cpmhilan \cg\\c\- 







hong-an baru dan 9 kebohongan 
lama pemerintahan SBY. Yang 
dimak-sudkan dengan kebohon- 
gan adalah ketidaksesuaian antara 
pernyataan dan kenyataan. Kebo- 
hongan baru yang pertama, dalam 
Pidato Kenegaraan 17 Agustus 
2010 Presiden SBY menyebutkan 
bahwa Indonesia harus mendukung 
kerukunan antarperadaban atau 
harmony among civilization. Fak- 
tanya, catatan The Wahid Institute 
menyebutkan sepanjang 2010 
terdapat 33 penyerangan fisik dan 
properti atas nama agama dan 
Kapolri Bambang Hendarso Danuri 
waktu itu menyebutkan 49 kasus 
kekerasan ormas agama pada 
2010. 

Kedua, dalam pidato yang sama 
Presiden SBY menginstruksikan 
polisi untuk menindak kasus ke- 
kerasan yang menimpa pers. In- 
struksi ini bertolak belakang den- 
gan catatan LBH Pers yang menun- 
jukkan terdapat 66 kekerasan fisik 
dan nonfisik terhadap pers pada 

f-ahnninm ketiga ProciHon QRV 



iLtakan akan membe-kali 
Tenaga Kerja Indonesia 
(TKI) dengan telepon 
genggam untuk men- 
gantisipasi permasala- 
han kekerasan. Aksi ini 
tidak efektif karena di 
sepanjang 2010, Mi- 
grant Care mencatat 
kekerasan terhadap TKI 
mencapai 1.075 orang. 
Kebohongan keem- 
pat, Presiden SBY men- 
gakui menerima surat 
dari Zoellick (Bank Dun- 
ia) pada pertengahan 
2010 untuk meminta 
agar Sri Mulyani diiz- 
inkan bekerja di Bank Dunia. Tetapi 
faktanya, pengumuman tersebut 
terbuka di situs Bank Dunia. Pres- 
iden SBY diduga memaksa Sri 
Mulyani mundur sebagai menteri 
keuangan agar menjadi kambing 
hitam kasus Bank Century. Keli- 
ma, SBY berkali-kali menjanjikan 
sebagai pemimpin pemberantasan 
korupsi terdepan. Faktanya, riset 
ICW menunjukkan bahwa dukun- 
gan pemberantasan korupsi oleh 
Presiden dalam kurun September 
2009 hingga September 2010, 
hanya 24% yang dikatakan berhasil 
Keenam, SBY meminta penun- 
tasan rekening gendut perwira ting- 
gi kepolisian. Bahkan, ucapan ini 
terungkap sewaktu dirinya menjen- 
guk aktivis ICW yang menjadi kor- 
ban kekerasan, Tama S Langkun. 
Dua kapolri, Bambang Hendarso 
Danuri (sekarang mantan), dan 
Timur Pradopo, menyatakan kasus 
ini telah ditutup. Kebohongan lain, 
Presiden SBY selalu mencitrakan 
partai politiknya menjalankan poli- 

HL- horcih canH.n Hrm horoHL-a 



Faktanya Anggota KPU Andi Nurpati 
mengundurkan diri dari KPU, dan 
secara tidak beretika bergabung 
ke Partai Demokrat. Bahkan, Ket- 
ua Dewan Kehomatan KPU Jimly 
Asshiddiqie menilai Andi Nurpati 
melakukan pelanggaran kode 
etik dalam Pemilukada Toli-Toli. 
Kedelapan, Kapolri Timur Pradopo 
berjanji akan menyelesaikan kasus 
pelesiran tahanan Gayus Tambunan 
ke Bali selama 10 hari. Namun hing- 
ga kini, kasus ini tidak mengalami 
kejelasan dalam penanganannya. 
Malah, Gayus diketahui telah sem- 
pat juga melakukan perjalanan ke 
luar negeri selama dalam tahanan. 

Yang terakhir, Presiden SBY akan 
menindaklanjuti kasus tiga anggota 
KKP yang mendapatkan perlakuan 
tidak baik oleh kepolisian Diraja 
Malaysia pada September 2010. 
Ketiganya memperingatkan nelayan 
Malaysia yang memasuki perairan 
Indonesia. Namun ketiganya malah 
ditangkap oleh polisi Diraja Malay- 
sia. Sampai saat ini tidak terdapat 
aksi apapun dari pemerintah un- 
tuk nmenuntaskan kasus ini dan 
memperbaiki masalah perbatasan 
dengan Malaysia. 

Sementara kebohongan lama an- 
tara lain menyangkut pe-ngurangan 
kemiskinan, swasem-bada pangan, 
blue energy, menganggap dirinya 
sebagai korban terorisme, kasus 
Munir, penyelesaian lumpur Lap- 
indo, limbah laut dan renegosiasi 
dengan PT. Freeport. 

^Paul Makugoru 




Di Balik Gugatan Para 
Agamawan 

Banyak pihak menuduh para tokoh agama sedang "bermain politik". Apa sebenarnya motif 
para tokoh agama tersebut? 

KRITIK tajam segera diarahkan 
kepada para tokoh yang 
mengumandangkan keprihati- 
nan mereka. Salah satu tokoh yang 
terkena serangan adalah Prof. Dr. 
Din Syamsuddin (ketua umum PP 
Muhammadiyah). Menteri Kelautan 
dan Perikanan Fadel Muhammad 
mengecam keterlibatan Din da- 
lam gerakan moral itu. Menurut 
politisi Partai Golkar tersebut, 
dengan turut dalam penyusunan 
pernyataan sikap berjudul "Ke- 
bohongan Rezim SBY", Din tidak 
layak disebut sebagai intelektual. 
Ia bahkan menyebut Din sebagai 
tokoh antagonis. 

Serangan kepada Din juga datang 
dari sekelompok masyarakat yang 
menamakan dirinya Gerakan Anti Din 
Syamsuddin (GADIS). "Din Syamsud- 
din kalau ente tokoh agama berlakulah 
sebagai tokoh agama yang menjadi te- 
ladan baik bagi umat/' demikian bunyi 
sebuah spanduk yang dibentangkan di 
depan bioskop Megaria, Jakarta Pusat. 
Serangan yang mengarah ke pribadi 
itu berkaitan dengan isu pemakzulan 
terhadap SBY. "Saya dianggap ingin 
memakzulan pemerintah dengan tokoh 
lintas agama. Padahal saya tidak setuju 
dengan pemakzulan. Itu tidak baik dan 
jangan kaitkan gerakan tokoh lintas 
agama dengan pemakzulan/' kata Din. 
Menurut dia, seman para tokoh ag- 
ama adalah pandangan tokoh lintas 
agama, bukan pandangan pribadin- 
ya. "Itu sikap dan pernyataan ber- 
sama secara kolektif yang disetujui 
oleh para tokoh yang nama-namanya 
tercantum di bagian akhir pernyata- 
an itu. Itu sebuah sikap bersama 
yang dibantu oleh Badan Pekerja, 

REFORMATA 



damai, sedangkan dulu bisa? Tentu 
ada yang salah dalam masyarakat ini. 
Maka kita tidak bisa menyelesaikan 
kasus per kasus, tapi harus secara 
menyeluruh," kata ketua umum 
PGI ini sambil menyebutkan hasil 
penelitian beberapa lembaga tentang 
meroketnya gejala intoleransi dalam 
masyarakat kita. 

Kepada Presiden, ia menyebutkan 
bahwa sementara Presiden berbicara 



termasuk fakta-fakta yang menjadi 
lampiran dari pernyataan bersama 
yang bersifat terbuka itu/' ujar Din. 

Menurut pria kelahiran Nusa Teng- 
gara Barat ini, sikap itu didorong 
oleh rasa tanggung jawab terhadap 
bangsa dan negara. "Kita juga ber- 
tanggung jawab terhadap kehidupan 
kebangsaan yang berjalan selama ini. 
Jika ada penyimpangan dan penyele- 
wengan, kami terdorong untuk ikut 
menyuarakan atau meluruskan. Ini 
dorongan karena cinta pada negara 
dan bangsa ini," tegasnya. Yang 
disampaikan para tokoh agama ada- 
lah apa yang dilihat, didengar dan 
dirasakan dalam komunikasi dengan 
masyarakat di lapiran terbawah. "Itu 
ungkapan realitas yang berkembang 
dalam masyarakat," katanya. 

Distorsi dan deviasi 

Ditegaskan Din bahwa para to- 
koh agama engeritik SBY karena 
telah terjadi distorsi dan deviasi 
serta pengingkaran cita-cita kebang- 
saan dari pelbagai aspek. "Kami tengarai 
adanya distorsi dan deviasi dari cita-ci- 



ta nasional yang diletakkan oleh the 
Founding Fathers. Kita harus mendesak 
pemerintah untuk segera memperbaiki 
penging-karan itu. Jika pemerintah 
menolak atau mengabaikan pesan 
moral tersebut, berarti pemerintah 
melakukan kebohongan publik, 
dalam pengertian ada kesenjangan 
antara ucapan dan kenyataan, an- 
tara pernyataan dan kenyataan," 
Din menjelaskan maksud kata 
kebohongan publik. 

Pengingkaran pemerintah terhadap 
cita-cita bernegara tampak sangat 
transparan dalam berbagai aspek. 
Antara lain, kemiskinan, pembiaran 
terhadap kekerasan agama, meng- 
gadaikan hukum dengan uang serta 
tidak adanya niat untuk melindungi 
segenap bangsa Indnesia. "Kita 
berharap, pengingkaran itu segera 
diakhiri," katanya. 

Pdt. Dr. Anderas A. Yewangoe 
secara khusus menyorot soal pelang- 
garan terhadap pluralisme. "Mengapa 
sekarang bangsa Indonesia tidak 
mampu lagi hidup bersama secara 



tentang kemerdekaan beribadah 
pada saat merayakan Natal bersama, 
sebenarnya pada saat yang sama 
sedang terjadi pengingkaran terhadap 
hak dasar itu. "Orang yang sedang 
merayakan Natal diusir dari tempat 
peribadatannya. Ini sesuatu yang tidak 
cocok antara apa yang dikatakan dan 
apa yang terjadi," ujar Yewangoe sam- 
bil meminta pemerintah mengungkap- 
kan secara gamblang apa sebenarnya 
yang terjadi. 

Meskipun tidak memberikan dead- 
line kepada Presiden tentang kapan 
persoalan itu mesti selesai, Yewangoe 
mengaku bila para tokoh agama dan 
komponen masyarakat lainnya akan 
terus menagih janji pemerintah. Pe- 
merintah, kata Yewangoe, bisa saja 
mengajukan data yang berbeda den- 
gan yang dikemukakan Badan Pekerja 
Tokoh Agama, tapi hendaknya dilihat 
secara realistis. "Kita jangan hanya 
terpaku pada data dan statistik tapi 
realitas kemiskinan. Realitasnya ada- 
lah bahwa ada orang yang menggan- 



tung diri, ada yang makan nasi tiwul, 
ada juga yang terjun dari hotel karena 
tidak lagi melihat perspektif masa 
depan. Kita ajak pemerintah, lihatlah 
aspek kemanusiaan itu, jangan hanya 
bergerak dengan data-data karena 
data-data itu mematikan sedangkan 
kehidupan adalah kehidupan yang 
nyata," tegas Yewangoe. 

Greget baru 

Dalam kesempatan pertemuan 
dengan para tokoh agama, Senin 
(17/1), Romo Magnis Suseno SJ, 
mengatakan Presiden menanggapi 
seluruh penyampaian tokoh agama 
dengan sangat terbuka. "Tapi apa itu 
berarti ada gereget dan usaha baru 
dalam bertindak, itu yang kita tunggu. 
Jadi dalam pertemuan itu, kami belum 
mendapatkan sebuah kepastian yang 
bisa membuat kami puas," kata Guru 
Besar Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsa- 
fat Driyarkara, Jakarta ini. 

Ditambahkan Magnis, pertemuan 
dengan Presiden tidak hanya seka- 
dar untuk "enak-enak omong" tapi 
karena konsern pada kenyataan 
fundamental dalam masyarakat yang 
kalau dibiarkan seperti sekarang akan 
mengancam masa depan. "Yang kita 
nantikan adalah perubahan, bukan 
sekadar diskusi," tambahnya. 

Secara kuantitatif, Romo 
menyebutkan, masih ada 40% rakyat 
Indonesia sangat susah dan belum 
sejahtera. Hal itu berbeda dengan 
pernyataan pemerintah bahwa per- 
ekonomian Indonesia bertumbuh 
dan pendapatan per kapita tumbuh 
pula. "Kalau itu tidak berubah, yang 
40% tetap akan di bawah. Kami 
mau mendesak kepada pemerintah 
untuk mengubah haluan di dalam 
kebijakan ekonomi sedemikian rupa 
sehingga orang yang miskin dan pas 
miskin yang lebih dari 100 juta orang 
itu bisa merasa sebuah hidup yang 
lebih baik," tukasnya. ^Paul 

Makugoru. 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Laporan Khusus 



Jurus SBY Menangkis 
Tuduhan 

Menjawab tuduhan kebohongan publik yang disampaikan 9 tokoh agama, SBY men- 
datangkan puluhan tokoh agama untuk sebuah dialog. Efektifkah? 




TUDINGAN telah melakukan 
kebohongan publik yang di- 
alamatkan oleh 9 tokoh agama 
kepadanya menimbulkan reaksi 
dari pemerintahan SBY. Menu-rut 
staf ahli presiden bidang politik 
Dr. Daniel Sparingga, presiden 
menganggap penting karena ada 
sangkaan yang sebenarnya sangat 
serius. "Sangkaan atau tuduhan 
berbo-hong itu bukan hal remeh 
bagi sebuah pemerintah yang 
memi-liki komitmen untuk memas- 
tikan bahwa semua langkahnya 
bisa disebut in line dengan jan- 
jinya/' tegas Daniel dalam acara 
Debat Publik yang diselenggarakan 
di PGI, Jumat (14/1). 

Menurut dia, sebenarnya tidak 
ada keberatan bahwa ada kritik 
tentang cerita yang kurang ber- 
hasil atau sukses. 'Tapi Presiden 
dan seluruh jajaran pemerintahan 
sangat berke-beratan, bahkan 
menolak bila ada tuduhan seperti 
berbohong. Karena berbohong itu 
artinya secara aktif memelintir ken- 
yataan atau memelintir fakta dan 
itu jauh dari kemauanan pemerin- 
tah/' dosen Universitas Airlangga 
Surabaya ini. 

Berdialog 

Menyikapi tudingan itu, demikian 
Daniel, Presiden langsung me- 
minta dua orang terdekatnya yaitu 
Menkopolhukam dan Menko Pere- 



konomian untuk mem-buat 
pernyataan pers. Bersamaan 
dengan itu, mengirim Daniel 
dan Denny Indrayana, ang- 
gota Satgas Mafia Hukum 
untuk mela-kukan pembic- 
araan di ruang publik. 

Pernyataan-pernyata- 
an pemerintah di depan 
publik menyangkut hal itu, 
menurut Daniel, bukanlah 
upaya reaktif dan provokatif, 
tapi supaya masyarakat tahu 
apa yang sebenarnya terjadi. 
"Ini bukan reaktif atau bukanlah 
statement yang provokatif memicu 
lebih rumit lagi tentang perkara 
yang sedang dibicarakan, tapi 
supaya publik tahu apa yang se- 
sungguh-nya sedang terjadi, dan 
dari sana dapat memiliki peralatan 
yang lebih baik untuk menilai 
keadaan/' 

Tiga hari kemudian, persisnya 
Senin (17/1) presiden pun men- 
gundang puluhan tokoh agama, 
baik yang "keras" maupun yang 
"lembut" untuk melakukan dialog 
di Istana Negara. Dalam dialog 
yang berlangsung empat jam lebih 
itu, Daniel menyimpulkan bahwa 
pemerintah telah menangkap 
tiga hal penting yaitu tentang 
kemiskinan, penegakan hukum 
- terutama mengenai pember- 
antasan korupsi -, dan penge- 
lolaan kemajemukan dalam soal 





bagaimana kehidupan beragama 
dan beribadah itu tidak saja dija- 
min oleh negara tapi juga terjadi di 
tingkat masyarakat yang dasar. "Itu 
pesan yang ada dalam pertemuan 
itu. Presiden melihat bahwa ini 
sangat penting yang harus ditang- 
gapi sungguh-sungguh oleh pihak 
pemerintah/' jelas Daniel. 

Yang membesarkan hati pemerin- 
tah, masih menurut Daniel, adalah 
pernyataan dari Romo Magnis 
Suseno bahwa sesungguh-nya para 
tokoh agama tidak pernah men- 
gatakan bahwa SBY berbo-hong. 
"Romo Magnis mengatakan bahwa 
Indonesia tidak selamanya da- 
lam keadaan krisis karena pada 
saat yang sama ada kemajuan 
di bidang ekonomi. Hal ini tidak 
untuk membuat kita yakin bahwa 
tidak ada masalah, tapi untuk 
mengatakan bahwa ada capaian, 
ada cerita yang dapat dibangga- 



kan, tapi juga ada kenyataan yang 
harus diluruskan. Soal arah itu 
memang mencemas-kan banyak 
orang dan saya kira itu memiliki 
dasar dan argu-mentasinya. Dan 
kami mene-rimanya. Presiden juga 
menerimanya," urai Daniel. 

Ia menyebutkan point-point pemben- 
ahan yang segera dilakukan pemerintah 
yaitu yang berkaitan dengan fungsi 
pemerintahan umum, sebagaimana din- 
yatakan dalam konstitusi kita. Di antara- 
nya bagaimana fakir miskin itu diurus, 
keadilan, penegakan dan supremasi 
hukum. "Siapa pun pemerintah, harus 
berdasarkan pada mandat konstitusi," 
katanya. 

Tunggu realiasi 

Menurut Din Syamsuddin, dalam 
dialog yang ber-langsung empat 
jam itu, Presiden pada dasarnya 
menerima. "Tapi bagi kami yang 
penting itu bukan janji tapi realisa- 



si. Kita hargai good will-nya, 
tapi kita juga menunggu 
realisasinya di lapangan," 
katanya sambil memastikan 
bahwa gerakan moral para 
tokoh agama itu tidak akan 
berhenti, tapi akan terus 
dilakukan sebagai bukti rasa 
cinta dan tanggung jawab ke- 
pada masyarakat dan negara. 
Diakui Din, dalam per- 
temuan itu memang ada ban- 
yak tokoh agama yang memu- 
ji kemajuan yang dilakukan 
oleh peme-rintahan SBY. Tapi 
menurut Din, pemerintah ha- 
rus juga mendengarkan kritik. 
"Kemajuan itu datang juga 
dari kritik. Tidak bisa hanya 
dari puja dan puji," katanya 
sembari menyarankan adanya 
dialog yang lebih dialogis dan 
tak hanya sekadar basa-basi. 
Pengamat politik Yudi La- 
tif menyatakan bahwa per- 
temuan tersebut bersifat sere- 
monial dan defensif. "Perintah 
tidak bermaksud mengkonfirmasi 
atas beberapa kebohongan itu 
secara intens," katanya. Menurut 
budayawan Mo-hammad Sobari, 
pertemuan itu tidak produktif. 
"Pertemuan yang dilakukan sam- 
pai lewat jam 12 malam dan tanpa 
kesimpulan itu hanya mem-buang 
waktu. Tidak akan membuat rakyat 
berpikir bahwa pemerintah ini 
demokratis," katanya. 

^Paul Makugoru 



Romo Benny Susetyo Pr., Tokoh Lintas Agama: 

"Agamawan Memang Harus 
Luruskan yang Bengkok!" 



BANYAK pihak menuduh para 
tokoh agama diboncengi 
kekuatan politik. "Mereka sudah 
sangat matang, mereka tidak bisa 
dimanipulasi. Tujuan mereka hany- 
alah meluruskan yang bengkok," kata 
Romo Benny Susetyo Pr., Sekretaris 
Hubungan Antara Agama dan Keper- 
cayaan KWI. 

Banyak orang menuduh bah- 
wa ada kepentingan politik 
di balik pernyataan bersama 
tokoh agama itu? 

Itu orang yang tidak memahami 
bahwa seorang rohaniwan dan ag- 
amawan itu punya fungsi profetis. 
Seorang agamawan itu harus mem- 
perjuangkan nilai-nilai keadilan, 
kemanusiaan, kejujuran. Itu bagian 
dari misi profetis dia. Maka kalau 
kita membaca dari Kitab Suci itu, 
jelas fungsi nabi itu tegas, bahkan 
kerap kali membuat telinga itu tidak 
enak didengar. 

Maka nabi-nabi mengkritik to- 
koh-tokoh agama yang dekat den- 
gan kekuasaan. Tokoh agama harus 
menjaga jarak dengan kekuasaan 
supaya memiliki suara hati nurani 
yang jernih dan bening. Maka 
tuduhan itu hanya mengalihkan isu 
substantif. 

Itu substansinya apa sebe- 
narnya? 



Isu substansinya adalah saatn- 
ya tahun kebenaran. Tahun 2011 
ini haruslah dijadikan tahun di 
mana kebenaran itu menjadi 
acuan di dalam kehidupan ber- 
sama. Ini kan kritik bersama. 
Sebenarnya kalau pemerintah 
ini legowo dan tidak reaktif, hal 
ini sebenarnya tidak akan besar. 
Tetapi soal ini menjadi besar 
karena sikap pemerintah yang 
reaktif itu. 

Fungsi agamawan memang 
meluruskan jalan yang bengkok. 
Maka politik mereka bukanlah politik 
kekuasaan tapi politik hati nurani dan 
politik hati nurani itu lahir dari sebuah 
permenungan. Karena panggilan 
seorang agamawan adalah menyu- 
arakan kebenaran, keadilan dan 
kejujuran. Kalau dia diam terhadap 
ketidakadilan, diam terhadap ketida- 
jujuran, maka dia bukan agamawan 
sejati. Maka dikatakan Nabi Elisa, 
bahwa Tuhan muak terhadap segala 
persembahanmu, bau amis dan najis 
kalau tangan-tanganmu penuh den- 
gan darah. Maka tinggalkan semua 
persembahanmu itu, karena semuan- 
ya itu tidak ada gunanya. 

Itu keras sekali. Maka seorang 
agamawan yang mengkhianati suara 
hati nuraninya dia bukan seorang 
agamawan. 

Ada yang mengatakan bah- 




wa tuduhan telah melakukan 
kebohongan itu terlalu keras? 

Sebenarnya tidak ada kaitannya 
dengan kekerasan. Seorang nabi itu 
fungsinya memang kritis dan tegas. 
Dan kerap kali memang membuat 
telinga tidak enak. 

Ini bukan soal terminologi, tapi soal 
substansinya yang harus ditangkap. 
Kita mau mengatakan, saatnya tahun 
kebenaran dijadikan acuan. Itu yang 
tidak ditangkap, sehingga dialihkan 
seolah-olah yang terpenting adalah 
persoalan terminologi kebohongan ini. 

Yang diharapkan rakyat adalah 
bekerjalah, selesaikan segera per- 
kara-perkara yang menggantung, 



yang membuat rakyat ini sengsara. 
Ini kan soalnya adalah hancurnya 
keadaban publik. Tapi kalau dia 
hanya berputar-putar dengan kata 
kebohongan, itu menunjukkan 
bahwa pemerintah memang tidak 
mau dikritik. Kemudian membuat 
reaksi-reaksi yang berlebihan, en- 
ergi kita hanya untuk itu. 

Padahal kalau kita baca pesan- 
nya, inti sarinya, mari kita kemba- 
likan arah kepada bahwa kita ingin 
membangun sebuah peradaban. 
Untuk membangun sebuah perad- 
aban itu dibutuhkan fungsi silang. 
Selama ini kita melihat bahwa 
kekuasaan berselingkuh dengan 
kapital sehingga rakyat jadi korban. 
Artinya marilah kita tegakkan yang 
namanya keadaban hukum dan 
keadaban politik. Mungkin keras, tapi 
ini pernyataan yang lahir dari sebuah 
pertimbangan yang dalam karena ini 
menyangkut suara nurani. 

Memang, gerakan moral, tapi 
tidak tertutup kemungkinan 
ditunggangi oleh kepentingan 
politik? 

Risiko ditunggangi itu memang 
ada. Tapi mereka tidak akan bisa 
ditunggangi, karena orang seperti 
Pak Andreas, Buya Safii, Mgr. Situ- 
morang, mereka itu punya ambisi 
politik apa. Kalau mereka punya 
interest, dia akan habis dengan 
sendirinya. Memori rakyat itu meng- 



ingat, dia tahu. 

Mereka tidak sebodoh itu. Mereka 
itu sudah lama, sejak jaman Gus 
Dur sudah bertemu seperti ini dan 
selalu menyuarakan keprihatinan. 
Dan ini bukan orang baru, mereka 
sudah teruji. Tidak perlu takut bahwa 
mereka akan ditunggangi. Mereka 
itu orang dewasa yang makanannya 
keras, bukan yang lunak. Istilah 
ditunggangi itu produk Orde Baru. 

Kita harus kembali ke substansi 
masalah, mari kita menata kembali 
keadaban publik kita. Dan sekarang 
kita bekerja keras untuk itu. Kalau 
kita bisa mengatasi krisis ini, maka 
kita kan menjadi suatu bangsa yang 
akan bisa mencapai cita-cita bersama 
sesuai dengan para pendiri bangsa 
ini. Kita akan menjadi seperti Korea 
Selatan dan bangsa Cina yang sudah 
kembali menata keadaban itu. Tapi 
kalau kita tidak melalui yang pahit ini 
dengan kerja keras, maka kita akan 
menjadi bangsa yang kehilangan 
harapan. 

Menurut Anda pernyataan 
tokoh agama itu efektif untuk 
perubahan? 

Dalam sejarah dunia kita lihat 
bahwa di banyak negara, gerakan 
tokoh agama itu berhasil menga- 
khiri struktur penindasan. Maka 
muncul teologi pembebasan, 
sehingga Amerika Latin sekarang 
menjadi negara yang berwibawa, 
kokoh dan mengalahkan penin- 
dasan dan itu tidak berdarah-da- 
rah. 

Agamawan memang harus men- 
jaga jarak bahwa mereka tidak 
masuk dalam daerah kekuasaan. 
Mereka harus kritis, apalagi ketika 
partai politik tidak bisa diharap- 
kan. Jadi rakyat berharap pada 
tokoh agama yang tidak punya 
kepentingan pribadi, tapi memiliki 
kredibilitas. 



|20 



Profil 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



ire/or mata 



BUAH jatuh tak jauh dari pohon. 
Peribahasa ini tampaknya 
sangat mempengaruhi Drs. 
Constantine John Syauta MBA. 
Hal itu terekspresi dalam prinsip 
dan kiatnya mengarungi ke- 
hidupan. Sebagai anak pendeta, 
kehidupan-nya tidak terlepas dari 
kelekatan pada Tuhan. "Sejak 
kecil kita selalu menomorsatukan 
Tuhan. Kita tidak bisa berbuat apa- 
apa kalau tidak menempel pada 
pokoknya/' kata penanggungjawab 
Business Development Immanuel 
Publishing House & Bookstore ini. 
"Prinsip saya Tuhan nomor satu, 
nomor dua keluarga dan ketiga 
pekerjaan/' tambahnya. 

Keluarga menjadi prioritas kedua 
karena sangat menentukan aspek 
kehidupan lainnya. Ia mengi-barat- 
kan keluarga sebagai bola kristal. 
"Sangat berharga dan harus di- 
jaga. Kalau sudah pecah, sangat 
susah untuk dipulihkan," katanya. 
Dari pengalaman, ia melihat ban- 
yak temannya yang gagal dalam 
pekerjaan tapi gampang bangkit 
kembali karena dia menjaga 
keutuhan keluarga. "Tapi kalau 
keluarganya sudah hancur, susah," 
kata suami dari Yunie Syauta ini. 
Karier menduduki prioritas ketiga 
dalam hidupnya. Dan ia men- 
gibaratkan karier sebagai bola 
karet. "Bisa mental di sini, jatuh 
di sana. Bisa pindah-pindah tapi 
bisa bangun kembali. 

Urutan prioritas itu benar-be- 
nar dijaga oleh ayah dari Kevin 



Joseph dan Sarah Josephine Syauta 
ini. Hanya, ia mengaku, pada tujuh 
tahun pertama meniti karier, urutan 
prioritas kedua dan ketiga sering 
bergantian. 

Nilai tambah 

Pria kelahiran Batu, Jawa Timur 26 
Oktober 1962 ini menyelesaikan SD 
dan SMP-nya di kota kelahirannya. 
Tamat dari SMA Cikini, Jakarta, ia 
masuk jurusan ekonomi di Unver- 
sitas Satya Wacana, Salatiga, Jawa 
Tengah. 

Titian awal kariernya adalah se- 
bagai sales administration di PT. 
Eresindo Jaya pada tahun 1987. 
Kariernya terus menanjak. Tahun 
1991, ia dipindahkan ke Jakarta dan 
menduduki posisi product manager. 
Untuk meningkatkan daya lenting, 
ia mengambil program MBA. 

Tahun 1995-1996, ia sempat ber- 
karier di bidang property, tepatnya 
di Lippo Karawaci sebagai manajer 
promosi. "Kebetulan saat itu bisnis 
perumahan lagi booming," katanya. 
Tapi karena beda jalur, ia kemudian 
kembali dan masuk dalam bidang 
farmasi di bawah PT. Sterling Prod- 
uct Indonesia yang setelah merger 
menjadi Glaxo Smithkline. Kariernya 
terus menanjak sampai ke posisi 
direktur pemasaran. 

Dalam berkarier, ia selalu berusa- 
ha menunjukkan nilai tambah yang 



mengalir dari kelekatannya pada 
Tuhan. Semua orang, bila bekerja 
keras niscaya bisa berhasil. Apala- 
gi bagi kita yang mengandalkan 
Tuhan. "Yang menjadi nilai tam- 
bah kita itu adalah wisdom atau 
kebijaksanaan yang datangnya 
dari Tuhan. Dan itu bisa kita dapat 
ketika kita melekat pada Tuhan," 
katanya. 

Bila orang lain saja bisa menun- 
jukkan prestasi dan me-menuhi 
target-target perusahaan, apalagi 
bagi yang mengandalkan Tuhan. 
Karena mengandalkan Tuhan 
itulah, maka beberapa kali dia 
mendapatkan peringkat presta- 
si terbaik di perusahaan dan 
mendapatkan kesempatan ke 
luar negeri bersama keluarga atas 
biaya perusahaan sebagai imbal 
prestasi. "Setelah target tahunan 
disepakati dalam meeting, saya 
bawakan itu dalam doa," katanya. 

Tahun 2007, setelah mencapai 
puncak karier, ia memutuskan 
untuk masuk dalam "bisnis" kelu- 
arga yaitu toko dan penerbit buku 
Immanuel. "Di sini saya merasa 
lebih tenang. Apalagi ada banyak 
buku yang bisa saya baca dan 
menambah luas ruang batin saya," 
katanya sembari menambahkan 
bila setiap hari biasanya dibuka 
dengan doa bersama. "Ada juga 
persekutuan tiap minggu," ujarnya. 



Memberkati lewat buku 

Sejak berdiri 44 tahun silam, toko 
dan penerbit buku Immanuel ingin 
memberkati pembaca melalui buku- 
buku bermutu. Berawal dari sebuah 
toko buku berukuran 35 meter 
bujur sangkar di Megaria, kini ia 
telah berekspansi menjadi 8 buah, 
4 di Jakarta dan 4 di luar Jakarta 
yaitu di Bandung, Manado, Malang 
dan Surabaya. "Bila dilihat dari segi 
umur mungkin perkembangannya 
sangat lamban. Tapi prioritas kita 
bukan pada aspek kuantitatif tapi 
kualitatif," katanya. Namun dia ber- 
janji, setelah melakukan pembena- 
han aspek sistem dan manajerial, 
akan ekspansi akan dilakukan. "Kita 
memang terus bergumul untuk 
menambah cabang baru di daerah 
yang belum terjangkau," ujarnya. 

Selain menjual, Immanuel 
juga menerbitkan buku-buku 
yang lebih berfokus pada 
Christian living. "Jadi ti- 
dak yang terlalu teologis 
dan berat," katanya. 
Tekanan utama pada 
kehidupan keluarga. 
"Kita percaya bahwa 
kalau keluarga sehat 
secara rohani, tentu 
komunitas tempat dia 
berada juga akan sehat 
dan negara juga akan 
sehat. Semuanya dari 



keluarga-keluarga. Keluarga yang 
sehat secara rohani merupakan 
awal dari pembentukan komuni- 
tas sampai ke pembentukan satu 
negara yang sehat," jelas pria 
yang meyakini bahwa bekerja 
merupakan proses belajar menuju 
kehidupan yang lebih penuh. 

Ia melihat penerbit dan toko 
buku lainnya sebagai partner da- 
lam mewartakan Kristus dan pelua- 
san Kerajaan Allah melalui bacaan. 
"Karena itu sedapat mungkin kita 
akan saling mendukung," katanya. 

^Paul Makugoru. 





U' I 




r, 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



kesehatan 





Sulit Hami 



dr. Stephanie Pangau, MPH 

Selamat Tahun Baru 2011, Dok. Nama saya Gracia, usia 32 tahun. Di awal 
tahun yang baru ini saya mau bertanya tentang sulitnya saya hamil. Begini 
Dok, saya sudah satu setengah tahun menikah, dan melakukan hubungan 
suami isteri secara teratur, tapi sampai saat ini saya belum berhasil hamil, 
padahal kami sudah sangat merindukan untuk punya momongan tahun ini 
mengingat usia saya yang sudah 32 tahun dan umur suami saya 35 tahun. 
Sepanjang pengetahuan kami secara fisik kami cukup sehat walaupun kami 
belum pernah memeriksakan diri kami ke dokter. Selain itu siklus haid saya 
juga cukup teratur setiap bulan. 

Pertanyaan saya: 1) Masih mungkinkah saya hamil?; 2) Apa kemungkinan 
penyebab saya belum hamil hamil?; 3) Apakah usia 32 tahun sudah cukup 
tua sehingga sulit hamil? Atas jawaban Bu Dokter saya ucapkan terima kasih. 

Gracia 

Bogor 



IBU Gracia di Bogor, menurut beberapa 
referensi yang saya baca tentang 
masalah infertilitas maka dikatakan 
pasangan suami isteri dianggap mem- 
punyai masalah ketidaksuburan apabila 
sudah menikah selama 1 tahun dan 
telah melakukan hubungan suami isteri 
(coitus) secara teratur, tanpa menggu- 
nakan kontrasepsi tapi belum terjadi 
kehamilan. Memang dari penelitian 
diperoleh data bahwa sekitar 10% pas- 



angan suami isteri (pasutri) tidak ber- 
hasil mendapatkan keturunan dalam 
waktu 1 tahun usia pernikahan, dan 
selanjutnya 50% dari pasangan terse- 
but di atas akan berhasil mendapatkan 
keturunan setelah 2 tahun menikah. 
Penyebab seseorang belum bisa 
hamil sebenarnya ada banyak faktor. 
Dari penelitian didapatkan baik faktor 
perempuan maupun faktor prianya 
masing-masing memberi sumbangan 



sekitar 40% dari penyebab ketidaksubu- 
ran ini. Sedangkan sisanya sebesar 20% 
disebabkan keadaan-keadaan yang 
masih belum diketahui pasti. 

Jadi, proses reproduksi manusia se- 
cara garis besar dipengaruhi faktor-fak- 
tor, antara lain: Faktor perempuan, 
apakah keadaan saluran tuba falopii 
normal atau tidak; Adanya ovulasi ( yai- 
tu lepasnya telur dari folikel diovarium 
) atau ada gangguan ovulasi atau tidak 
ada ovulasi . 

Selain itu faktor-faktor yang ber- 
hubungan dengan ketidaksuburan atau 
infertilitas perempuan adalah: Faktor 
umur. Makin tua perempuan maka 
makin kecil kemungkinan untuk hamil. 
Kualitas telur pada perempuan berumur 
juga sudah kurang baik. Selain itu juga 
cenderung terjadi gangguan kesehatan 
pada perempuan yang sudah berumur. 
Abortus juga meningkat pada ibu yang 
sudah berumur. 

Faktor berat badan dan aktivitas 
olahraga yang berlebihan, misalnya 
perempuan yang sering mengalami 
masalah dengan asupan gizi seperti 
pada bulemia atau anoreksia nervosa, 
vegetarian yang ketat dan pada olah- 
raga yang berat, seperti pada pelari 
maraton dan penari nasional. 

Gaya hidup yang salah juga bisa 
membuat sulit hamil. Misalnya merokok, 
narkoba yang bisa menurunkan roduksi 
hormon reproduksi dapat menjadi salah 
satmDgnvebabketidalg^ 



juga bisa menyebabkan gagalnya 
proses implantasi sehingga menye- 
babkan kesulitan hamil. 

Lingkungan yang terpolusi dengan 
zat-zat polutan seperti fralat atau 
dioxin yang saat ini diduga punya 
hubungan kuat dengan tingginya ke- 
jadian infertilitas atau ketidaksuburan 
akibat endometriosis terutama pada 
perempuan yang tinggal diperkota- 
an. Depresi meningkatkan produksi 
kortikotropin releasing hormon (CRH) 
dari hipotalamus menyebabkan pen- 
garuh jelek terhadap produksi hormon 
reproduksi. 

Selain itu ada juga penyakit-penya- 
kit yang sering dihubungkan dengan 
ketidaksuburan pada perempuan, 
seperti: (i) Penyakit radang panggul 
yang umumnya disebabkan oleh 
kuman-kuman Clamidia Trachomatis, 
Neseria gonorrhoe, Bacterial Vaginosis 
dan Tuberculoses (TB); (ii) Endome- 
triosis (iii) Sindroma Ovarium Polikistik 
(iv) Menopause dini atau kegagalan 
ovarium dini yang disebabkan fungsi 
ovarium yang menurun saat perem- 
puan berusia kurang dari 40 tahun; 
(v) Myoma uteri (tumor jinak yang 
tumbuh di otot rahim) bisa letaknya 
mengganggu lapisan endometrium 
yang penting untuk implantasi 
embrio, tumor tersebut dapat juga 
menyumbat saluran tuba fallopii, 
bisa juga mengubah bentuk uterus 
menjadi tidak normal, mempen- 
garuhi letak serviks (leher rahim) 
sehingga menghambat masuknya 
sperma ke dalam rahim; (vi) Ganggu- 
an hormonal yang bisa menyebabkan 
gangguan kemampuan melepaskan 
telur (ovulasi); (vii) Faktor-faktor lain 
misalnya produksi hormon tiroid yang 
berlebihan atau kekurangan juga 



menyebabkan siklus haid terganggu 
sehingga menimbulkan ketidak sub- 
uran atau sulit hamil. 

Sementara pada faktor pria yang 
menghambat kehamilan, adalah bila 
produksi sperma tidak cukup dan 
kualitas sperma tidak cukup baik 
juga dapat menyebabkan kegagalan 
mendapatkan keturunan. 

Dari kepustakaan yang kami baca 
dikatakan: perempuan rentang umur 
19 - 26 tahun mempunyai kemungk- 
inan hamil 2 kali lebih besar daripada 
perempuan dengan rentang usia 
antara 35-39 tahun. Demikianlah 



jawaban 




kami. Tuhan 



Koordinator Pembinaan Pelatihan 

Yayasan Prolife Indonesia (YPF 




Kepemimpinan 



Pemimpin Kristiani: 

JAIM 



Raymond Lukas 

ISTILAH "jaim" mungkin sudah 
dikenal oleh kita semua. Itu 
kepanjangan dari "jaga image". 
Seringkah di kalangan anak-anak 
muda sekarang istilah ini dialamat- 
kan kepada orang-orang yang dira- 
sakan atau dilihat terlalu menjaga 
penampilan atau 'image' atau 'citra 
diri' mereka secara berlebihan. Anak 
saya misalnya sering mengatakan, 
"Ih, Daddy, jaim deh", kalau dili- 
hatnya saya terlalu kaku di depan 
teman-temannya yang notabene 
anak-anak muda berusia delapan be- 
lasan. Komentarnya memang seka- 
dar guyonan atau memperi-ngatkan 
saya bahwa saya tidak perlu bersikap 
'kaku' secara berlebihan seolah-olah 
menjaga benar status saya sebagai 
orang tuanya sehingga tidak bisa 
bersikap sedikit santai di depan ker- 
umunan teman-teman bermainnya. 
Ya, seringkali kita sebagai orang 
tua, atau sebagai pemimpin atau 
bahkan sebagai sesorang yang bera- 
da di dalam suatu kumpulan terlalu 
serius dan kaku dalam membawakan 
diri kita. Kita terlalu takut dicap atau 
dilebel sebagai 'tidak berwibawa' 
atau 'tidak mencerminkan citra diri 
yang baik'. Akibatnya, kita terlihat 
canggung dan memberikan reaksi 
secara berlebihan, misalnya dengan 
menampilkan mimik 'angker', tidak 
memberikan senyum sama sekali 
kepada lingkungan kita atau bahkan 
terlalu protektif terhadap wilayah 
kerja kita untuk tidak disinggung 
orang lain dalam bentuk apa pun, 
baik masukan atau komentar atau 
pendapat lainnya. Itulah sebabnya, 
orang-rang di sekeliling kita men- 
gatakan, "Wah, 'jaim' bener ya tuh 
orang...". 

Akhir-akhir ini juga ramai dibicara- 
kan tentang politik "Jaga Image", di 
mana seorang pejabat dituduh ter- 




lalu memfokuskan pada menjaga 
citra pribadinya sebagai seorang 
pejabat. Isti-lahnya politik 'penci- 
traan'. Akibat politik pencitraan 
yang berlebihan tersebut sang 
pejabat malahan dicerca dan 
dihujat habis-habisan sebagai pe- 
jabat yang yang berlebihan dalam 
menjaga penam-pilannya bahkan 
disebutkan sebagai pejabat 'tukang 
curhat' (mencurahkan isi hati ke 
publik). 

Seorang teman yang bekerja di 
sebuah organisasi mengeluhkan 
tingkah seorang pegawai yang 
mengurus sebuah perkumpulan 
doa atau lazimnya disebut PD. 
Pasalnya, karyawan tersebut ber- 
maksud meminjam sepe-rangkat 
sound system milik perkumpulan 
untuk dipergunakan pada acara 
'dadakan' organisasi tersebut yang 
diselenggarakan tiba-tiba. Maksud 
meminjam disampaikan secara oral 
tatap muka kepada seorang peja- 
bat/ pengurus yang bersangkutan. 
Namun sang pengurus dengan 
mantap mengatakan, "Kirim surat 
resmi ya ke saya....". 

Si peminjam jadi bingung, lho 
kan saya sudah bicara langsung, 
kok malah diminta menulis surat 
resmi segala. Karena si peminjam 
tahu betul, bahwa organisasi PD 
tersebut merupakan organisasi 
yang sangat sederhana, jadi se- 
benarnya birokrasi surat-menyurat 
yang menghambat dan menyu- 
litkan proses peminjaman sama 
sekali tidak diperlukan. Namun 
karena butuh, dan peralatan tadi 
dikuasai pegawai pengurus tadi, 
terpaksa sang peminjam mengetik 
surat dan menyerahkannya kepada 
si pengurus. "Hih, sebel deh gue - 
"jaim" bener tuh si X . Mana gue 
lagi buru-buru, waktu acara sudah 



mepet dan gue harus menyiapkan 
yang lain, eh dia minta surat segala. 
Lagian tuh surat buat apaan ya, 
palingan juga disimpan dalam laci," 
gerutu si peminjam. 

Seorang teman lain, Jeng Sri 
namanya, yang bekerja di sebuah 
kantor kontraktor mengeluhkan 
salah satu atasan yang sangat 
berlebihan menjaga image. Pokok- 
nya area yang di bawah koordinasi 
beliau gak boleh diberi masukan, 
komentar apalagi kritikan. Komentar 
salah sedikit, sang bos langsung 
berang. Bahkan beliau tidak segan 
mengadu pihak yang sedang 'berbe- 
da pendapat' langsung di depan dia. 
Prinsipnya, memang tidak masalah 
sih, sebenarnya pilihan memper- 
temu-kan langsung kedua pihak 
adalah pilihan yang baik, namun 
memang pembicaraan antarpihak 
perlu dilakukan dengan kondusif. 
Jangan sampai pertemuan hanya 
bertujuan menyelamatkan wajah 
pemimpin secara pribadi, namun 
mengorban-kan pihak lain sehingga 
kelihatannya tidak becus. 

Seringkali kata-kata nyinyir yang 
diucapkan sang bos itu sangat 
pedas dan bikin telinga merah. 
Ada kesan sang pemimpin sedikit 
mengadu domba pihak yang se- 
dang berseberangan. "Wah, Pak 
Bodan, maksud Jeng Sri ini kan 
membodoh-bodohkan Bapak. Lihat 
nih, urutan detail yang disampaikan 

Jeng Sri , ini sih jelas maksudnya 

Pak Bodan yang goblok...". 

Nah, bayangkan bagaimana sua- 
sana yang kondusif dapat dibangun 
dari percakapan di atas? Apakah 
kalimat tersebut akan mencairkan 
atau malah memanas-kan suasana? 
"Bayangkan Mas..." lanjut Jeng Sri, 
"Saya kan yang membuat laporan 
tersebut, dan Mas Bodan ada di 



depan saya. Padahal, saya sama 
sekali tidak bermaksud menjelek- 
kan atau mengesankan Mas Bodan 
itu melakukan hal yang bodoh... 
saya hanya menuliskan proses 
yang sudah terjadi memang de- 
mikian - tidak kurang tidak lebih," 
kata teman saya itu berkeluh ke- 
sah. "Akhirnya saya tahu deh Mas 
maksud Bos saya itu...." teman 
saya melanjutkan, soalnya kemu- 
dian sang bos bilang, "Hati-hati 
kalau buat laporan, lihat-lihat dulu 
pihak mana yang akan terkena 
dampaknya " . 

"O, rupanya karena Mas Bodan 
itu ada di bawah supervisi beliau 
langsung, maka setiap pendapat 
kurang memuaskan perihal sesuatu 
di wilayah kerja beliau dampaknya 
bisa mempengaruhi langsung 'im- 
age' sang bos. Karena laporan terse- 
but akan beredar di 'high level" Mas. 
Jadi beliau takut dicap tidak bisa 
'mengontrol' bawahannya dengan 
baik". "Sampai sekarang Pak Bodan 
masih berpendapat saya menusukn- 
ya dari belakang Mas, emang "jaim" 
banget deh si bos yang itu Mas," 
lanjut Jeng Sri. 

Menjaga image atau citra diri, 
memang penting. Tapi harus- 
kah demi menjaga image kita 
harus mengorbankan pihak lain, 
mengadu domba pihak lain atau 
membuat keputusan-keputusan 
yang mengambang sehingga 
membingungkan banyak pihak? 
Pemimpin kristiani, marilah kita 
kembangkan citra diri dan harga 
diri yang positif berdasarkan fir- 
man Tuhan, bukan dengan meng- 
guna-kan cara-cara dunia yang 
seringkali merugikan orang lain 
bahkan diri kita sendiri. Kita perlu 
mencatat kembali bahwa rancan- 
gan Tuhan bagi kita adalah: (i) 



Kita adalah orang yang berharga 
di mata Tuhan; (ii) Tuhan menja- 
dikan kita insan ilahi yang tidak 
terpisahkan dari diri-Nya; (iii) Tu- 
han menjadikan kita partner-Nya; 
(iv) Tuhan memilih kita untuk 
berbuah banyak; (v) Tuhan selalu 
beserta dengan kita betapa pun 
sulitnya keadaan kita; (vi) Tuhan 
menga-runiai kita dengan kemam- 
puan yang unik, dan meminta kita 
meng-gunakan kemampuan itu 
untuk kemuliaan-Nya; (vii) Sadari 
karunia yang sudah diberikan, 
bersyukurlah dan kembangkan 
karunia tersebut untuk mencapai 
tujuan-tujuan yang terbaik untuk 
kemulian Tuhan. 

Rekan Pemimpin, menyadari 
betapa kita sudah dirancang se- 
demikian rupa, maka kita perlu 
menyadari bahwa citra diri kita 
atau image kita adalah 'sudah 
positif sesuai pencipta-Nya. Jadi 
tidak perlu menggunakan cara- 
cara 'tidak halal', cara-cara yang 
merugikan orang lain dan mem- 
perkeruh suasana hanya untuk 
sekadar v jaim'.* 



Trisewu Leadership Institute 
Founder: Lilis Setyayanti 
Co-founders: Jimmy Masrin, Harry Puspito 
Moderator: Raymond Lukas 
Trisewu Ambassador: Kenny Wirya 



f Untuk pertanyaan, silakan kirim e-mai? 
ke: seminar@trisewuleadership.com. 
Kami akan menjawab pertanyaan Anda 
melalui tulisan/artikel di edisi selanjutn- 
ya. Mohon maaf, kami tidak menjawab 
e-mail satu-persatu." 



REFORMATA 




Liputan 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



6 



IREfORMAJA 



HUT Ke-1 1 3 RS Cikini 

Menjadi Rumah Sakit Pilihan 



ifini 



ns PGt cik |M| 

ADALAH ^1 

H n 'Jj.PL&j^tv T^WP^ HUnCiH '11 





RUMAH Sakit PGI Cikini 
merayakan HUT ke-I 13, Rabu 
(12/1). Sejarah bedirinya rumah 
sakit itu diawali dari sebuah po- 
liklinik yang dikelola pasangan 
suami-istri Dominee Cornelis de 
Graaf. Saat ini RS Cikini menjadi 
rumah sakit tertua rujukan untuk 
penyakit ginjal-hipertensi. RS PGI 
Cikini juga adalah rumah sakit 
swasta pertama di Indonesia yang 
melaksanakan transplantasi gin- 
jal, dan kini mencapai lebih dari 
300 operasi transplantasi. 

Acara HUT ke-113 RS PGI 
Cikini, dirayakan dalam keseder- 
hanaan, namun tetap menarik 
dan berkesan penuh nilai. Acara 
dimulai dengan ibadah syukur. 
Liturgis yang dirangkai indah 
melalui setiap untaian narasi, 
lagu, doa, dan Firman Tuhan, 
memberi kedamaian dan rasa 
syukur yang dalam. Bertepatan 
dengan acara HUT ini, diadakan 
peresmian 5 kamar VIP Anggrek. 

Banyak kemajuan yang dicapai 
RS PGI Cikini. "Upaya untuk terus 
meningkatkan pelayanan di tahun 
2011, khusus untuk hospital infor- 
mation sistem maupun hospital 



manajemen sistem, agar pelayanan 
ini lebih transparan. Mudah untuk 
dilihat dan diketahui semua orang/' 
ujar dr. Jongguk Naiborhu, direktur 
ketua RS PGI Cikini. Ketua Pengurus 
Yayasan Kesehatan PGI Cikini Prof. 
Karmel menambahkan, semua itu 
menjadikan RS PGI Cikini sebagai 
rumah sakit pilihan. 

Sementara Pdt. DR AAYewangoe, 
ketua umum PGI yang juga pembina 
Yayasan Kesehatan PGI Cikini me- 
mesankan agar RS PGI Cikini dapat 
memberikan pelayanan kristiani yang 
penuh sentuhan kasih. Melihat relasi 
dengan pasien menjadi yang utama, 
tidak mereduksi pelayanan keseha- 
tan karena kecanggihan, layaknya 
transaksi jual beli. Pembenahan ke 
dalam terus ditingkatkan dan ada 
transparansi. 

Di tahun 2011, RS PGI Cikini 
bertekad untuk semakin teguh 
dan giat dalam pelayanan keseha- 
tan, sebagaimana tema HUT yang 
terinspirasi dari 1 Korintus 15:58, 
Berdirilah Teguh, Giatlah Dalam 
Pekerjaan Tuhan. 

Lidya 



Perayaan Natal Kejagung RI 

Pulihkan Kepercayaan Publik 



PERAYAAN Natal 
warga Kejaksaan 
Agung Republik Indo- 
nesia, dilaksanakan 
pada Sabtu, 11 De- 
sember 2010. Acara itu 
diseleng-garakan di Sa- 
sana Pra-data Kejakasaan 
Agung Jalan Sultan Hasa- 
nuddin, Kebayoran Baru 
Jakarta Selatan. 

Tema Natal tahuin ini 
adalah " Terang yang 
seungguhnya sedang 
datang ke dalam dunia" 
(Yohanes 1:9). Sedangkan subtema 
yang berkaitan langsung dengan 
tugas anak-anak Tuhan sebagai 
penegak hukum adalah "Melalui Na- 
tal 2010 Warga Kristiani Kejaksaan 
RI meningkatkan tugas pelayanan- 
nya sebagai anak-anak terang 




dengan bertekad menyuk-seskan 
reformasi birokrasi dan memulihkan 
kepercayaan publik terhadap lem- 
baga Kejaksaan agar semua orang 
menjadi percaya. 

Ibadah Natal dimulai pada pukul 
16.30. Pendeta Bigman Sirait men- 

Setara Institute 



yampaikan firman Tuhan 
di hadapan sekitar 500 
orang jemaat yang terdiri 
dari keluarga warga Ke- 
jaksaan yang bertempat 
tinggal di wilayah Jabo- 
detabek. 

Setelah kebaktian Na- 
tal, acara dilanjutkan 
dengan perayaan Natal 
pada pukul 19.00 yang 
dihadiri oleh Jaksa Agung 
Republik Indonesia. Acara 
juga dimeriahkan oleh 
penyanyi Sari Simorangkir, 
Trio Amigos, serta paduan suara 
dari Bandung. 

Esok harinya, Minggu 12 De- 
sember 2010 pada pukul 09.00 di 
tempat yang sama berlangsung 
acara perayaan Natal anak-anak. 
& Hans 



Jawa Barat Paling TidakToleran 



JAWA Barat adalah provinsi yang 
paling tidak toleran dalam hal 
kebebasan beragama. Sepanjang 
tahun 2010, Setara Institute men- 
catat, Jawa Barat mencatat angka 
pelanggaran terhadap kebebasan 
beragama paling tinggi dibanding- 
kan dengan wilayah lain di Indone- 
sia yaitu 91 peristiwa. 

Demikian evaluasi Setara Insti- 
tute mengenai kondisi kebebasan 
beragama dan berkeyakinan di 
Indonesia sepanjang tahun 2010. 
Evaluasi ini disampaikan Ketua 
Setara Institute Hendardi did- 
ampingi peneliti Setara Institute, 
Ismail Hasani, di Jakarta, Senin 
(24/1/2011). 

"Ada banyak radikalisme di daer- 
ah ini (Jawa Barat). Bermunculan 
juga kelompok-kelompok garis 
keras. Mereka bersaing menun- 



jukkan eksistensi masing-masing/' 
ujar Ismail. 

Beberapa kasus pelanggaran 
kebebasan beragama yang dicatat 
Setara Institute antara lain insiden 
Gereja Huria Kristen Batak Prot- 
estan di Desa Ciketing, Bekasi, 12 
September 2010. Penolakan atas 
pembangunan gereja berujung 
pada penusukan pendeta dan seo- 
rang penatua HKBP. 

Selanjutnya, perusakan rumah 
dan masjid di Kampung Cisalada, 
Desa Ciampea Udik, Bogor, 2 
Oktober 2010. Di Tasikmalaya, 
massa menggembok panti asuhan 
milik Ahmadiyah pada Desember 
2010. Dalam aksi tersebut, 10 anak 
terkunci di dalam panti asuhan, 
padahal mereka akan mengikuti 
ujian sekolah. 

Ismail menyayangkan sikap pe- 



merintah daerah Jawa Barat yang 
terkesan mendiamkan peristi- 
wa-peristiwa ini. "Gubernur Jawa 
Barat Ahmad Heryawan terlihat 
memilih diam dan terkesan men- 
jaga jarak atas berbagai aksi-aksi 
kekerasan dan pelanggaran ini. 
Belum ditunjukkan sikap yang 
tegas atas peristiwa-peristiwa 
tersebut," kata Ismail. 

Sebelumnya, akhir tahun lalu, 
Moderate Muslim Society (MMS) 
juga melaporkan, Jawa Barat men- 
empati urutan tertinggi dalam aksi 
intoleransi. Dalam catatan MMS, 
Dari 81 kasus intoleransi, lebih dari 
separuhnya, yakni 49 kasus atau 
61 persen, terjadi di Jawa Barat. 
Hans/DBS 



Suara Pinggiran 



Mia. Penjual Hie 




PETAKAN selebar satu meter, 
bertuliskan "Bubur ayam dan 
aneka kue" terlihat di Pasar Alfa 
Indah, Jakarta Barat. Disinilah Mia 
menjajakan dagangannya setiap 
pagi, mulai dari pukul 07.30 hingga 
pukul 12.00 siang. 

Wanita tangguh ini melewati 
hari-harinya dengan bekerja keras, 
demi keluarga. Setelah pulang 
dari pasar, Mia beristirahat. Pukul 
17.00, dia kembali ke pasar mem- 
persiapkan bahan dagangan. Pukul 
01.00 subuh istri Pano ini sudah 
bangun dan mulai beraktivitas. Dia 
mengolah bahan hingga menjadi 
bubur ayam, kroket, pastel, donat, 
risol, martabak, roti goreng, dan kue 
sus. Semua dikerjakannya sendiri 
dengan modal Rp 300 ribu. Dari sini 
dia bisa mendapatkan keuntungan 
sebesar Rp 100 ribu. "Cukuplah un- 
tuk kebutuhan keluarga," kata Mia. 
Pano, sang suami menimpali, "Hid- 
up kami adalah anugerah Tuhan. 
Tuhan benar-benar memelihara 
hidup kami. "ada apa dibalik kalimat 

REFORMATA 



bermakna ini? 

Cukup 

Kisah kehidupan Mia yang men- 
jadi istri Pano ternyata diawali 
dengan berbagai hal yang kurang 
membahagiakan. Meski Pano saat 
itu memiliki pekerjaan dan jabatan 
yang cukup menjanjikan masa de- 
pan, karakternya yang emosional 
membuat kehidupan rumah tangga 
bagai terombang-ambing. Namun 
setelah hari-hari suram itu terlewati, 
itu mengukir banyak pelajaran be- 
rarti yang meneguhkan. Dulu Pano 
adalah suami yang tempramental, 
mulutnya gampang mengeluarkan 
kata-kata kotor. Selain seorang 
peminum, dia juga perokok berat. 

Namun dalam kondisi yang tidak 
menentu itu, Mia tetap menjadi istri 
yang setia dan berjuang untuk putri 
satu-satunya, Esterina Noni Sukesri. 
Sayang, sang suami yang sedang 
berada di puncak karier, oleh satu 
dan berbagai hal harus kehilangan 
pekerjaan itu. Mau tak mau dia 
harus memulai dari nol lagi. Kejadian 




ini sungguh menekan. 

Hingga suatu saat Pano 
mengalami berbagai penyakit 
aneh yang tak pernah ter- 
pikirkan sebelumnya. Mulai dari 
tangan sebelah tidak bisa begerak, 
pita suara putus, penyakit jantung, 
lumpuh. Semua itu menguras dana 
dan perhatian yang panjang. 

Tetapi, mungkin itulah cara Tuhan 
untuk memproses keluarga itu. 

"Semua realita yang sulit ini 
dipakai Tuhan, menjadi berkat ter- 
besar untukku dan keluarga. Pano 
kini menjadi suami dan ayah yang 
sangat baik. Sangat menyayangiku 
dan anak kami, bahkan menyerahkan 
hidup untuk melayani. Tak hanya itu, 
Noni pun dapat menyelesaikan kuliah 
dan mendapatkan pekerjaan. Inilah 
berkat Tuhan yang besar itu kepada 
kami," urai Mia penuh keharuan. 

Mengenal Yesus 

Mia dapat mengalami setiap 
perubahan ini, dirasakan karena 
Yesus, yang telah dia percaya. 
"Sebelum saya menjadi Kristen, 



saya sangat tekun dengan kewa- 
jiban agama saya. Namun di saat 
bersamaan itu, saya juga sangat 
tertarik dengan lagu-lagu rohani 
Kristen. Saya sering bernyanyi, wa- 
laupun belum menganut Kristen. 
Ternyata, itu adalah titik awal saya 
menemukan Yesus dalam hidup 
saya dan keluarga," kisah jemaat 
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pos 
Pengumben ini. Bahkan Pano kini 
aktif melayani di gereja itu. 

Mengenal Yesus membuat Mia 
berjuang namun tak pernah ber- 
henti berdoa. Jika sebelumnya 
Pano membantu berkeliling men- 
jajakan kue, namun kini tidak 
lagi. Semua ini tidak mengurangi 
pembeli dan kecukupan untuk 
kebutuhan keluarga. Mereka telah 
memiliki banyak pelanggan. 

Mia pun menemukan sukacita 



sendiri mendukung Pano dalam 
melayani sesama. Walau tinggal 
di rumah petakan sederhana yang 
sangat kecil, namun hidup mer- 
eka kini merdeka dan lepas dari 
kecemasan berkepanjangan. Mia 
dan Pano semakin sadar, hidup 
mereka dipelihara Tuhan, bukan 
karena usaha mereka. 

Kebahagiaan Mia dan keluarga 
tak bisa digantikan oleh apa pun. 
Keyakinan akan Yesus yang telah 
memberi pembaharuan, serta 
cinta untuk melewati hari-hari 
mereka, adalah sumber kebaha- 
giaan itu. 



^Lidya 






r, 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Liputan 




MIKAMissionTrip 

Berbuah dalam Kedewasaan 




DALAM rangka HUT Sekolah 
Kristen Makedonia (SKM) Ng- 
abang yang ke-9 Yayasan MIKA 
mengadakan mission trip ke lokasi 
SKM di Ngabang, Kabupaten Lan- 
dak, Kalimantan Barat. Rombon- 
gan dari Jakarta yang berjumlah 
13 orang berangkat pada Kamis 
20 Januari 2011. Pesawat Lion Air 
yang mengangkut mereka sampai 
di Bandara Soepadio, Pontianak 
sekitar pukul 11.15. 

Dari Bandara Soepadio para 
rombongan langsung melanjut- 
kan perjalanan ke lokasi SKM di 
Ngabang dengan beberapa mobil 
yang disediakan oleh pihak se- 
kolah. Rombongan dari Jakarta 
itu membawa buku-buku untuk 
disumbangkan ke sekolah terse- 
but. Rombongan tiba di kompleks 
SKM sekitar pukul 18.00 waktu 
setempat. 

Sebagai rangkaian acara ulang 



tahun, esok harinya (Jumat 21 Jan- 
uari) pukul 10.00, diadakan acara 
kebaktian sebagai ucapan syukur 
atas perjalanan SKM yang sudah 
menginjak usia ke-9. Hadir dalam 
acara ibadah itu antara lain para 
orang tua siswa. Di antara hadirin 
tampak pula Bupati Landak Dr Adri- 
anus, Danramil serta pejabat pemda 
Kabupaten Landak lainnya. 

Pdt Bigman Sirait yang juga 
pendiri MIKA dalam khotbahnya 
yang diambil dari Kitab Roma 2: 
17-29 mengingatkan hadirin, khu- 
susnya para siswa dan siswi SKM 
agar berbuah dalam kedewasaan. 

Usai acara kebaktian diadakan 
acara pelatihan budidaya pertanian 
bagi siswa SMA kelas X dan XI serta 
guru pertanian. Pelatihan ini diber- 
ikan oleh Pdt Siaw Alung dari GKI 
Rahman i Cirebon. 

Hans 



Gerakan Integritas Nasional 
Perlunya Pemimpin Berin- 
tegritas 




SELAIN didera bencana alam 
silih berganti, bangsa Indone- 
sia dihantam pula oleh bencana 
politik politik yang bermuasal pada 
rendahnya tingkat integritas bang- 
sa, terutama di kalangan pejabat 
publik. Akibatnya, korupsi, kolusi 
dan nepotisme (KKN) yang meski 
sudah dilakukan pemberantasann- 
ya masih terus mendominasi ke- 
hidupan berbangsa dan bernegara, 
baik di tingkat pemerintah maupun 
di tingkat masyarakat. Bahkan 
sistem dan kultur pemilihan pe- 
jabat publik masih memperkuat 
KKN tersebut. 

Menjawab degradasi integritas 
itu, beberapa tokoh masyarakat 
mendeklarasikan Gerakan Integ- 
ritas Nasional (GIN) pada Selasa 
(11/1/2011) silam. Sebelas tokoh 
nasional membidani kelahiran 
gerakan ini, di antaranya Syafi'i 
Ma'arif, Salahuddin Wahid, Na- 
than Setiabudi, Putut Prabantoro, 
Bambang Ismawan dan Parni- 
hadi. "Fokus utama dinamika 
gerakan ini adalah pada integritas 
bangsa, yang melibatkan pel- 
bagai pemangku kepentingan, 
yakni perkumpulan-perkumpulan 
masyarakat sipil, tokoh-tokoh 
masyarakat, perguruan tinggi, 
media dan politisi yang peduli pada 
pentingnya integitas bangsa/' kata 



Putut Prabantoro, salah seorang 
penggagas gerakan moral ini. 

Peluncuran gerakan ditandai 
dengan diskusi kebangsaan ber- 
tajuk "Kepemimpinan di Tengah 
Bencana'' dengan pembicara Shala- 
huddin Wahid, Safii Maarif, Jendral 
(Purn) Endriartono Sutarto, Natan 
Setiabudi dan Rikard Bagun. 

Menurut Jendral (Purn) Endriar- 
tono Sutarto, bencana alam sangat 
potensial terjadi di Indonesia. 
"Yang penting adalah bagaimana 
menatanya sehingga risikonya 
menjadi sangat minimal. Selama ini 
pemerintah hanya bersikap reaktif, 
tidak antisipatif, sehingga korbann- 
ya banyak," kata mantan Kasad ini. 

Ketegasan pimpinan, katanya, 
sangat diperlukan untuk memi- 
nimalisir bencana-bencana non- 
alam. Ia menyebutkan beberapa 
contoh bencana non-alam seperti 
telantarnya tenaga kerja wanita 
Indonesia di Arab Saudi dan pen- 
egakan hukum yang sudah berada 
pada titik nadir. "Kita membutuhkan 
pimpinan yang tak takut menjadi 
tidak populer, yang tidak memikir 
kursi setelah menjadi presiden/' 
tegasnya. 

i^rPaul Makugoru. 



Breadof Stone 
Rindu Melayani Bersama Musisi Indonesia 



MUSISI 
penyanyi rohani 
Jakarta melayani di 
daerah-daerah su- 
dah me-rupakan 
feno-mena lumrah. 
Tapi bila yang me- 
layani musisi asal 
Amerika, itu ba- 
rangkali masih lang- 
ka. Salah satu-nya 
adalah kelom-pok 
musik Bread of 
Stone. Pada No- 
vember silam misalnya, band 
indie asal Amerika ini melakukan 
tour pelayanan ke Bali, Surabaya 
dan Cikarang. 

Bukan pertama kali mereka 
melakukan itu. Desember 2009 
misalnya, mereka juga melakukan 
pelayanan kepada para pemulung 
di Surabaya. "Itu karena kami ter- 
panggil dengan mereka. Kita mau 
kerjakan apa saja yang ada di 
depan kita, melakukan God WNI, 
be thank full to God," kata Ben 
Kristijanto, lead singer, kelompok 
musik ini. 

Nama band yang telah menge- 
luarkan album dua buah album 
rohani yaitu "Broken Vessels" dan 
"Letting Go" ini melambung dan 
digemari anak-anak muda Amer- 
ika karena lirik lagu dan musik 
mereka yang bisa membawa anak 




Diakui Ben, Amerika memang 
sumbernya hiburan. Apalagi di 
Nashville yang merupakan gu- 
dangnya band Gospel. "Karena 
itu kita harus membuat lirik dan 
musik yang bagus. Kita tidak 
membuat entertain, tapi juga 
pamerin Yesus," kata Ben yang 
kini tinggal di Sioux City, Iowa, 
sebuah kota kecil di Amerika 
yang dikenal sebagai tempat 
berdiam para petani jagung dan 
kedelai. "Kalau kita buat acara, 
yang datang bukan hanya orang 
yang kenal Tuhan, tapi orang 
yang belum kenal Tuhan juga," 
kata pria kelahiran Jati Barang, 
Jawa Barat ini. 

Nama "Bread of Stone" sendiri 
berisi kayakinan yang kuat akan 
keniscayaan cam-pur tangan Tu- 
han dalam kehidupan manusia. 
"Kita percaya, roti dari batu itu 

GRI Antiokhia 



dar analogi tapi keya- 
kinan bahwa kita 
ini adalah batu 
yang tidak ada arti 
apa-apanya. Tapi 
karena Tuhan, 
kita bisa menja- 
di roti yang bisa 
menge-nyangkan 
banyak orang. Jadi 
bukan kita yang he- 
bat tapi Tuhan yang 
hebat," kata Ben. 
Selain Ben, 
kelompok musik yang didirikan 
pada spring atau sekitar April 2004 
ini beranggotakan Bill Kristijanto 
(guitar), saudara kandung Ben, Tim 
Barnes (bas) dan drummer wanita 
Krislyn Woolley. Jadi personilnya 
tediri dari dua orang asli Indonesia 
dan dua orang asli Amerika. 

Sebagai satu-satunya kelom-pok 
musik Amerika yang memiliki ke- 
dekatan dengan Indonesia, Ben 
merindukan agar suatu saat bisa 
berkolaborasi dalam pelayanan 
bersama penyanyi atau musisi 
Indonesia. 

^rPaul Makugoru. 



Kasih, Itu Jawabnya 



NATAL mengandung 
misteri yang tidak ters- 
ibak sepenuhnya. Di sana 
ada rencana agung Al- 
lah, kerelaan Kristus dan 
anugerah bagi manusia. 
Dalam menyibak hal ini, GRI 
Antiokhia mengupas tuntas 
dalam tema besar "Misteri 
Natal". 

Dalam 4 kali ibadah topik 
ini diurai, dengan sub tema 
sebagai berikut: "Misteri 
Adam dan Anugerah Allah", 
dalam Kejadian 2: 16-17; 
3-15, 1 Timotius 1:13-15. 
Kemudian "Penipuan Yakub dan 
Kedaulatan Allah." dalam Kejad- 
ian 25: 21-26, 27: 15-29, Roma 
9: 10-24. Dilanjutkan "Dosa 
Salomo dan pemeliharaan Al- 
lah" dalam ITawarikh 17:11-24, 
2Tawarikh 1: 8-12, serta "Misteri 
Itu" dalam Yesaya 6:10-13, 
Markus 4;10-13, Efesus 3;l-7, 




Filipi 1: 23. 

Misteri itu terjawab tuntas da- 
lam Rally Natal 1 dan 2, Malam 
terang lilin hingga Natal Raya di 
tanggal 25 Desember 2010. "Kasih 
Allah kepada manusia," itulah 
jawabannya. 

Suasana Natal tetap memberi 
kedamaian di hati, tidak hanya 
karena menemukan arti di balik 

Klaten 



Misteri Natal, namun 
kehadiran umat yang 
rindu akan Kasih Agung 
itu. Lantunan pujian 
dan doa yang bergema, 
semakin menambah in- 
dahnya Natal dalam pe- 
maknaan yang berarti. 
Pdt. Bigman Sirait da- 
lam khotbahnya mengu- 
rai Misteri Natal ini. Per- 
ayaan berakhir dengan 
sejuta makna, namun 
Kasih itu tetap bersu- 
ara: Dia datang untuk 
kita yang berdosa. Dia 
memberi arti agar kita semakin 
berarti dalam keseharian. Dia 
memberi hidup dan harapan un- 
tuk semakin hidup dan bergairah. 
Kasih yang mengubahkan dan 
meng-hidupkan. 

Lidya 



Lagi, Gereja Jadi Sasaran Terorisme 



GEREJA Katolik di Polanharjo, 
Sukoharjo dan Gereja Kristen 
Jawa Ketandan, Klaten menjadi 
target peledakkan bom dari para 
teroris yang ditangkap Densus 88 
dalam rangkaian penyisiran teroris 
di Sukoharjo, Klaten, Selasa (25/1). 
Selain kedua gereja tersebut, gua 
Maria Sriningsih di Sleman juga 
menjadi target pengemboman 
yang rencananya dilakukan antara 
1 Desember 2010 hingga 21 Jan- 
uari 2011 silam. Tempat lain yang 
menjadi sasaran para teroris adalah 
Pos Polisi di depan Rumah Sakit 
Islam Klaten; Pos Polisi di Karang, 
Delanggu, Klaten, dua lokasi pada 



peringatan keagamaan diJatinom, 
Klaten dan sebuah tempat ibadah 
di Delanggu, Klaten. 

Kepala Kepolisian Daerah Jawa 
Tengah Inspektur Jenderal Edward 
Aritonang, Selasa (25/1) menjelas- 
kan bahwa rencana peledakan di 8 
lokasi tersebut diduga bermaksud 
menimbulkan suasana yang ketida- 
ktentraman di masyarakat. "Kare- 
nanya kami bersyukur tidak terjadi 
ledakan di 8 lokasi. Kecuali di satu 
lokasi, itupun kecil," lanjutnya. 

Kepolisian setempat meyakini 
delapan bom rakitan yang diletak- 
kan di 8 lokasi di atas dibuat oleh 
kelompok yang sama, mengacu 



pada susunan dan rangkaian bom, 
pemeriksaan saksi, sidik jari yang 
tertinggal, dan penemuan barang 
bukti, serta benda-benda yang 
dipakai. 

Edward belum bisa memastikan 
tujuan para tersangka teroris mer- 
encanakan aksinya tersebut karena 
pihaknya masih mengembangkan 
kemungkinan ada lokasi bom raki- 
tan lain ataupun tersangka lainn- 
ya. "Masih kami dalami lagi, apa 
motivasi mereka melakukannya," 
ucapnya. 

Paul/dbs. 



REFORMATA 



1 24 



Suluh 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Iire/ ormata 



TIDAK ada seorang pun 
tahu, apa yang akan 
terjadi di masa depan. Teta- 
pi, apa yang dilakukan hari ini, 
menentukan seperti apa dia kelak. 
Sr. Andre Lemmers, FCJM nyata 
mengalami hal ini. Dirinya tidak 
pernah membayangkan untuk 
menjadi suster apalagi biarawati, 
namun kegemarannya menolong 
orang lain, telah membentuk dirin- 
ya terus melakukan hal ini sampai 
sekarang. 

"Kita bisa hidup bahagia, kalau 
kita fokus menolong orang lain. 
Kalau kita belum menolong orang 
lain, dan tidak memberi senyum 
kepada orang lain, hidup kita 
belum ada artinya". Itulah yang 
menggerakkan wanita kelahiran 
Belanda pada 6 Juni 1943 ini. 

Sr. Andre terlahir dalam keluarga 
yang sangat sederhana. Dibe-sar- 
kan bersama 11 saudaranya, 
dengan pendapatan keluarga yang 
sangat minim. Tak heran, jika hal 
ini mendorong orang tua Andre, 
untuk mencari pekerjaan samp- 
ingan melalui usaha peternakan 
dan perkebunan, demi memenuhi 
kebutuhan keluarga. 

Orang tua yang sering 
sakit-sakitan memaksa Andre 
untuk terlibat membantu keluar- 
ga. Memeras susu sapi, memeli- 



hara babi, domba, kelinci, bahkan 
menanam sayuran. Hal ini meng- 
harusnya Andre di usia 14 tahun 
harus berhenti sekolah, bekerja 
untuk keluarga dan menjadi "ibu" 
untuk 11 saudaranya. 

Perjalanan waktu yang tak ter- 
prediksi menghantar Andre masuk 
biara, di usianya yang ke-21 ta- 
hun. "Saya berkeinginan membuat 
sesuatu yang lebih. Waktu itu, 
kami tidak mempunyai uang dan 
tanpa pendidikan. Saya tidak bisa 
berbuat apa-apa. Di biara, saya 
berharap bisa dikirimkan keluar 
negeri," kisah Andre mengingat 
masa lalunya. 

Di biaralah Andre dibantu oleh 
para suster, yang mau menga- 
jar-nya untuk kembali mendapatkan 
ijazah SMA. Modal ijazah inilah, 
sehingga dia bisa melanjutkan pen- 
didikan keperawatan. "Saya bodoh 
dalam hal teori, namun praktek saya 
lulus," ungkap Andre terus terang. 
Tahun 1971 dia lulus dari sekolah 
keperawatan. 

Satu tahun setelah lulus, Andre 
melengkapi diri dengan kursus 
listrik, bangunan, dan kayu. Dia 
belajar mulai dari pengecetan 
hingga menyam-bung kayu. Na- 
mun dia tetap sebagai seorang 
biarawati. Setelah siap dengan 
pe-ngetahuan, pengalaman, dan 



kemampuan, Andre dikirim ke 
Indonesia, 3 Mei 1973. 

Pedalaman Papua 

Sesampai di Indonesia, Andre 
melakukan penyesuaian selama 3 
bulan di Rumah Sakit Sint Carolus, 
sambil belajar bahasa Indonesia 
secara intensif. Kegemarannya 
menolong orang serta ketrampi- 
lannya dalam berbagai hal praktis, 
membuat Andre tidak ingin bekerja 
di rumah sakit, namun ingin berk- 
arya di pedalaman Papua. Setelah 
merasa cukup menye-suaikan 
diri dan belajar bahasa, Andre 
ditempatkan di pedalam-an Papua, 
selama 4 tahun. 

Perbaikan gizi, mengajarkan 
cara menanam sayur, bekerja den- 
gan tangan dan kaki, serta telinga 
untuk mendengar masyarakat 
pedalaman. Andre melakukannya 
dengan cinta, namun tubuh Andre 
belum mampu beradaptasi dengan 
nyamuk pedalaman, yang mem- 
buat suster Belanda ini jatuh sakit 
dan harus kembali ke Belanda. 

Tahun 1977, Andre kembali ke 
Jakarta dan hadir sebagai perawat 
praktis. Melayani mereka yang ada 
di kolong jembatan, dipinggir kali 
Ciliwung, di Simpruk tumpukan 
sampah, bahkan bertemu anak- 
anak penyemir sepatu di Sarinah. 



Memberi pen-didikan dan makanan 
kepada mereka, hingga Andre ber- 
gabung dengan banyak ya-yasan, 
dan bertemu dengan anak-anak 
cacat. Pertemuan dengan anak- 
anak cacat, khusus ketika melayani 
anak-anak bibir sumbing. "Per-to- 
longan operasi tidak terlalu rumit, 
dan biaya tidak terlalu besar. Saya 
ingin menolong mereka," kenang 
Andre, awal sentuhan untuk ingin 
membentuk yayasan. 

"Sinar pelangi: Tuhan datang 
mem-beri keselamatan. Siapa 
datang dengan warna-warni apap- 
un, di sinar pelangi akan mendapat 
keselamat-an. Sinar pelangi 
yang memberi cahaya un- 
tuk banyak orang. Berb- 
agai agama, suku, untuk 
ca-haya bagi dunia dan 
keselamatan bagi diri 
sendiri," inilah yayasan 
yang diimpikan Andre. 
Kini yayasan ini berdiri 
dan dipimpinnya. 

"Saya tidak pernah 
berpikir untuk mening- 
galkan Indonesia, kare- 
na ini hobiku. Meno-long 
orang lain, menyenang- 
kan," urai wanita julu- 
kan suster sumbing 
ini berbinar. 

Andre be- 



nar-benar diper-siapkan Tuhan 
dalam kesulitan hidup, namun 
dengan cinta untuk menolong 
orang lain. Kini, dia hadir menja- 
di berkat bagi sesama dan juga 
Indonesia. 

Lidya 





n l i n g k d ii . 



LABA-LABA 



4 



I t- i: l 



i saa 



GKI Taman Yasmin 
Perijinannya Sah! 





MAHKAMAH Agung (MA) 
menolak Permohonan Kem- 
bali (PK) Pemerintah Kota Bogor 
terkait perijinan Gereja Kristen 
Indonesia (GKI) Yasmin, Kamis 
(13/1). 

Artinya, dengan ditolaknya PK 
tersebut, ada tiga hal yang harus 
dilakukan Pemkot Bogor. Perta- 
ma, Pemkot Bogor harus meny- 
osialisasikan hasil PK; membuka 
segel dan gembok rumah ibadah 
serta; memastikan perlindungan 
bagi umat yang akan mulai berib- 
adah pada minggu (23/1) pagi di 
dalam gedung gereja. 

"Setelah penolakan PK, se- 
harusnya Pemkot tidak punya 
alasan lagu untuk menghalangi 
ibadah, karena PK sudah keluar," 
ujar Bona Sigalingging, ujar an- 
ggota Tim Hubungan Media dan 
Jaringan kepada Tempointeraktif, 
Minggu (16/1). 

Dengan penolakan tersebut 
Bona menegaskan kembali bah- 
wa, "permohonan PK ditolak, 
artinya kembali keputusan awal. 
Artinya IMB gereja sah, pem- 



bekuan IMB gereja tidak sah, 
pembekuan IMB harus dicabut," 
tegas Bona 

Sementara itu, Terkait den- 
gan penolakan dari sejumlah 
ormas, bona juga menyam- 
paikan bahwa saat ini tanggung 
jawab pemkot dan kepolisian 
untuk memastikan tidak adalagi 
tindakan-tindakan intimidasi 
seperti dalam perayaan Natal 
lalu. "Konteks sosialisasi selama 
seminggu ini yaitu pemkot harus 
bicara dengan pihak lain yang 
menentang keberadaan GKI," 
kata Bona. 

Untuk memberi waktu pe- 
merintah melakukan sosialisasi 
terhadap keputusan tersebut, 
Bona menyampaikan pihaknya 
sementara waktu melakukan 
peribadatan di Gedung Orchid 
Harmony. Hal itu dilakukan 
untuk memberikan kesempatan 
pada Pemkot yang meminta 
waktu untuk sosialisasi putusan 
PK. & Slawi/dbs 



REFORMATA 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



lesensi Buku 





MENJADI Kristen artinya harus 
menjadi berbeda. Berbeda 
bukan hanya dalam tataran 
nilai, tapi juga spiritualitas yang 
kemudian akan berdampak pada 
ranah sosial. Agar diri memberi 
arti dan nilai bagi orang, tentu tidak 
akan mungkin hanya dengan men- 



gan-dalkan kekuatan diri. Jika orang- 
orang dunia kerap mengandalkan 
tokoh-tokoh spiritual atau guru-guru 
spiritual untuk membantu memenuhi 
fungsi aktualisasi diri ini, bagaimana 
dengan Kristen? Tentu saja berbeda, 
bukan mengandalkan diri, tapi meminta 
dengan sangat Tuhan memberi kuasa 



Meraih Kuasa 
Anugerah Allah 



Judul Buku 

Penulis 

Penerbit 



Sumber Rahasia untuk Mendapatkan Kuasa 
T. F. Tenney dan Tommy Tenney 
Immanuel Publishing 



kepadanya - kekuatan, potensi dan 
sumber bagi diri untuk melayani. 

Kuasa bukanlah barang yang 
bisa di beli atau barang murahan. 
Untuk mendapatkan kuasa, orang 
tidak bisa hanya meminta, tapi juga 
aktif menjalani. Tapi jangan takut 
atau terburu-buru menganggapnya 
sebagai hal yang rumit. T.F. Tenney 
dan Tommy Tenney, ayah dan anak 
ini telah menggoreskan pengalaman 
mereka memperoleh kuasa dalam 
sebuah buku yang niscaya akan san- 
gat membantu bagi anda yang ingin 
tahu bagaimana cara mendapatkan 
kuasa ilahi. 

Dua penulis, yang juga hamba 
Tuhan ini, menuliskan pengalaman 
keduanya yang merasa diberkati 
dengan kuasa ilahi, mereka pun ber- 
harap hal sama juga dapat dirasakan 
pembaca pada umumnya. Sekarang 



Anda dapat dengan mudah membaca 
pengalaman ini dalam buku: "Sumber 
Rahasia untuk Mendapatkan Kuasa". 

Mengawali bukunya, keluarga Ten- 
ney ini menjelaskan tentang "Kuasa 
Melepaskan Beban". Mengapa ini 
dianggap penting, karena menurut 
Tenney, banyak orang yang tidak tahu 
bagaimana cara melepaskan beban 
mereka, bahkan cenderung teng- 
gelam dalam jeratan beban. Seperti 
memusatkan diri pada hal-hal yang 
tidak bisa diubah. Enggan menyingkir 
dari segala sesuatu yang membebani, 
entah karena tidak tahu, atau justru 
terlena dengan beban itu sendiri. 

Selanjutnya Tenney akan mem- 
bawa Anda pada kaki Kristus. Sujud, 
memohon pengampunan di kayu salib. 
Dalam bagian ini Tenney menjelaskan 
bagaimana pengampunan itu adalah 
kerugian bagi mereka yang merasa diri 



terlalu sempurna - tapi bagi mereka 
yang merasa hina dan tidak sempurna, 
menganggap pengampunan sebagai 
anugerah besar yang didapatkan. 
Kuasa pengampunan tidak bisa dipaksa 
atas orang-orang yang tidak mau me- 
nerimanya, tidak juga bisa dipaksa oleh 
usaha atau kerajinan manusia supaya 
kekuatan tersebut berkembang dalam 
hati manusia. 

Singkatnya, kuasa yang satu ini tidak 
bisa didaptkan oleh usaha manusia, 
tapi betul-betul anugerah dan pilihan 
Allah. Kuasa pengampunan menurut 
Tenney hanya dapat berkembang 
lebih jauh jika orang telah menemukan 
sumber perkembangan dari sekuntum 
bunga yang telah berkembang sem- 
purna di kayu salib. 

Slawi 



Anakku 

iia Tuhan? 




Tolong Aku 
Menerima Anakku! 

Judul Buku : Anakku Karunia Tuhan? 

Kisah Kasih Seorang ibu Berputra Difabel 
Penulis : Irma Koswara 
Penerbit : Yayasan Komunikasi Bina Kasih 
Cetakan : 1 
Tahun : 2010 



MENDAPATI anak divonis 
cacat seumur hidup pasti 
membuat orang tua shock 
dan panik. "Apa yang akan aku 
lakukan? Bagaimana masa depan 



anakku dan aku sendiri?" Itulah 
reaksi sedih Irma Koswara, ibu 
rumah tangga saat pertama sekali 
mendengar bahwa anak, buah 
kandungannya divonis cacat seumur 



hidup. 

Menjalani hidup, membesarkan, 
termasuk menguatkan diri dan anak- 
nya bukan soal mudah. Pengalaman 
berat yang dijalaninya kemudian dig- 
oreskannya dalam sebuah karya yang 
dibukukan dengan judul "Anakku 
Karunia Tuhan". Sebuah pengala- 
man, perenungan dan pergumulan 
diri sepanjang hari dalam menyikapi 
hidup yang kian berat. 

Pengalaman membesarkan anak 
yang mengidap cerebral palsy, yaitu 
gangguan saraf permanen yang 
mengakibatkan terganggunya fungsi 



motorik kasar, motorik halus, kemam- 
puan berbicara. Cerebral palsy juga 
berpengaruh pada fungsi koordinat otot, 
gerakan sederhana sekalipun seperti 
berdiri tegak akan sangat sulit dilakukan 
penderita. Inilah yang dialami Armando, 
buah hati Irma dengan suaminya, Aruna. 
Dalam buku ini tidak saja pengalaman 
luar biasa Armando Anda temui, tapi juga 
gejolak pergumulan teologis menemukan 
jawaban Tuhan. Buku berupa kumpulan 
tulisan pendek namun sangat bermakna 
ini akan membawa Anda masuk, mera- 
sakan keseharian Irma dalam membesar- 
kan Armando dengan berbagai macam 



tangis dan haru yang kerap mewarnai. 
Buku ini sangat menguatkan bagi 
orang tua dengan anak yang memilki 
kebutuhan khusus. Tapi juga member- 
kati, atau setidaknya mempersiapkan 
dan membekali hamba Tuhan atau 
orang tua jika kelak dirinya atau orang 
sekitarnya menghadapi masalah 
seperti ini. 

Slawi 




REFORMATA 




Ungkapai 



Wati 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 Wi 



f, 



E/ORMAJA 



Eustokia Airin,Transletter 



Kelumpuhan yang Bernilai 




HARI indah bisa berubah 
sekejap menjadi suram. 
Keceriaan pun dapat berganti 
cepat dengan kesedihan. Apa yang 
dimiliki, dapat hilang tak berbekas. 
Itulah misteri hidup, yang dapat 
menyelinap dalam kehidupan se- 
tiap insan. 

Eustokia Airin mengalami kenyata- 
an pedih, terasa pahit untuk dilewati. 
Namun kini dia mampu meneriman- 
ya. Airin kehilangan kekuatan untuk 
bertumpu pada kakinya. Tangannya 
menjadi tak berdaya menahan apa 
pun. Seluruh organ tubuhnya lum- 
puh total, tak ada kekuatan untuk 
menegakkan kepala, menggerakkan 
tubuh, sebagaimana dulu ketika 
masih sehat. 

Kecelakaan itu 

Dengan tubuh terbujur di tempat 
tidur, wanita kelahiran Jambi, 17 



September 1982 ini mengisahkan 
bagaimana peristiwa sekitar sep- 
uluh tahun silam itu menimpanya. 
Saat itu Airin duduk di kelas 2 
SMA. "Sewaktu liburan sekolah, 
saya ke Jakarta untuk berlibur. Dia 
menikmati masa liburan selama 
seminggu di Jakarta. Setelah itu dia 
harus kembali ke Jambi. Gara-gara 
perubahan jadwal keberangkatan, 
akhirnya dia memutuskan pulang 
ke Jambi naik mobil, bersama 
pacarnya. 

Dalam perjalanan Jakarta— Jam- 
bi, sopir melajukan kendaraan itu 
dengan kecepatan 140 kilometer 
per jam. Karena kondisinya sedang 
kurang sehat, Airin tertidur di mobil 
sehingga tidak menyadari ketika 
kecelakaan itu terjadi! 

"Saat terbangun, saya sudah ada 
dalam pangkuan pacar, dan saya 
tidak lagi dapat meng-gerakkan 



tubuh saya" kisah Airin. Pak sopir 
meninggal, dan Airin baru menge- 
tahui kalau ternyata dirinya kejepit 
di dalam mobil, saat kecelakaan. 
Warga di sekitar tempat terjadinya 
kecelakaanlah yang memberi per- 
tolongan pertama. 

Airin akhirnya dirujuk ke rumah 
sakit Jambi dan dirawat selama 2 
hari. Dengan peralatan medis yang 
tidak terlalu lengkap, Airin dirujuk 
ke Jakarta dengan analisis tulang 
belakang lehernya remuk. Selama 
2 bulan Airin di rawat di Jakarta. 

Saat-saat genting, di mana 
tubuh Airin harus berbalut selang 
dan keteter, serta bolak-balik 
ruang ICU. Kondisi Airin sangat 
lemah, dan diprediksi hanya 50% 
peluang hidup, atau kalau hidup 
akan lumpuh total. Kondisi kritis 
memang terlewatkan, namun putri 
kedua dari tiga bersaudara ini ha- 
rus menerima kenyataan kalau dia 
akan lumpuh seumur hidup. 

Airin yang dulu lincah, selalu 
memberi keramaian di antara 
teman-teman, yang senang ber- 
main di luar rumah, kini harus ter- 
baring di tempat tidur. Pascaoperasi 
Airin kembali ke Jambi untuk dapat 
menapaki hari-harinya, walau kini 
telah jauh berbeda. 

Airin tak lagi selincah dan sece- 
ria dulu. Untunglah masih banyak 
teman-teman yang baik selalu 
datang menjenguk. Kegembiraan 
saat dijenguk bisa berubah menjadi 
kesedihan. "Kenapa saya harus ter- 
us dijengguk? Kenapa tubuh saya 
tidak dapat bergerak lagi? Kenapa 
saya hanya berada di tempat ti- 
dur? Saya ingin sekolah lagi, ingin 
bermain dan jalan seperti yang 
lainnya/' pekik Airin kecewa dan 



sedih waktu itu. Airin tak mampu 
menerima kenyataan ini. 

Hidup berakhir 

Kepedihan itu membangun ke- 
hidupan keluarga yang lebih baik 
untuk Airin bersama orang tuanya. 
Kedekatan dengan orang tua mu- 
lai terbangun melalui kondisinya 
yang sakit itu. "Ibu yang selama 
ini sibuk bekerja, kini dapat selalu 
menemaniku. Konflik yang terjadi 
sebelumnya dengan Papa, mulai 
membaik dan memberi ketenan- 
gan tersendiri untukku," ungkap 
Airin haru. 

Ternyata kebahagiaan pasca-ke- 
celakaan itu pun hanya sesaat. 
Enam bulan setelah melewati hari- 
hari pascakecelakaan, bapaknya 
pergi meninggalkan keluarga. Sang 
ayah yang selama ini memberikan 
perhatian, kini telah memilih hid- 
up bersama wanita lain. "Tuhan 
kenapa Kau memilih saya untuk 
menerima semua kenyataan ini? 
Untuk apa saya hidup lagi/' teriak 
Airin pilu atas kenyataan yang tidak 
kalah pahitnya itu. 

Hari-hari Airin menjadi begitu 
terpukul. Tidak lagi ada semangat 
untuk hidup. Dia sering melampias- 
kan rasa kecewa dan sedih dengan 
membenturkan kepala ke dinding, 
menggigit lidah sekuat-kuatnya, 
bahkan tidak mau makan. Itu- 
lah aksi Airin untuk mengakhiri 
hidupnya. Dalam kondisi seperti 
itulah, ibunda, Susianty, yang 
sungguh mencintai anaknya, tetap 
berada di samping Airin dan mem- 
berikan seluruh harinya menolong 
sang anak. Mulai dari memberi 
makan, memandikannya, meng- 
gantikannya pakaian, mengurusin- 



ya layak seorang bayi yang baru 
dilahirkannya kembali. 

Hari berarti 

Tak mudah melewati kenyataan, 
namun Tuhan selalu punya cara 
menolong anak-NYA. Dalam kondi- 
si lemah dan kehilangan gairah 
hidup, warga gereja selalu datang 
menjengguk Airin dengan berdoa, 
membacakan firman, bernyanyi, 
menguatkan dan menghibur Airin, 
walau Airin memberi respon yang 
berbeda. 

Juli, seorang wanita tunanetra 
yang setia melayani, mampu ber- 
main gitar, menghafal Firman Tuhan 
telah memberi inspirasi untuk Airin 
bangkit dan menerima kenyataan 
hidupnya. Sejak saat itu Airin, mulai 
memberikan waktu untuk dapat 
membaca lima sampai sepuluh pasal 
Alkitab setiap kali ingin membaca. 
Ini yang menggairahkan Airin untuk 
hidup dan mau melayani. 

Saat ini Airin menjadi transleter 
dengan menggunakan laptop dan 
internet. Mulai melayani anak-anak 
tuna rungu, selain memberi perha- 
tian, Airin juga dapat belajar dari 
mereka. Untuk mencukupi kebu- 
tuhan hidupnya, Airin pun menjual 
seprei, goodybag. Airin juga punya 
kelompok sel group yang sangat 
mencintainya. Mereka rela meng- 
gendong Airin, mengajaknya jalan, 
dan setiap minggu punya waktu 
belajar Firman Tuhan. 

Airin kini menemukan nilai berarti, 
bahwa dirinya dikasihi Tuhan dan 
dapat berguna bagi banyak orang. 
Meski lumpuh, namun semangatnya 
terus berkobar ketika bertemu den- 
gan Kristus dan Firman-Nya. Airin 
tidak menggantungkan hidupnya 
pada orang lain, namun dia bekerja 
dari kemampuan yang dia miliki. 
Airin memberi bukti, bahwa setiap 
kita diperlengkapi Tuhan untuk 
melakukan hal yang berarti. 
Lidya 



Liputan 



Patriark Kirill, memberikan misa 
sepanjang malam di katedral Yelok- 
hovsky di Moskwa. Besoknya, Selasa 
kegiatan yang digelar adalah 



san Yesus 



Rusia 

i- iii i- n* ■• m pa<iL kegiatan yang digelar adalah 

Terjun ke Lubang Es Peringati Peiwapotr yang dikumpul 

dalam botol oleh para jemaat. Mereka 
meyakini bahwa air tersebut punya 
khasiat penyembuhan. 

Juru bicara Gereja Vladimir Legoida 
memperingatkan umat agar hanya 
melompat ke lubang es setelah 
berkonsultasi dengan dokter, karena 
temperatur turun hingga di bawah 30 
derajat celcius di Siberia. Demikian 
dilaporkan kantor berita RIA Novosti. 

Juru bicara kepolisian kota Viktor 
Biryukov kepada RIA Novosti menga- 



SEKITAR 58 ribu warga Rusia 
terjun ke lubang di es pada Senin 
(17/1/2011) malam dan Selasa 
(18/1/2011) pagi bertepatan dengan 
hari libur Epifani. Menurut tradisi 
Kristen Ortodoks Rusia, para pen- 
ganutnya pada saat itu mengambil 
bagian dalam upacara pembaptisan. 

Warga Rusia yang turut dalam 



acara itu mengenakan baju renang 
atau melepaskan jaket mereka untuk 
terjun ke lubang berbentuk salib di 
sungai yang membeku. Mereka ya- 
kin kalau air tersebut mengandung 
kekuatan di hari raya sebagai hari 
memperingati pembaptisan Yesus 
oleh Yohanes Pembaptis. 
Kepala Gereja Ortodoks Rusia, 



takan bahwa jumlah orang 
yang berkumpul untuk me- 
loncat ke lubang es pada 
tahun ini, jauh lebih besar 
dibanding tahun lalu yang 
hanya 32.000 orang. 

Pekerja penyelamat dari 
kementerian darurat me- 
nempatkan 46 petugas 
di seluruh lubang es di 
kota yang temperaturnya 
mencapai minus 15 derajat 
celcius pada Selasa pagi. Hans/K 





Radionya Orgng Pacnonfl 

Jalur Trtto Temu Segala Usia 

Sarang Informasi & Mu-R4k 



Jin. Mawar No.2 

Tsntena 94663 Kab. Poso Frov. SULTENG 

Tfllp. 0458 21305 H P. 081341338833 



RADIO SYALLOM 

FM 90,2 MHZTOBELO 

•I. 1 szilrn-ihicrE. 'U haxa'- 

The voice o-f Trflniformatiori 
Media FaNr»g t*pit trttuk 

fanna Prc*TH>si Jnfu 

diid.i d iiFib-jfjiji t-i-ifc 

Halim ifipr.i J C n r j 



5laiamlB JL» ithjrl 




•Jpri ■Nlau ."rim y**ig iqjp 

icnrLLfih'uuw hjijWH-zha 
^n> sirip iii '- i^ M mhm 




I «ihi ii-i ridrpi : 

MH-tPVflLllM FHTttZ IfcPiL-ni.ULLU 

3JYJ Kl 1^44«+. 1*11*11 



86 nnjn 



flaBTOff ftfan dan fam» . OB13447203O3 



REFORMATA 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



Khotbah Populer 





Pdt. Bigman Sirait 



BERITA tentang penampakan 
Yesus sudah sering kita den- 
gar. Beberapa tahun lalu, di Am- 
bon (Maluku) pernah merebak 
isu tentang Yesus yang menam- 
pakkan diri. Tak lama setelah itu, 
isu yang sama melanda Kota 
Jayapura (Papua). Kemudian 
warga Jakarta dan sekitarnya 
juga pernah heboh oleh isu yang 
sama. Berita tentang penampa- 
kan Yesus selalu mengundang 
banyak orang untuk membukti- 
kannya. Namun kelanjutannya 
tidak pernah jelas, bahkan mun- 
gkin mengecewakan bagi banyak 
orang, karena memang tidak bisa 
dibuktikan. Sewaktu isu penam- 
pakan di Jakarta beberapa waktu 
lalu, salah seorang pengunjung 
begitu ber-semangat mencerita- 
kan tentang penampakan Yesus 
tersebut. Namun ketika kepadan- 
ya ditanyakan apakah dia sendiri 
melihat Yesus, dia justru berkelit 
bahwa cerita itu dia dengar dari 
orang lain. Dia sendiri tidak per- 
nah melihat penampakan itu. 

Saudara, dalam Yohanes 20: 
24-29 dibeberkan tentang Thom- 
as, salah seorang murid Yesus, 
yang tidak percaya akan keban- 
gkitan Yesus. Thomas yang selalu 
meragukan sesuatu di dalam pe- 
mahamannya tentang Yesus yang 
bangkit, tidak bisa menerima 
kenyataan, tidak bisa menerima 
kesaksian dan kepastian dari 
murid-murid lain bahwa Sang 
Guru telah bangkit dari kematian. 
Ini sebenarnya bisa dimengerti 
karena murid-murid yang lain se- 
benarnya ada di dalam keraguan 
dan kebingungan. Waktu Yesus 
memberikan kesempatan kepada 
Thomas untuk menjamah tangan 



Ketika Yesus 
Menampakkan Diri 



dan lambung-Nya, dia menjadi 
percaya karena sudah melihat. 
Tetapi Yesus berkata, "Berba- 
hagialah mereka yang percaya 
sekalipun mereka tidak melihat". 

Sebelum Yesus naik ke surga, 
kepada kita diberikan penger- 
tian-pengertian yang jelas. Bahkan 
para murid tidak bisa langsung 
mengerti kecuali lewat sebuah 
proses. Sebelum Yesus naik ke 
surga, ada tenggang waktu an- 
tara kebangkitan dan kenaikan, 
Dia menampakkan diri untuk 
meneguhkan dan menjelaskan 
bahwa kebangkitan-Nya adalah 
sesuatu yang aktual. Ini penting 
untuk meng-genapi apa yang 
diker-jakaan Tuhan Yesus. Se- 
sudah Yesus naik ke surga, 
cerita sudah menjadi lain. Ti- 
dak ada lagi cerita bagaima- 
na Dia menam-pakkan diri, 
kecuali dalam beberapa hal 
yang menyangkut perto- 
batan, seperti kepada Sau- 
lus yang kemudian menjadi 
Paulus. Itu pun Paulus hanya 
melihat sinar. 

Kebangkitan Yesus dari ke- 
matian memang menimbulkan 
perdebatan karena sulit mema- 
haminya. Karena kebang-kitan itu 
adalah sesuatu yang tidak pernah 
terbayangkan. Kebang-kitan dari 
orang yang menjanjikan sangat 
berbeda dengan kebang-kitan 
Lazarus yang dibangkitkan Tuhan 
Yesus. Lalu siapa yang membangk- 
itkan Yesus? Jikalau Yesus mampu 
membangkitkan orang mati sep- 
erti Lazarus, lalu siapa yang bisa 
membangkitkan DIA? Oleh karena 
itu, Thomas yang selalu skeptis, 
yang selalu meragukan sesuatu, 
yang rasional, mengatakan tidak 
mungkin DIA bangkit. Maka ketika 
Thomas datang ke tempat para 
murid berkumpul, Yesus langsung 
berkata, 'Thomas, taruhlah jarimu 



ke sini dan ulurkanlah tanganmu 
dan cucukkanlah ke dalam lam- 
bung-KU, supaya engkau percaya/' 
Ketika kalimat itu diucapkan, 
artinya, Yesus tahu apa yang men- 
jadi pergumulan Thomas. Yesus 
tahu apa yang menjadi keraguan 
Thomas, tetapi Yesus tidak marah, 
malah memberikan kesempatan ke- 
pada Thomas untuk membuktikan 
itu. Dan 




seluruh keraguan Thomas digu- 
gurkan oleh pembuktian dari Tuhan 
Yesus. Itulah yang terjadi di masa 
transisi antara kebangkitan dan 
kenaikan Yesus ke surga. Memang 
setelah Yesus bangkit pada hari 
yang ketiga itu, para murid tidak 
langsung dapat mengenalinya, 
kecuali seperti disebutkan Alkitab, 
Roh Kuduslah yang menolong 
mereka. Tiba-tiba mata mereka 
dibukakakan lalu sadarlah mereka, 
itu Yesus. Ada sesuatu yang luar 
biasa, tubuh kebangkitan itu tidak 
langsung dikenali. 



Ketika Thomas menyentuh tangan 
dan lambung-Nya, dia langsung 
berkata, "Ya Tuhan dan Aliahku". 
Ini pengakuan yang sangat men- 
dalam. Thomas tidak menyebut, 
"Ya guruku", tetapi "Ya Allah dan 
Tuhanku". Di hadapan Yesus, si Ra- 
sional ini menjadi sangat beriman. 
Dan Yesus berkata, "Karena engkau 
telah melihat Aku, maka engkau 
percaya. Tetapi berbahagialah mer- 
eka yang percaya sekalipun tidak 
melihat Aku". 

Rasional atau tidak 

Yang berbahagia adalah mereka 
yang percaya sekalipun tidak 
melihat Yesus. Ada iman yang 
kuat dan solid yag bertumbuh 
di dalam hidup mereka. Tetapi 
di jaman kita ini justru terbalik. 
Yang berbahagia justru mere- 
ka yang melihat Yesus maka 
percaya. Itu sebab orang 
berlomba untuk datang dan 
melihat ketika isu penampa- 
kan Yesus itu santer. Apakah 
mereka dapat digolongkan 
sebagai orang yang tidak per- 
caya sehingga harus melihat 
dulu supaya percaya? Ataukah 
mereka orang percaya yang 
berambisi besar untuk melihat? 
Sulit memang menjelasakannya, 
karena kepercayaan dan iman yang 
kuat adalah justru ketika semua itu 
terjadi di dalam pertempuran pergu- 
mulan iman yang solid, membawa 
kita ke dalam pengalaman iman 
yang utuh mengenal Allah yang 
hidup. Saudara, melihat atau 

tidak melihat, sama bisa mengenal 
Yesus. Tetapi berbahagialah mereka 
yang percaya kepada Yesus seka- 
lipun tidak melihat. Tetapi kenapa 
sekarang keinginan untuk melihat 
Yesus menjadi sangat besar? Jawa- 
bannya sederhana, saya kira jaman 
kita memang jaman visualisasi. 
Apa pun ingin divisualisasikan, di- 



wujudkan, ditampakkan. Maka 
manusia yang rasional, suka 
atau tidak suka, sadar atau tidak 
sadar, ingin membuktikan segala 
sesuatu dengan indrawinya. Maka 
peran iman seringkali tanpa sadar 
menjadi tergeser. Iman dikaitkan 
dengan pemikiran: rasional atau 
tidak rasional. Iman dikaitkan 
dengan pengalaman-pengalaman 
mistis. Sehingga iman yang aktual, 
iman yang sejati, iman yang murni 
seakan-akan tidak lagi mempunyai 
tempat yang cukup di hati anak- 
anak Tuhan. Pergaulan dengan 
Tuhan hanya diukur dengan se- 
suatu yang bisa diukur: "Jika IA 
memberiku uang atau IA mem- 
beriku kesembuhan, aku percaya". 
Kesembuhan bukan sesuatu yang 
salah, dan ingin punya banyak 
uang juga bukan salah, tetapi 
jika itu menjadi ukuran anugerah 
Allah, oh betapa sedihnya. 

Pergeseran-pergeseran terjadi. 
Sekarang bagaimana kita kembali 
kepada standpoint, itu harus men- 
jadi pergumulan. Sebagai Kristen 
yang sejati mari kita hidup sesuai 
firman Tuhan supaya mereka tetap 
percaya sekalipun tidak melihat. 
Kalaupun Tuhan menampakkan 
diri kepada seseorang, biarlah itu 
urusan pribadinya dengan Tuhan, 
tetapi janganlah itu disebarluas- 
kan lalu dijadikan tontonan. ♦ 

(Diringkas dari CD khotbah 
oleh Hans P Tan) 



BGA 2 [Baca Gali Alkitab) Bersama "Santapan Harian" 



t, 



MAZMUR 6 

Minta belas kasih Tuhan 



Mazmur 6 menurut sebagian penafsir adalah mazmur pengakuan dosa. 
Secara eksplisit pemazmur tidak menyebutkan dosa-dosa yang ia per- 
buat. Namun ia mengakui bahwa Tuhan sedang marah kepada dia dan 
menghukumnya, pastilah karena dosa-dosanya. Mazmur ini adalah yang 
pertama dari beberapa mazmur jenis ini, seperti Mazmur 32, 51, dst. 

Walaupun mengakui penyebab keadaan pemazmur menderita adalah 
hukuman Allah atas dosa-dosanya, pemazmur tetap meyakini belas kasih 
dan kesetiaan Allah terhadap dirinya. 

Apa saja yang Anda baca? 

1. Apa yang pemazmur rasakan tentang perlakuan Tuhan terhadap 
dirinya (2, 4-5)? 

2. Bagaimana perasaan pemazmur tersebut mempengaruhi 
kehidupannya yang lain (3, 7-8)? Terutama apa yang pemazmur 

rasakan terutama saat menghadapi musuh yang sepertinya 
memanfaatkan pergumulan pemazmur? 

3. Apa permintaan pemazmur kepada Tuhan (2, 3, 5)? Apa alasan 
pemazmur (6)? 

4. Apa keyakinan pemazmur kepada Tuhan (9-11)? 

Apa pesan yang Anda dapat? 

1. Apa sifat-sifat Tuhan yang pemazmur yakini? 

2. Bagaimana bersikap terhadap musuh yang sengaja menekan 
Anda saat Anda sedang bergumul dengan Tuhan? 

Apa respons Anda? 

1. Adakah pergumulan yang sedang Anda alami yang berasal dari 
masalah Anda dengan Allah? 

2. Bagaimana Anda akan menyelesaikannya dengan Allah? 

3. Bagaimana sikap Anda terhadap mereka yang memanfaatkan 
situasi Anda ini untuk semakin menekan Anda? 

(ditulis oleh Hans Wuysang; Bandingkan hasil renungan Anda den- 
gan SH 6 Februari 2011 Minta belas kasih Tuhan) 



BAGAIMANA perasaan orang 
yang didera penyakit, dengan 
kemungkinan bahwa ia tidak akan 
sembuh bahkan divonis mati oleh 
dokter? Yang biasa muncul dalam 
diri orang yang mengalami hal itu 
adalah, "Dosa apa yang telah ku- 
lakukan hingga Tuhan marah dan 
menghukum aku dengan penyakit 
seperti itu?" Tentu tidak semua 
penyakit meru-pakan hukuman 
Tuhan atau akibat dosa. 

Pemazmur mengakui bahwa 
ia telah berdosa kepada Tuhan. 
Ia sadar bahwa penderitaannya 
terjadi karena kesalahannya 
sendiri. Penderitaan itu di- 
ra-sakan begitu menekan sehingga 
ia berseru kepada Tuhan, "Berapa 
lama lagi?" (4). Penderitaannya 
makin terasa berat karena mu- 
suh-musuhnya menggunakan ke- 
sempatan itu untuk menekan dia 
(8). Mungkin para musuh berkata, 



"Ia kena tulah, Tuhan telah memukul 
dia!" 

Di tengah pergumulannya, pe- 
mazmur tak kehilangan iman. Ia 
percaya akan kasih setia Tuhan 
yang tak pernah berubah. Maka ia 
berani memohon belas kasih dan 
pengampunan-Nya (2-3). Sebab 
kalau ia mati, ia tidak dapat me- 
naikkan syukur kepada Tuhan (6). 
Kata "maut" di sini disejajarkan 
dengan kata "dunia orang mati" 
yang menunjukkan tempat bera- 
khirnya kehidupan. Bandingkan 
dengan doa syukur Raja Hizkia 
ketika permo-honannya agar diberi 
kesem-buhan dijawab oleh Tuhan 
(Yes. 38:18-19). Pemazmur juga 
meminta Tuhan segera menolong 
dirinya, supaya para musuh tidak 
terus menerus menekan dan fitna- 
han mereka kehilangan sengatnya. 

Pengalaman pemazmur bisa 
jadi pengalaman kita saat sakit 

mpnHprs P^ril^c^l^h Hiri Hi hs- 



dapan Tuhan dengan jujur, 
apakah ada dosa yang menjadi 
penyebab. Bila ya, mintalah pen- 
gampunan-Nya. Lalu minta belas 
kasih-Nya dan kesem-buhan. 
Ingatlah bahwa Allah tidak senang 
jika anak-anak-Nya menderita. Na- 
mun kadang kala Allah mengizink- 
an penderitaan menjadi alat agar 
kita mendekat kepada-Nya dan 
tidak bermain-main dengan dosa! 
(Ditulis oleh Hans Wuysang, 
diambil dari renungan tanggal 
6 Februari 2011 di Santapan 
Harian edisi Januari-Februari 
2011 terbitan PPA) 



Baca Gali Alkitab 1-28 Februari 201 1 



1. Lu kas 8:26-39 

2. Lu kas 8:40-56 

3. Lukas 9:1-9 

4. Lukas9:10-17 

5. Lukas 9:18-27 

6. Mazmur 6 

7. Lukas 9:28-36 



8. Lukas 9:37-43a 

9. Lukas 9:43b-50 

10. Lukas 9:51-62 

11. Lukas 10:1-16 

12. Lukas 10:17-20 

13. Mazmur 7 

14. Lukas 10:21-24 



15. Lukas 10:25-37 

16. Lukas 10:18-42 

17. Lukas 11:1 -13 

18. Lukas 11:14-26 

19. Lukas 11:27-32 

20. Mazmur 8 

21. Lukas 11:33-36 



22. Lukas 11:37-54 

23. Lukas 12:1 -12 

24. Lukas 12:13-21 

25. Lukasl 2:22-34 

26. Lukas 12:35-48 

27. Mazmur 9:1 -11 

28. Lukas 12:49-59 



REFORMATA 




Mata Hati 




EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 Wi 



f, 



E/ORMAJA 



MERENDAHKAN DIRI, 
MENINGGIKAN DIRI 



Pdt. Bigman Sirait 



BASA-basi hampir pasti menjadi 
warna yang tak terhindarkan 
dalam berbagai diskusi. Nuan- 
sa ketimuran, kata orang banyak. 
Bertanya yang perlu adalah info 
yang dibutuhkan, tetapi bertanya 
basa- basi membuang waktu yang 
bernilai. Harus dipahami bahwa 
basa-basi bukanlah keramahan, 
tetapi lebih kepada kepalsuan. 
Basa-basi hanyalah aksesoris yang 
bisa jadi menghanyutkan mereka 
yang mendengarkan. Berpikir, 
bahwa pertanyaan atau pernyataan 
itu sebagai yang benar, padahal 
sejatinya itu basa-basi. Bayangkan 
jika di sana dibangun pengharapan, 
pasti sangat mengecewakan. Begitu 
pula dalam aksinya, seakan mereka 
itu sungguh-sungguh merendahkan 
diri padahal sejatinya mereka palsu. 

Hal-hal seperti ini ternyata juga 
mewarnai kehidupan beragama. 
Ini yang menyedihkan. Alkitab 
terus-menerus mengkritik sikap 
ini dengan meyebutnya sebagai 
kemunafikan, kepalsuan, atau 
seakan-akan merendahkan diri, 
padahal tidak. Cobalah simak apa 
yang dilakukan oleh para ahli 
Taurat. Mereka berpuasa dan 
sengaja tampil dengan wajah 
yang lusuh seakan menjalani per- 
jalanan berat. Sehingga dengan 
tampilan-nya mereka berharap 
orang melihat, dan tahu betapa 
hebatnya perjuangan mereka da- 
lam kehidupan rohaninya. Mereka 
mendemonstrasikan puasanya den- 
gan tampilan yang palsu (Matius 
6:16). Mereka melakukan ritual 
keagamaan untuk sebuah pujian. 
Sebuah kepalsuan yang diikuti 
dengan kepalsuan, dan ironisnya 
berbaju kerohanian. 

Begitu pula kritik Rasul Paulus 
terhadap mereka yang tampaknya 
sangat merendahkan diri dalam 
beribadah, padahal itu hanyalah 
sebuah tampilan yang berisi kepal- 
suan (Kolose 2:18). Mereka mema- 



nipulasi ibadah demi keuntungan 
diri. Banyak jemaat terjebak dan 
masuk perangkapnya. Terlatih di 
sana, maka jemaat pun menjadi 
perpanjangan barisan kepalsuan. 
Terbiasa sehingga tak merasa itu 
salah, bahkan sebagai kebenaran. 
Sungguh mengerikan bukan? Tapi 
itulah kenyataan dalam dunia kea- 
gamaan. 

Realita ini terus bergerak meng- 
gelisahkan dan justru cenderung 
menjadi kelompok mayoritas. Ya, 
merendahkan diri, meninggikan diri 
di saat bersamaan. Dalam masa pe- 
layanan Tuhan Yesus, hal itu sangat 
kental, dan kepalsuan ini berhasil 
menggiring umat menjadi peny- 
alib Yesus Kristus Tuhan dengan 
menggunakan tangan orang kafir. 
Dan itu pula yang dialami oleh para 
rasul. Aniaya hingga penjara, dan 
pembunuhan berencana, menjadi 
ancaman nyata yang terus-me- 
nerus mencoba membungkam 
mereka. Semua dilakukan atas 
nama kebenaran yang diputarba- 
likkan. Tetapi kebenaran harus 
terus-menerus dinyatakan, dan ini 
menjadi pertandingan berat yang 
tidak terhindarkan dalam menyu- 
arakan kebenaran. 

Basa-basi merendahkan diri lewat 
ibadah terus semakin mendominasi 
kehidupan beragama. Para pemi- 
mpin agama seakan telah men- 
yangkal diri, bahkan menyalib-kan 
dirinya. Mereka seakan hidup hanya 
untuk melayani Tuhan. Padahal 
kenyataannya mereka mengeduk 
keuntungan yang sangat besar 
dari umat yang tak pernah men- 
yadarinya. Mereka memakai jubah 
yang menampilkan nuansa kesucian 
padahal di balik jubah tersembunyi 
hati yang penuh kepalsuan. Mereka 
berbicara dalam "nada-nada Allah", 
ucapan suci dan irama yang teratur, 
tetapi sesungguhnya itu hanyalah 
sebuah gaya yang bersifat situa- 
sional belaka. 



Itu sebab memilih tema mer- 
endahkan diri, meninggikan diri, 
menjadi tepat dalam menggam- 
barkan kepalsuan ini. Tampaknya 
merendahkan diri, tetapi sejatinya 
meninggikan diri. Ya, dengan keli- 
hatan merendahkan diri, mereka 
berharap meraup pujian, dan, tentu 
saja, saat yang bersamaan mereka 
meninggikan diri. Sebuah per- 
main-an penampilan yang menye- 
satkan. Berbaju agama dengan 
berbagai ajaran yang tampaknya 
sangat rohani, maka pembodohan 
terhadap umat berjalan lancar. 
Umat akan mudah tertipu oleh 
baju rohani, ditambah penampi- 
lan palsu tadi. Karena itu tidak 
heran jika kemudian hari banyak 
keluh-kesah dari beberapa orang 
ketika sadar telah menjadi korban. 
Urusan uang, properti, pinjam 
meminjam, menjadi batu sandun- 
gan yang tercecer di sana-sini. Tak 
tersisa lagi keper-cayaan, yang ada 
hanyalah ke-kecewaan. Ya, korban 
wajah wajah palsu. Mereka sangat 
merendahkan diri, agar dapat me- 
mikat korban. Tapi ketika berhasil 
"menaklukkan", tampak keaslian 
tak lagi tersem-bunyikan, mereka 
sangat meninggi-kan diri dengan 
berbagai prestasi hasil yang tak 
bersih. Mereka tak peduli etis atau 
tidak, atau bahkan soal benar atau 
tidak, yang penting tujuan tercapai, 
dan diri terpuaskan. 

Merendahkan diri untuk mening- 
gikan diri, karena dengan segera 
mereka memproklamirkan keber- 
hasilan, sekalipun itu dari ketidakju- 
juran. Di samping keuntungan ma- 
teri, mereka juga meraup keuntun- 
gan simpati. Bayangkanlah pemi- 
mpin agama yang selalu tersenyum 
dan menabur pesona dalam kata 
dan penampilan. Mareka memikat 
banyak orang yang dengan segera 
berkata betapa mereka orang yang 
menyenangkan. Penampilan yang 
teratur membuat mereka tampak 



bagaikan orang yang merendah. 
Pujian diterima, tujuan tercapai, 
bahwa mereka disebut orang mer- 
endah. Padahal pada saat mer- 
endah mereka sedang meninggikan 
diri sebagai pemimpin yang bernilai 
tinggi, dengan tujuan yang tersem- 
bunyi. Balutan kepalsuan seperti ini 
tidak akan pernah hilang, bahkan 
akan semakin menjadi mode yang 
diminati. Karena hal seperti ini 
terasa sangat efektif untuk mem- 
bawa seseorang mencapai puncak 
kepuasannya. 

Jika menelusuri Alkitab tentu saja 
ini adalah kesalahan yang banyak 
dikritik, bahkan langsung oleh Tuhan 
Yesus sendiri. Alkitab mengajarkan 
bahwa merendahkan diri bukanlah 
sebuah mode penampilan, melainkan 
buah Roh yang tampak nyata dan 
terukur. Sebagai orang yang sudah 
diperbaharui kita tak boleh terjebak 
dalam basa-basi penampilan. Kita ha- 
rus berani "apa adanya", "bukan ada 
apanya". Dalam dunia pada umumnya, 
penampilan tak lagi sekadar estetika, 
tapi sudah merembet pada pencitraan 
diri. Di sini dengan mudahnya balutan 
kepalsuan dimasukkan, sehingga 
semakin hari kita semakin kehilangan 
makna kemurnian. Tetapi realita 
keberdosaan dunia tak terhindarkan, 
membuahkan dosa kepalsuaan. 

Yang menjadi keprihatinan tinggi 
adalah fakta bahwa institusi kea- 
gamaan pun terbawa pada kepal- 
suan dengan mode pencitraan. 
Mencitrakan diri sebagai orang 
yang merendah padahal sedang 
berusaha kuat untuk menampilkan 
yang sebaliknya. Selalu mengambil 
keuntungan dan berujung pada 
kepalsuan. Kritikan para rasul di 
jamannya, seharusnya terdengar 
juga di kekinian masa. Hanya saja 
itu semakin terasa sulit karena para 
penyuara kebenaran yang seharus- 
nya bersih ternyata juga ternoda. 
Mulut pemimpin agama telah ter- 
sumbat untuk menyatakan kebe- 



naran karena seringkali digunakan 
untuk mengungkap kepalsuaan. 
Kegelisahan pada realita yang ada 
harus terus-menerus kita tumbuh 
kembangkan dalam kerinduan 
mengembalikan gereja sebagai su- 
ara kenabian yang murni. Menga- 
takan "ya" untuk "ya", dan "tidak" 
untuk "tidak". Tidak lebih dan tidak 
kurang. Tak populer tetapi benar. 
Kita harus berani, agar gereja 
tetap punya identitas diri. Tak 
sibuk mencitrakan diri seperti 
penyakit pemimpin masa kini. Mari 
menjadi alat koreksi dengan rajin 
mencermati dan mengkritisi. Tak 
segan memberi masukan, bahkan 
teguran agar kemurniaan terus 
terjaga. Merendahkan diri tetapi 
meninggikan diri harus dilucuti. 
Ini menjadi tugas bersama. Ingat, 
jangan membiarkan hal seperti ini 
berkembang di sekitar kita. Telan- 
jangi agar memberi efek jera pada 
mereka yang selalu tergoda ingin 
mencoba. Gereja adalah benteng 
terakhir kebenaran. Jika gereja ter- 
noda, maka sulit membayangkan 
terang akan mendominasi gereja. 
Namun kenyataan memang tak ter- 
bantah, kegelapan semakin terasa. 
Terang pun hanya sebuah citra, 
bukan kekuatan nyata. Doa harus 
kita naikkan, dan berbuah harus 
menjadi kerinduan sebagai orang 
percaya. Jangan merendahkan diri 
untuk meninggikan diri. Sebuah 
pertarungan serius. Mari bersama 
kita terjun kegelanggang, sehingga 
ini tak sekadar sebuah harapan. 
Selamat datang di pertandingan 
kemurnian pelayanan. ♦ 



BERSAMA PDT. BIGMAN SIRAIT PELAYANAN TELEVISI 



1. JAKARTA, RPK FM, 96,30 FM 

(Indovision CH.210, websitewww.radiopelitakasih.com) 
(SENIN MALAM, Pkl. 20.00-21.00 WIB) 
(JUMAT PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 

2. JAKARTA, MG.radio.org 

(SELASA PAGI, Pkl. 09.00-09.30 WIB) 
(KAMIS MALAM, PKL. 18.30-19.00 WIB) 

3. SEMARANG, Radio Keryxon 107.6 FM 

(SENIN-RABU-JUMAT, Pkl. 13.00 - 13.30 WIB) 

4. KARANG ANYAR, Radio Suara Sion Perdana 1314 AM 
(SABTU PAGI, Pkl. 10.00 - 10.30 WIB) 

5. MALANG JATIM, Radio Solagracia 97,4 FM 
( SELASA PAGI Pkl. 06.00-06.30 WIB) 

6. P. SIANTAR, Radio Budaya Simalungun, 102 FM 

(SELASA &KAMIS,Pkl. 16.00-16.30 WIB) 

7. P.SIANTAR, Radio Suara Kidung Kebenaran 87.8FM 
(SELASA&JUMATPM. 19.3020.30 WIB, MINGGU PM. 13.00-14.00WB) 

8. SIDIKALANG, Radio Swara Berkat, 103,2 FM 

(SABTU PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 

9. DOLOK SANGGUL-SUMUT, Radio Pelita Batak 90.8 FM 
(SENIN-SABTU PM. 10.30-11.00 WB, MINGGU PM. 13.00-14.00 WB) 

10. GUNUNG SITOLI, Dian Mandiri, 100,5 FM 
(SABTU MALAM.Pkl. 21.00-21.30 WIB) 

11. SAMARINDA, One Way/Suara Kasih,95,20 FM 
(MINGGU, Pkl 22.00-22.30 WITA) 

12. AMBON MALUKU, Radio Sangkakala 96.8 FM 
(SENIN-RABU-KAMIS-JUMAT, Pkl 05.30-06.00 WITA) 

13. AMBON MALUKU, Radio Titasomi 96 FM 
(MINGGU, Pkl 18.30-19.00 WITA 

14. TOBELO-HALMAHERA UTARA, Radio Syallom 90.2 Mhz 
FM 

(MINGGU, Pkl. 14.30-15.00 WITA) 

15. JAYAPURA, Swaranusa Bahagia, AM 1170 Khz 
(KAMIS PAGI, Pkl 10.00-10.30 WITA) 

16. MANADO- MALALAYANG, Radio CWS 89.40 FM 

( MINGGU Pkl 10.00-10.30 WITA & SENIN, Pkl 12.00-12.30 WITA) 

17. MINAHASA- SULUT, Radio Anugerah Langowan 107.2fm 



18. MANOKWARI - PAPUA, Radio Matoa 102.6 fm 
(MINGGU Pkl 06.00-06.30 WIT) 

19. MANADO, Swara Gita Citra Sumber Kasih,90,2 FM 
( SENIN -SABTU, Pkl 08.05-08.35 WITA) 

20. MANADO, ROM2FM 102FM 
(MINGGU PAGI, Pkl 07.00 WITA) 

21. MAKASSAR, Radio Cristy, 828 AM 
(SENIN MALAM, Pkl. 22.30 - 23.00 WITA) 

22. TOLI-TOLI, Radio Charitas 103.3 FM 
(SENIN s/d SABTU, Pkl. 18.00 - 18.30 WIB) 

23. PALU, Radio Proskuneo, 105,8 FM 
(SELASA SORE, Pkl. 15.00 - 15.30 WIT) 

24. TENTENA-POSO, Radio Langgadopi, 101,2 FM 
(MINGGU SORE.Pkl 17.00-17.30 WITA) 

25. SUMBA-NTT, Suara Pengharapan, 90, 30 FM 
(SENIN s/d MINGGU MALAM, Pkl 20.00-20.30 WITA 

26. SOE-NTT, Radio Mercy 90.4 FM 

(SETIAP HARI Pkl. 05.00-05.30 PAGI, Pkl. 12.00- 
12.30 SIANG DAN Pkl. 22.00-22.30 WITA MALAM ) 

27. JAKARTA- Radio Tona 702 AM 
(MINGGU PAGI Pkl 07.00-07.30 WIT) 

( MINGGU SORE Pkl 19.00-19.30 WIT) 

28. BITUNG, Radio Suara Naviri, 92.2 FM 
(SELASA - JUMATSORE, Pkl. 21 .00 WIT) 

29. KUALA KAPUAS-KALTIM, Radio Bahtera Hayat, 91.4 FM 

30. KUALA KURUN-KALTENG, Radio Sartika FM 
(MINGGU PAGI, Pkl. 08.00-08.30 WIT) 

31. TASIKMALAYA- JABAR, Radio Nafiri 96.2FM 
(SENIN SORE, Pkl. 15.00-15.30 WIB) 

32. PATI-JATENG, Radio Mitra Immanuel 107.5FM 
(MINGGU-SABTU, Pkl. 13.00-13.30 WIB) 

2. PROGRAM BUKU 

(Buku 1) Teropong Kehidupan 

(Buku 2) Gerejamu, Gerejaku, Gereja Kita 




Seluruh Hasil keuntungan pen- 
jualan buku & kaset dipakai untuk 
biaya pelayanan 
PAMA &MIKA 



Indovision: 

Mulai 1 Agustus 

Program Live 

Channel 95 pindah ke Channel 70 

Kamis Malam Pkl 19.30 WIB dan 

Minggu Siang Pkl. 12.30 WIB 



Kabelvision: Family Channel 
Setiap Hari Rabu & SABTU : 

Pagi Pkl. 06.00 WIB, Siang Pkl. 12.00 
dan Malam Pkl. 19.00 WIB 



Bagi Anda yang merasa diberkati =; 
dan ingin mendukung pelayanan 

(Yayasan Pelayanan Media Antiokhia), 

dapat mengirimkan dukungan 

langsung ke: 

Account: a. n. 

Yayasan. Pelayanan Media Antiokhia 

BCA kcp Sunter No: 4193024800 



!RE/OR/yWA 



^ 



3. PROGRAM KASET 

Tersedia 50 Vol Kaset Khotbah 
Dapatkan segera buku dan kaset di 
toko-toko buku Kristen terdekat atau Telp. 



IjDownhnd & dengarkan 
podcast (m p 3) 

Khotbah Populer 
Pdt. Bigman Sirait 
'di www.rel0rmota.com 



REFurmaTa 



r, 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 2011 



iltasi Keluarga 





Adopsi Anak, 
untuk Berbagi Kasih Kristus 



Bimantoro 

Saya telah menikah selama empat belas tahun dan belum dikaruniai 
anak. Beberapa waktu lalu ada kerabat yang menawarkan untuk men- 
gadopsi anak dari seorang anak yang hamil di luar nikah. Saat ini kami 
sedang menunggu waktu anak tersebut dilahirkan dan akan segera kami 
adopsi. Apakah keputusan mengadopsi adalah keputusan yang terbaik? 

Ibu D 

Palembang 



YANG terkasih Ibu D di Palem- 
bang. Menjadi wanita berumah 
tangga namun tidak dikaruniai anak 
memang bukan hal yang mudah di 
tengah masyarakat yang melihat 
bahwa keluarga yang sempurna 
adalah keluarga yang mempunyai 
keturunan. Apalagi, biasanya, yang 
ditanyakan orang saat berjumpa 
adalah: "Berapa anaknya?" Per- 
tanyaan ini muncul ketika kita ber- 
elasi, entah itu di perkejaan, gereja 
atau ketika bertemu teman lama, 
yang bisa membuat kita terganggu 
dan mungkin akan berpengaruh 
pada hubungan relasi kita dengan 
pasangan. Suatu kondisi yang akh- 
irnya membuat kita memutuskan 
mengadopsi anak saat kesempatan 
itu tersedia. 

Dari apa yang ibu ceritakan secara 
singkat ada beberapa hal yang bisa 
kita renungkan bersama sebagai 



berikut: 

1) Apakah keputusan saat ini 
merupakan keputusan yang diambil 
bersama antara Ibu dan suami den- 
gan mempertimbangkan kebutuhan 
anak tersebut, dan bukan sekadar 
kebutuhan Ibu dan suami. Kalau 
hanya kebutuhan Ibu dan suami 
tentunya harus diwaspadai bahwa 
kehadiran anak ini bisa tidak diikuti 
dengan penyesuaian-penyesuaian 
tertentu. Misal, Ibu tidak terdorong 
untuik menyesuaikan peran menjadi 
Ibu yang baik bagi anak ini dan akh- 
irnya hanya menyerahkan anak ini 
ke tangan baby sitter. Suatu kondisi 
yang akan membuat relasi personal 
antara anak dan ibu menjadi sulit 
bertumbuh secara sehat. Mengadop- 
si anak sebaiknya dilakukan dengan 
pertimbangan kebutuhan anak, 
sehingga Ibu dan suami tentu harus 
melakukan beberapa penyesuaian 



peran dalam kehidupan, yang men- 
jamin kebutuhan anak akan kasih 
sayang, kedekatan, dan penerimaan 
terpenuhi. Ini bukan hal yang mudah 
dan membutuhkan komitmen bersa- 
ma yag cukup kuat. 

2) Membesarkan anak adopsi 
bukan hal yang mudah. Ada per- 
tanyaan-pertanyaan lanjutan yang 
bisa muncul seperti: Apakah kami 
harus memberitahukan kepada anak 
bahwa dia bukan anak kandung?; 
Kapan sebaiknya menyampaikan 
hal tersebut?; Bagaimana mendi- 
siplinkan anak adopsi tanpa takut 
diperbincangkan oleh orang lain?"; 
Bagaimana mengatasi tetangga yang 
usil?"; dan banyak lagi. Belum lagi 
ketakutan-ketakutan bahwa orang 
tua anak ini, ketika penyesalan 
datang terlambat, akan mengklaim 
kembali anak ini di kemudian hari. 
Apalagi kesan yang saya tangkap 
adalah proses adopsi ini cukup men- 
dadak dan mungkin tidak terpikirkan 
sebelumnya dan muncul hanya 
karena ada kesempatan. 

3) Ketika Tuhan mengijinkan kita 
tidak punya keturunan, apakah Ibu 
dan suami menggumuli apa yang in- 
gin Tuhan sampaikan dalam kondisi 
ini?. Apakah ini hanya karena suami 
atau Ibu yang tidak sehat alat repro- 
duksinya atau ada maksud-maksud 



Tuhan lainnya? Firman Tuhan dalam 
Roma 8: 28 yang mengatakan, "Kita 
tahu sekarang, bahwa Allah turut 
bekerja dalam segala sesuatu untuk 
mendatangkan kebaikan bagi mereka 
yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka 
yang terpanggil sesuai dengan rencana 
Allah", tentunya bisa menjadi dasar 
bagi Ibu dan suami untuk menggumuli 
lagi rencana adopsi ini. 

Ketika Ibu dan suami sudah yakin 
bahwa niat untuk mengadopsi ini 
bukan semata-mata untuk kebutuhan 
diri tetapi dalam kesadaran bahwa 
ini adalah kesempatan yang Tuhan 
berikan untuk membagi kasih Kris- 
tus kepada anak tersebut, tentunya 



apa pun kondisi 



anak, entah itu muka yang tidak mirip, 
warna kulit yang berbeda, pergunjingan 
tetangga, atau bahkan tingkah laku anak 
yang tidak sesuai harapan, akan bisa Ibu 
atasi sebagai perwujudan kasih Kristus yang 
tanpa syarat. 

Kiranya kehadiran anak ini menjadi 
berkat dan membuat Ibu dan suami 
semakin bertumbuh dalam Kristus. ♦ 



LIFESPRING COUNSELING CENTER 

68199933 / 22 

www.my-lifespring.com 





John Howard 

Jadi Kristen 



Yoder, Teolog Abad 20 

Itu Harus Eksklusifi 




BANYAKNYA aksi kekerasan 
yang menimpa umat Kristen 
memaksa tidak sedikit para pe- 
mikir Kristen untuk kembali menilik 
ke dalam, seberapa jauh solidaritas 
berpengaruh terhadap masyarakat. 
Haruskah umat Kristen hidup ek- 
slusif, menarik diri dalam sebuah 
isolasi, ataukah justru membaur, 
mewarnai dunia, tapi tidak berbaur 
dengan dunia? 

"Umat Kristen itu berbeda dengan 
dunia pada umumnya, karena itulah 
Kristen haruslah eksklusif, berbeda 
dari dunia dengan etika dan nilain- 
ya". Setidaknya begitulah prinsip 
yang dipegang oleh John Howard 
Yoder, seorang teolog Kristen abad 
20. Bagi teolog kelahiran 29 Desem- 
ber 1927 ini karya Yesus itu tidaklah 
satu paket dalam bentuk cita-cita 
baru atau prinsip-prinsip untuk 



mereformasi atau bahkan merevolusi 
masyarakat, namun pembentukan 
komunitas baru, orang-orang yang 
mencer-minkan pengampunan, 
berbagi dan mengorbankan diri 
dalam cinta, ritual dan disiplin. 

Yoder, yang meraih gelar sarjana 
dari Goshen College menilai, gereja 
secara pribadi bukanlah pembawa 
pesan Kristus, melainkan pesan 
atau surat yang terbuka itu sendiri. 
Karena itu baginya gereja adalah 
minoritas kreatif yang selalu akan 
hidup dengan cara yang kontras 
dengan mas-yarakat 
sekitarnya. Hal ini 
menurut Yoder ber- 
implikasi juga ke soal 
etika yang tentu saja 
berbeda dengan eti- 
ka masyarakat pada 
umumnya 

Dianggap berbe- 
da dengan pendapat 
Kristen pada umum- 
nya, teolog yang ber- 
hasil memper-tah- 
ankan disertasinya 
tentang Anabaptisme 
dan Reformasi di 
Swiss untuk meraih 
gelar doktoralnya 
dianggap sebagai 
sektarian. Sebuah 
pikiran sempit yang 
cocok hanya untuk 
kelompok-kelompok 
kecil yang bertekad 
untuk hidup terpisah 
dari dunia. 

Tentu saja Yoder 
menolak tuduhan 
yang tidak berdasar 
tersebut. Dia justru 



menyerukan agar umat Kristen 
jangan menarik diri dari dunia luar, 
lantas mengisolasi diri dalam pelu- 
kan gereja. Yoder mencurahkan 
banyak waktunya untuk menulis 
membuktikan pada dunia apa yang 
dianggap orang sektarian justru 
merupakan panggilan yang justru 
harus dijalankan umat Kristen bagi 
dunia sekuler untuk memerangi 
ketidakadilan. 

Karya-karya Yoder tentang kekris- 
tenan dan politik mewarnai bahkan 
berdampak besar pada pemikiran 



Kristen kontemporer tentang etika 
gereja dan sosial. Seperti pe- 
mikiran para teolog kontemporer 
lainnya, Yoder berpendapat bahwa 
kehidupan Yesus, kematian dan 
proklamasi kerajaan Allah memiliki 
implikasi politik. Namun demikian 
bagi Yoder, yang mengawali kari- 
er mengajar di Notre Dame dan 
di Associated Mennonite Biblical 
Seminary di Goshen, mengembang- 
kan posisi ini dengan cara yang 
khas, berbeda dari pikiran pada 
umumnya. 

Hal ini setidaknya terlihat dari 
pandangannya tentang norma 
sentral kehidupan Kristen, seperti 
diungkapkan oleh Yesus, adalah 
cinta nonresistant, dan karena itu 
tanpa kekerasan dan pasifisme. Ini 
berdampak pada kerasnya Yoder 



menolak semua bentuk kemapanan 
agama negara dan menolak untuk 
memanggul senjata, berjuang untuk 
sukses sosial. 

Dari sekian banyak buku karya Yoder 
yang populer, bahkan hingga saat ini 
dan telah diterjemahkan sedikitnya 
ke sepuluh bahasa berjudul "Politik 
Yesus". Sebuah buku berisi argumen 
Yoder menentang pandangan populer 
tentang Yesus, terutama pandangan 
yang dipegang oleh Reinhold Niebuhr. 
Dalam buku ini Yoder berpendapat 
bahwa menjadi seorang Kristen dalam 
standpoint politik tidak berarti meng- 
abaikan panggilan. 

John Howard Yoder meninggal di 
kantornya di Notre Dame pada 30 De- 
sember 1997 akibat serangan jantung 
yang dideritanya. 




Srtlfcit SOHND OF THE »CK 
MiKINS TKf Llfl IL BET1ER 




V] ST dan MISI: 

MRNJANtfKMI ^AMn TlHAK TnKI^MflKftU PAN 
DIBAWA PADA YTSTJH- flUEAEJK. UNHCACI1 rtUTCKi 

NE-MHKHI MA KATAK H A K L D-AC11 YAhO 

kJilll I.A^l'iaH ITaGaPaA l>E"Hi-A"rl 

Mrw^Jir M>IHKAN rLKhlAH f 'J H./, N HKW-AUAI 

HCLU&l \\i\% WflTtLI» lfi ANRWllj 



Jl. 
Tip. 



niil Mii*™»i-Sl T Lantai 'J. t 
KcJaliii Nm. L I MaLn^ui. WmittlJipti 



PtAJ-JlO 






* T#. J*2-JSr, M MM* . 






f^-h. j-„I=» Memuji roertycn-JMh TljUan di D&gi *wi 



Bi™ Criity 



Ha-nha Tinnn u k - 2 5. CO 



2ZJ& w\ts 



SJmpOnl H-BlBVTI MnrHnuHiMn hrm«i I.Jufci, il. i' 

Bw-^Ww- t»gu-togu FWwil 

pk. j_-"ifl ■ fflJ IJli v-.h.i 

nrttep hari Senen makam pk.. 2Z.3D wfta 

I -i "i - iriirt fHr\, JWtpmjm 3tfrmff 



iiiNirpui- ftnlu 



rt.Tntfiry.S-1-Ljrlirr hE.iriin Cn'sty 

M f-toiKjLirt Ni'i I C- M.^ri-HLHr SUGiwwil 5td£l*ii 

TWp. £fMllj 6521 L3, B70715 J"fl*. (HMH) BlStfBCI 

C-malh nHatv\jp*fc*ni|nMr n*t.pa) ■ 




^ i? 'W 



fr .r .J t r- v P f ii t 




u .' I 



REFORMATA 



Ovy 



Berita Luar Neaeri 



EDIS1 136 Tahun VIII 1 - 28 Februari 20111; 



t/ORMATA 



Mesir Hukum Mati Penem- 
bak Umat Kristen 




UMAT Kristen Mesir boleh sedikit 
bernafas lega, pasalnya pe- 
merintah Mesir konsisten dengan 
janjinya yang akan bertindak tegas 
kepada siapa saja yang bertindak 
melawan hukum, termasuk para 
pelaku penembakan terhadap umat 
di Kota Nag Hammadi. 

Pengadilan negeri di wilayah 
selatan Mesir telah menjatuhkan 
pidana hukuman mati kepada 
seorang lelaki Mesir atas keterli- 
batannya dalam kasus penembakan 
gereja pada malam Natal, tahun 
lalu. Dalam insiden yang terjadi 
saat para jemaat hendak mening- 
galkan gereja usai misa bersama 
tersebut sedikitnya enam orang 
jemaat gereja menjadi korban dan 
seorang penjaga muslim tewas. 

Putusan pengadilan tersebut 
dikeluarkan dua pekan setelah 
seorang pelaku bom bunuh diri 



meledakkan diri di pelataran sebuah 
gereja di Kota Alexandria. Kejadian 
paling mematikan yang menimpa 
umat Kristen sepanjang satu dekade 
terakhir di Mesir ini menewaskan 21 
orang dan melukai sekitar 100 orang 
lainnya. Kelompok militan Al-Qaeda 
mengaku bertanggungjawab atas 
aksi tersebut. Tindakan tegas 
terhadap para pelaku penembakan 
tak terlepas dari gencarnya umat 
Kristen di Mesir melontarkan kritik 
tajam soal diskriminasi proses hu- 
kum antara umat Kristen dan Islam, 
termasuk desakan internasional yang 
terus mengecam pemerintah Mesir. 
Sementara itu, pengadilan akan 
mengumumkan putusannya atas 
dua terdakwa lainnya bulan depan. 
^Slawi/ Medialndonesia 



Alkitab Terjemahan 
Martin Luther 




SEBUAH Alkitab tua yang 
disinyalir hasil terjemahan 
langsung Martin Luther ditemu- 
kan di Jerman, belum lama ini. 
Debra Court, seorang guru kelas 
enam di Bonduel, menemukan 
sebuah Alkitab berbahasa Jerman 
yang telah berumur 340 tahun 
dalam kondisi baik di gereja 
sekolah Lutheran, tempat dia 
mengajar. 

Secara tidak sengaja Debra 
Court menemukan Alkitab langka 
tersebut ketika sedang mencari 
arsip baptisan lama untuk ditun- 
jukkan kepada murid-muridnya. 
Awalnya Debra mengira buku 
yang menarik perhatiannya itu 
tak lebih dari buku biasa seperti 
buku tua lainnya dalam perpus- 
takaan tersebut. Namun setelah 
membukanya dengan hati-hati 
tahulah dia bahwa buku tua itu 
adalah Alkitab. Tapi bukan Alk- 

REFORMATA 



rhah_hiaoa. 

Yang lebih 
menge-jutkan Debra, 
Alkitab setebal 1.500 
halam-an yang sedang 
dipe-gangnya ternya- 
ta adalah salinan ter- 
je-mahan milik Martin 
Luther yang dicetak 
di Jerman pada 1670. 
Seperti dirilis WLUK-TV 
dari peneliti setempat. 
Alkitab tua terse-but 
selanjutnya dikirim Pas- 
tor Gereja, Timothy 
Stroup kepada peneliti 
di perpustakaan Sem- 
inari Concordia di St. 
Louis yang saat ini ber- 
hasil mengindentifikasinya. Dari 
keterangan Librarian Lyle Buettner 
diungkapkan bahwa Alkitab terse- 
but diketahui hanya ada 40 kopi, 
di mana yang lainnya tidak terdo- 
kumentasi. 

Ditanya tentang bagaimana Al- 
kitab langka tersebut bisa ada 
di dalam gereja sekolah, kepada 
AP, Stroup mengatakan bahwa ia 
sendiri tidak tahu bagaimana Alki- 
tab tersebut ada di gereja tersebut. 
"Kami tidak tahu bagaimana 
Alkitab tersebut tersimpan da- 
lam keadaan baik. Kami sudah 
menanyakan kepada orang tua kami 
dan semua orang di biara dan tidak 
ada yang ingat. Ini karena gereja 
sudah akan berumur 150 tahun 
pada 2013 nanti/' jelas Stroup. 
jb$ Slawi/SP 



Presiden Pakistan Janji Lindungi Kristen 



PRESIDEN Pakistan Asif 
Ali Zardari telah 
ber-janji akan melind- 
ungi warga minoritas, 
khusus-nya umat Kristen, 
yang beberapa tahun ter- 
akhir keselamatan mer- 
eka terancam di negara 
berpenduduk mayoritas 
Muslim tersebut. 

Seperti dikabarkan su- 
rat kabar Pakistan 'The 
Nation", janji presiden 
tersebut dilontarkan da- 
lam sebuah pertemuan 
antara Presiden Asif Ali 
Zardari dengan Menteri Federal 
untuk Minoritas Shahbaz Bhatti 
Kamis (20/1) lalu. 

Kepada menteri, Presiden 
Zardari menegaskan bahwa ti- 
dak seorang pun diizinkan main 
hakim sendiri terkait pelanggaran 
undang-undang negara. Zardari 
juga menyatakan dukungannya 
bagi dialog yang sedang ber- 
langsung antara Bhatti dan pemi- 
mpin lintas agama dalam men- 




yikapi penyalahgunaan hukum 
terhadap kelompok minoritas. 

Ini merupakan respons atas 
desakan umat Kristen yang gencar 
mengampanyekan pen-cabutan 
undang-undang peng-hujatan 
Pakistan yang selama berta- 
hun-tahun telah disalah-gunakan 
oleh kelompok tertentu untuk 
mengkriminalkan umat Kristen, 
untuk mengambil alih tanah atau 
harta lain milik umat Kristen. 

Seperti dilansir ChristianToday, 



kelompok-kelompok HAM 
mencatat umat Kristen 
sering dizalimi dengan 
dituduh menghujat ajaran 
agama tertentu, padahal 
tuduhan tersebut tidak be- 
nar. Akibatnya tidak sedikit 
umat Kristen yang difitnah 
itu harus mendekam di 
penjara atau bahkan divo- 
nis hukuman mati. 

Padahal tak jarang fit- 
nahan itu terlontar karena 
ada motif-motif tertentu 
yang hanya lantaran per- 
soalan pribadi, lantas 
menuduh orang Kristen itu menghu- 
jat agama lain, seperti dialami oleh 
Asia Bibi, yang divonis hukuman 
mati hanya lantaran tetangganya 
tidak senang dengan perempuan 
yang menganut agama Kristen 
tersebut. 

& Slawi/ChristianToday 




Al-Azhar Bekukan Dialog 
dengan Vatikan 

orang dan menyederai belasan 
lainnya saat mereka keluar dari 
misa Malam Tahun Baru. 
^Hans/ Analisa 



UNIVERSITAS Al-Azhar 
Kairo membekukan hubun- 
gannya dengan Vatikan. Ala- 
sannya, Paus Benediktus XVI 
dituduh menyerang Islam. Tetapi 
Vatikan mengatakan ingin me- 
neruskan pertemuan-nya dua 
sekali setahun dengan institut 
berkedudukan di Mesir tersebut. 
Sebelumnya, Paus mengeluarkan 
pernyataan bahwa kaum Muslim 
menindas orang-orang non-Mus- 
lim yang tinggal di Timur Tengah. 
Perwakilan Al-Azhar dan Vatikan 
bertemu dua kali setiap tahun 
untuk membahas kerjasama Na- 
mun Vatikan mengatakan pihak- 
nya meng-inginkan pembicaraan 
tersebut dilanjutkan. Penasihat 
imam besar Al-Azhar Sheikh 
Ahmed al-Tayyeb mengecam 
berbagai ucapan paus sebagai 
mencam-puri urusan internal. 

"Paus telah berulangkah 
menuduh bahwa masyarakat 
non-Muslim ditindas di wilayah 
Timur Tengah, padahal itu sama 
sekali tidak benar dan mer- 
upakan suatu campur tangan 
yang tak dapat diterima dalam 
urusan internal negara-negara 
Islam," tegas Sheikh Mahmud 
Azab. Pernyataan Paus 

ini terlontar setelah seorang 
pengebom bunuh diri meledak- 
kan dirinya di luar sebuah gereja 
Coptic di pelabuhan Alexandria, 
Mesir, sehingga menewaskan 21 




ire/ormataI 






m<w±m 


Tarip iklan baris : Rp.6.000,-/baris 


( 1 baris=30 karakter, min 3 baris ) 

Untuk pemasangan iklan, Tarip iklan 1 Kolom : Rp. 2.500,-/mm 
silakan hubungi Bagian Iklan : ( Mjnjma| 3Q mm) 

Jl. Salemba Raya No 24, Jakarta Pusat 

Tip. (021 ) 3924229, Fax:(021 ) 3148543 Tari P iklan umum BW : R P" 3 - 000 ^ mmk 

HP:081 1991 086, 70053700 Tarip iklan umum FC : Rp. 3.500,-/mmk 



ALKITAB ELEKTRONIK 



Jasa instali alkitab/bible semua bhs 
& versi Ingkp di hp,bb & laptop. 
hub: MaranathaGadget, MTAP2/09- 
10 Sms: 021-93216178 



BUKU 



Gratis bk "Benarkah Nabi Isa 
Disalib?" Surati ke PO BOX 6892 
Jkt-13068, www.the-good-way.com, 
www.answering-islam.org, www. 
yabina.org, www.sabda.org, www. 
baritotimur.org, E-mail: apostolic. 
indonesia@gmail.com 



BIRO BANGUNAN 



Mitranadua Cipta Graha Design 
& Build Architecture (Ex/in) rm- 
h,ruko,kntr,Gb 3D, RAB.Hub: 021- 
32426704,0812-8219781, Email: 
mitranadua@yahoo.com 



New Look Furnicenter 

JL lluyon Ashiffi K7, renvJuk;u1;i 
Tdlp. H2 4^ft a 6H 40^2, 7ifll Ml A 



"*WbKhlL-iilllci + + + 




gracia 



DANA TUNAI 



Dptkan pinjaman tunai tanpa agu- 
nan dr Bank inti u/ kep natal & keb 
lainnya dr 5-200 jt, Bisa di cicil s/d 5 
thn, proses cpt syarat ringan , foto 
copy ktp & kartu kredit Hub: Ruth 
Eliana 085883487537 



KONSULTASI 



Syalom bagi yg membutuhkan kon- 
seling 24 jam Hub: 0856.7891377, 
08170017377, 021-71311737 bagi yg 
tdk mampu kami bisa menghubungi 
kembali. 



EKSPEDISI 



PT. Omega Cargo, exp jrusn Jkt- 
Bdg pp/lhr, imprt dr slrh nega- 
ra bsr special Sin-Jkt (laut/uda- 
ra),Jkt-Sin(udara) lhr.Hub:021- 
6294452/72, 6294331(Sherly/ 



KONSULTAN 



Anda punya masalah dngan pajak 
pribadi, pajak perusahaan (SPT masa 
PPN,PPh,Badan) Hub Simon: 021- 
99.111.435 atau 0815.1881.791. 



KERJA SAMA 



Ingin membuka bimbingan belajar? 
Khusus ibu rumah tangga, dapat 
kerja di rumah. Min. SMA/D3. 
Eksakta. 25-35 th. Hub. BIMBEL 
ERGOMATICS Ph. 626-6769 



KONSULTASI 



Ingin memulai bisnis tapi tidak tahu 
memulainya? Ingin Franchise kan 
usaha Anda?Ingin wiraswasta kecil- 
kecilan?Hub. PROVERB CONSULTING 
Ph. 626-6769 Hp. 0817-910-1990 



CKKJOEEDO 

1 LaniHtf- 

inv. :ov±Ali mpw i>:-tv:hS3rTi:Er. 
I J U 5 te HL.TOra '* 'prfirrzta. -jn* ra. mtjI ^rcla* 

] rrasfe-ta K* ,' V-nir. i«ui m fanw ub bnvi 
tutifrtfMginjiilifAHtf tflnH 



Hub kamr segera :0S170aOB576/08128O630(WKJ. 
Melayani delivery : wwwkaosnewsplrit.com 



HERBALIFE NUTRISI 



TURUN - NAIK BE 



nj\ 



raauLiw 

rmwirw 




T BADAN 5-30hg 



i *** 



lauuH 




3BHLAH 

TufitiH m k ■:; 



Sll&rli) : 0811 6435 35 Anwar : I0Z11 704 888 32 



KONSULTASI 



Beda gereja, beda keyakinan dan 
kesulitan apapun Hub: Konsultan 
cat. sipil 021-4506223/08161691455, 
081289386633 almt: Jl. Kecak no.6 klp 



TOUR 



Holyland Israel + Mesir + Yorda- 
nia 11 Hari 11 -21 April 2011 Pdt. 
Michael Gideon Rembet (021)- 
6320688/081317315728 



LES PRIVAT 



TK,SD, SMP, SMU, AUTIS,DILEXIA, 
SLOWLERNESS.Hub: 021.80799242, 
08121947191, 082111358512 




PEMBICARA 



Bagi yg membutuhkan pembic- 
ara/pengkotbah u/ KKR/PD/Iba- 
dah,inter denominasi, silahkan hub 
di: 08567891377, 08170017377, 
021-71311737. 



PELATIH HEWAN 



Dog trainer Von.Yohanes .F melatih 
anjing ras dirumah anda "murah" 
hub: 021-41297518 



IIUUI1IL11I11II 



ISI >• 

Kami melayani jual-beli, 
tukar tambah, service, rental 
alat-alat musik & sound system berb- 
agai merek dengan harga spesial 



Jl. Bungur Besar 17 No. 25 
Jakarta Pusat 

Jkt 1 061 0, Telp. 021-4203829, 7075.1 61 
HP. 081 6.852622, 081 6.1 1 64468 



HOLVI AND TOUR 



ME5IR TURK/ 

ISRAEL 
PALESTINA JORDAN 




CLE 

.m jf i i-irp 



HFrt-HM»r(llHKai-3DVr 
V (1ttyJ2IMflr-DIAtf(1Ml 



E^ Htt l^Ie** ^ujiiih HlMfflyi. 

H frlflfc UpIlLunM |(jm t\r. Ui lili i' I.V1L- 

rwuil Ml YbnnH HMilLmui {Atj,tj 
Iferyir M riiir P ;. GUB Htv. Ancy &ma: 
Wh I^jm NmhhYl. Pdl. Zhnl =L Guln 
MTh ■HiFBCi'Yn-djnl. Pdl. Ptrfim Uirbun 
tf.Liv, VFh-Sflllmin Anggai 



Kuping r*4tMiflf 

OasO oizflcCi BhkhO M. 

CiTcdDaUcErcO dud^dG 




>nlLl|l f#KiLilia>i HiiIlJiIi 
I.mlii^j Ihi uli T 

■n"v b* ,|h un Pr#fl» I 

m bu ii i FhvCu huiiAiiLiua 



fT. ANUGERAH MaN&iRI ^5ATA 

*lkfc?Pto. 12, jflMJH»» 

V. +« 21 4S( 3TJ*7mw.,ii.. v i 

^■+«21«! T?V 

IfTHrili Hoh^"*^lnKl*hWi-Ml, 

Trt^rtHrwIfllCMj^JJ^^^^^^^^ 



Hullifit: 

+42 112 DJDi SftOD 
-1221 3305 39 Si*? 



■i [j A r'i I 1 iii' i1u ny 

la-iunungg^l Intfn^Y r-:-. P J 
Til. "*i 71 y 1 1 J-iZ-H-LI 
W^p-if t*S *il 134 €41* 



^ 



IREyORMAJA 




Terus Mo j u M.e mi mpin . .. 

Kini REFORMATA hadir seliap hari 

dengan berita terkini 

Klik: www. reform ata.co rrj£^ 

Den Kunjungilah t ^^M 

ata 




■ 




t Klik: rn.reformata.com 

Akses Mq bi le Ref anmala I 



REFORMATA 




Tf R BEBAS 





^^ 



■ r 



■ ■ J: ^ 




KLIK WEBSITE KAMI: www.reformata.com 



Untuk Kalangan Sendiri